Danantara Bangun Sistem Pengembangan SDM Kelas Dunia

JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, berbicara di hadapan jajaran pimpinan dan talenta terbaik BUMN dalam kegiatan pengembangan kepemimpinan yang digelar pada Jumat (24/7). Dalam kesempatan tersebut, Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat menjadi kunci untuk memastikan perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manager itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” ujar Dony, mengutip akun resmi BP BUMN.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Danantara tengah membangun sistem pengelolaan SDM yang terintegrasi dan berstandar kelas dunia di seluruh ekosistem BUMN. Sistem tersebut diawali dengan penerapan Single Grading System dan Job Value untuk menyelaraskan sistem penilaian serta pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan.

Selain itu, Danantara juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai dasar penempatan talenta. Melalui sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif sehingga praktik penempatan berdasarkan unsur like and dislike tidak lagi memiliki ruang.

Sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University yang akan menjadi pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Para peserta akan dibekali standar kompetensi, kepemimpinan, dan soft skills yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa depan.

Melalui sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN pada masa mendatang dapat diisi oleh talenta yang tumbuh dan berkembang dari dalam perusahaan.

“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony.

Menutup arahannya, Dony menegaskan bahwa membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO agar transformasi yang telah dijalankan dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi bagi generasi pemimpin berikutnya.

“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” tegas Dony di hadapan 383 talenta pilihan BUMN.

Prabowonomics: Konsep, Pilar dan Arah Pembangunan Nasional

Istilah Prabowonomics semakin sering digunakan untuk menggambarkan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski bukan merupakan teori ekonomi yang baku dalam literatur akademik, istilah ini merujuk pada serangkaian kebijakan dan strategi pembangunan yang menempatkan kemandirian nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendekatan tersebut bukanlah gagasan yang lahir secara personal, melainkan berakar pada amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 33, yang menekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Secara konseptual, Prabowonomics mengedepankan pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada penguatan ketahanan nasional. Pendekatan ini memandang bahwa ketahanan pangan, ketahanan energi, penguasaan teknologi, serta pengelolaan sumber daya alam memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, negara diposisikan sebagai aktor yang aktif dalam mengarahkan pembangunan melalui investasi di sektor-sektor prioritas, pembangunan infrastruktur, serta penyusunan kebijakan yang mendukung peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Dengan demikian, Prabowonomics mencerminkan karakter developmental state, yakni negara yang berperan sebagai penggerak utama pembangunan tanpa mengabaikan kontribusi sektor swasta.

Salah satu pilar utama Prabowonomics adalah kedaulatan pangan. Pemerintah menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan pertanian, pengembangan teknologi budidaya, serta penguatan cadangan pangan nasional. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pilar berikutnya adalah kedaulatan energi, yang diwujudkan melalui diversifikasi sumber energi, pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan bioenergi, serta peningkatan kapasitas produksi energi domestik untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika pasar energi global.

Selain itu, Prabowonomics memberikan perhatian besar terhadap hilirisasi industri sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Kebijakan ini mendorong agar komoditas seperti mineral, hasil perkebunan, dan sumber daya lainnya tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperbesar kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto. Bersamaan dengan itu, pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan program pemenuhan gizi masyarakat menjadi bagian penting untuk menciptakan tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing.

Karakter lain yang menonjol dalam Prabowonomics adalah upaya mewujudkan pemerataan pembangunan melalui penguatan ekonomi rakyat. Kebijakan ini diwujudkan melalui dukungan terhadap koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembangunan desa, serta perluasan akses pembiayaan dan infrastruktur ekonomi. Dalam kerangka tersebut, pertumbuhan ekonomi dipandang perlu berjalan beriringan dengan pemerataan manfaat pembangunan sehingga dapat mengurangi kesenjangan antardaerah maupun antarkelompok masyarakat. Pendekatan ini juga menempatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sebagai faktor penting dalam mempercepat pembangunan nasional yang inklusif.

Secara keseluruhan, Prabowonomics dapat dipahami sebagai pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan prinsip kedaulatan nasional, industrialisasi, ketahanan pangan dan energi, penguatan sumber daya manusia, serta pemerataan ekonomi dalam satu kerangka kebijakan. Meskipun implementasi dan dampaknya masih akan terus dievaluasi seiring perjalanan waktu, konsep ini menunjukkan arah pembangunan yang berupaya memperkuat fondasi ekonomi Indonesia agar lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing di tengah perubahan ekonomi global. Dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai pijakan utama, Prabowonomics menjadi salah satu konsep yang mewarnai diskursus kebijakan ekonomi Indonesia pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dani STR, Ketum PRABOWO POWER (@prabowopower)

Warga Kendal Menemukan Kerang Diduga Serupa dengan Temuan Dubois di Grobogan

Sebuah cangkang kerang air tawar yang ditemukan seorang warga Kendal, Dani Satria (35) di kawasan Wirosari, Kabupaten Grobogan, menarik perhatian karena bentuknya mengingatkan pada kelompok kerang Pseudodon, genus yang sama dengan kerang fosil terkenal dari Situs Trinil yang dikumpulkan Eugène Dubois pada akhir abad ke-19. Kerang tersebut ditemukan tertanam di dalam endapan lumpur sungai pada kedalaman sekitar setengah meter ketika Dani melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai.

Dani menjelaskan, menurut penuturan warga sekitar, kerang seperti ini tidak pernah dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehingga keberadaannya jarang mendapat perhatian. Meskipun belum melalui analisis laboratorium maupun penanggalan geologi, bentuk morfologinya memberikan alasan yang menarik untuk didokumentasikan sebagai temuan lapangan yang berpotensi memiliki nilai ilmiah.

Berdasarkan pengamatan visual terhadap cangkang yang ditemukan, spesimen memiliki bentuk memanjang (elongate), relatif tebal, dengan bagian posterior meruncing dan permukaan luar memperlihatkan garis-garis pertumbuhan konsentris yang jelas. Bagian dalam cangkang masih menunjukkan lapisan nacre (lapisan mutiara) berwarna putih keabu-abuan, sedangkan permukaan luarnya berwarna coklat gelap akibat proses pelapukan. Karakter tersebut cukup konsisten dengan kelompok kerang air tawar genus cf. Pseudodon (famili Unionidae).

“Hal yang paling menarik dari spesimen ini adalah adanya tiga garis lurus pada bagian luar cangkang yang tampak memotong pola pertumbuhan alami kerang. Secara visual, ketiga garis tersebut berbeda dengan garis pertumbuhan konsentris yang terbentuk secara alami selama kehidupan kerang. Pola tersebut memunculkan dugaan awal bahwa goresan itu mungkin berasal dari aktivitas mekanis, misalnya akibat upaya membuka cangkang menggunakan alat, proses abrasi setelah kerang terkubur, maupun kemungkinan lain yang berkaitan dengan aktivitas manusia,” kata warga Kendal, Dani Satria (35), di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (24/07/2026).

Namun demikian, tanpa analisis mikroskopis terhadap profil goresan dan konteks geologinya, asal-usul ketiga garis tersebut belum dapat dipastikan sehingga masih harus dipandang sebagai hipotesis yang memerlukan penelitian lebih lanjut.

Temuan ini menjadi menarik karena mengingatkan pada penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2014 mengenai cangkang Pseudodon DUB1006-fL, yaitu fosil kerang air tawar dari Situs Trinil, Jawa Timur, yang memperlihatkan pola ukiran geometris berupa garis zig-zag. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ukiran itu kemungkinan dibuat oleh Homo erectus sekitar 430.000–540.000 tahun lalu, menjadikannya salah satu bukti tertua aktivitas menggores permukaan benda keras oleh manusia purba yang pernah ditemukan di dunia. Berbeda dengan spesimen Trinil yang telah melalui analisis mikroskopis sehingga pola ukirannya dapat dipastikan sebagai hasil goresan terarah, cangkang dari Wirosari belum memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk mencapai kesimpulan serupa. Meski demikian, keberadaan tiga garis lurus yang memotong pola alami cangkang menjadikannya layak mendapat perhatian karena mengingatkan pada pentingnya penelitian terhadap interaksi manusia purba dengan sumber daya perairan tawar di Pulau Jawa.

“Secara geologi, kawasan Grobogan memang dikenal memiliki endapan Kuarter yang menyimpan berbagai fosil vertebrata maupun moluska. Penemuan kerang air tawar seperti ini dapat menjadi indikator bahwa wilayah tersebut pada masa lampau merupakan lingkungan sungai, rawa atau danau yang mampu mendukung kehidupan berbagai organisme. Apabila spesimen ini benar berasal dari lapisan sedimen tua yang masih berada pada konteks stratigrafi yang utuh, maka keberadaannya dapat membantu merekonstruksi kondisi lingkungan purba yang mungkin juga pernah dihuni oleh Homo erectus maupun manusia awal lainnya. Tentu saja, hubungan tersebut masih bersifat hipotesis yang harus diuji melalui analisis umur sedimen, identifikasi taksonomi yang lebih rinci, dokumentasi stratigrafi, serta kajian arkeologi yang sistematis,” imbuh Dani.

Temuan Dani ini menunjukkan bahwa potensi penelitian paleontologi dan arkeologi di Grobogan masih sangat terbuka. Meski belum dapat disejajarkan dengan temuan legendaris Dubois di Trinil, cangkang tersebut memiliki sejumlah karakter yang mengingatkan pada kelompok kerang Pseudodon, sekaligus menyimpan fitur menarik berupa tiga goresan lurus yang patut diteliti lebih mendalam. Dokumentasi awal seperti ini merupakan langkah penting dalam pelestarian data lapangan, karena tidak sedikit penemuan ilmiah berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh para peneliti. Apabila di kemudian hari ditemukan lebih banyak spesimen dari lapisan sedimen yang sama, disertai analisis laboratorium dan ekskavasi yang terkontrol, bukan tidak mungkin kawasan Wirosari akan memberikan informasi baru mengenai sejarah lingkungan purba serta kehidupan manusia di Pulau Jawa pada masa Pleistosen.

Konsolidasi Maskapai BUMN, Garuda Group Disiapkan Kuasai Pasar dengan Layanan Penerbangan Terbaik

JAKARTA — Danantara bersama BP BUMN terus mendorong konsolidasi maskapai BUMN sebagai langkah strategis memperkuat industri penerbangan nasional. Melalui langkah ini, Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group guna membangun kekuatan maskapai nasional yang lebih solid, efisien, dan berdaya saing.

Sejalan dengan proses tersebut, pada Kamis (23/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran direksi Pelita untuk membahas arah penguatan holding maskapai nasional.

Dalam kesempatan itu, Dony menjelaskan bahwa Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN, sementara Pelita akan bergabung sebagai bagian dari Garuda Group. Menurutnya, konsolidasi ini akan memperkuat kapasitas grup dalam menghadapi persaingan industri penerbangan.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Selain memperkuat struktur korporasi, Dony menekankan bahwa industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.

Selaras dengan hal tersebut, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. Penguatan layanan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, hingga penguatan program loyalitas pelanggan serta pengembangan sumber daya manusia.

Melalui konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, Garuda Group diharapkan mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di tingkat regional.

Konsolidasi 120 Hotel BUMN Memasuki Babak Baru di Bawah InJourney Hospitality

JAKARTA — Konsolidasi seluruh hotel BUMN di bawah naungan InJourney Hospitality memasuki babak baru transformasi untuk menghadirkan operator hotel kebanggaan Indonesia. Melalui integrasi 120 hotel BUMN di bawah InJourney Group, perusahaan kini menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari program streamlining BUMN yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto guna menciptakan pengelolaan BUMN yang lebih efisien, fokus, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Pada Rabu (22/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Direktur Utama InJourney, Maya Watono, untuk membahas pengembangan InJourney Hospitality sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia setelah bergabungnya 120 hotel BUMN ke dalam InJourney Group.

Menurut Dony, konsolidasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing industri perhotelan nasional melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi dan efisien.

“Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan aset, tetapi membangun operator hotel nasional yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Transformasi ini tidak hanya memperkuat portofolio aset BUMN di sektor perhotelan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan standar layanan kelas dunia yang berakar pada kekayaan keramahtamahan Nusantara. Melalui langkah tersebut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sucofindo Dukung DSI Perkuat Verifikasi untuk Cegah Praktik Under-Invoicing

JAKARTA — PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) bersama PT Sucofindo memperkuat sinergi untuk mencegah praktik under-invoicing yang selama ini berpotensi menimbulkan kerugian negara. Melalui kolaborasi ini, Sucofindo akan memperkuat perannya sebagai verifikator independen guna memastikan transparansi dan akuntabilitas nilai transaksi ekspor.

Selain memperketat pengawasan perdagangan guna menghindari kerugian negara akibat praktik tersebut, Sucofindo juga terus memperkuat perannya dalam mendukung tata kelola ekspor mineral nasional melalui penyusunan strategi identifikasi mineral ikutan, termasuk komoditas Rare Earth Elements (REE) dan unsur radioaktif. Langkah ini bertujuan meningkatkan kepastian hukum, menjaga kelancaran ekspor, sekaligus mendukung agenda hilirisasi mineral nasional.

Pada Rabu (22/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Sucofindo untuk membahas langkah konkret pencegahan under-invoicing, perkembangan strategi identifikasi mineral ikutan, penguatan mitigasi risiko ekspor, serta sinkronisasi langkah dalam mendukung tata kelola sektor mineral yang lebih efektif dan terintegrasi.

“Kita nggak boleh lagi kasih ruang buat praktik under-invoicing. Verifikasi harus benar-benar diperkuat supaya semua transaksi bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN.

Melalui kolaborasi ini, BP BUMN bersama Danantara mendorong penguatan peran BUMN dalam menciptakan sistem verifikasi ekspor yang lebih akuntabel, mendukung kepastian regulasi, serta memperkuat daya saing industri pertambangan Indonesia di pasar global.

Pembenahan PT Pos Indonesia, Manajemen Baru Laporkan Koreksi Pembukuan Rp9 Triliun

JAKARTA — Pembenahan PT Pos Indonesia menjadi salah satu agenda yang terus dikawal oleh BP BUMN bersama Danantara. Langkah ini menyusul laporan manajemen baru PT Pos Indonesia mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

Untuk mengawal pembenahan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi, pada Rabu (22/7). Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.

Dalam arahannya, Dony menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar persoalan perusahaan.

“Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya,” ujar Dony, mengutip instagram resmi BP BUMN.

Selain memastikan proses restrukturisasi berjalan komprehensif, pembenahan juga difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien guna mengurangi beban biaya perusahaan. Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.

Dony menekankan bahwa seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target yang terukur agar dapat dikawal secara konsisten.

“Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu,” tegas Dony.

Melalui pembenahan yang menyeluruh tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, serta meningkatkan daya saing sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi negara.

Transformasi IFG Pangkas 12 Entitas, Perkuat Tata Kelola dan Cegah Kesalahan Investasi

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, program streamlining telah memangkas sekitar 250 entitas BUMN dan menghasilkan efisiensi biaya mencapai Rp50 triliun. Di sektor asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) turut berkontribusi melalui penyederhanaan 12 entitas sebagai bagian dari transformasi ekosistem BUMN.

Pada Rabu (22/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direksi IFG untuk membahas percepatan program streamlining, perkembangan transformasi holding, serta penguatan tata kelola dan efisiensi perusahaan asuransi BUMN.

Dalam arahannya, Dony menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari penyederhanaan struktur perusahaan, tetapi juga dari perbaikan kualitas pengelolaan investasi. Menurutnya, berbagai persoalan yang selama ini terjadi di industri asuransi berakar pada penempatan investasi yang tidak seimbang dengan kewajiban (liabilities), sehingga meningkatkan eksposur risiko perusahaan.

“Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar,” ujar Dony, dikutip dari instagram resmi BP BUMN.

Ia juga mengingatkan adanya ketidakseimbangan portofolio investasi yang perlu segera diselesaikan. Dony menilai pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi dengan kinerja aset investasi, khususnya pada portofolio properti, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan perusahaan apabila tidak segera ditangani.

“Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut. Ini harus diselesaikan dengan cepat,” tegas Dony.

Melalui transformasi holding dan program streamlining, IFG diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan pengembangan produk asuransi dilakukan berdasarkan analisis risiko yang sehat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan industri asuransi BUMN sekaligus mencegah terulangnya kesalahan investasi di masa mendatang.

Manajer Operasional HA-Medika Kendal Terima Penghargaan PMI atas Donor Darah Lebih dari 25 Kali

KENDAL – Komitmen dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah kembali mendapat apresiasi. Manajer Operasional HA-Medika Kendal, Dani Satria (35), menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) atas dedikasinya sebagai pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darah lebih dari 25 kali. Penghargaan tersebut diterima pada Kamis (23/07/2026) di Kantor PMI Kabupaten Kendal, disertai sertifikat elektronik yang juga dikirimkan melalui surat elektronik (email) kepada para penerima penghargaan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor sukarela yang secara konsisten berkontribusi menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat. Darah yang didonorkan memiliki peran vital dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi, mulai dari korban kecelakaan, ibu yang mengalami komplikasi persalinan, penderita thalassemia, pasien kanker, hingga pasien yang menjalani tindakan operasi. Karena itu, keberadaan pendonor darah rutin menjadi salah satu penopang penting dalam sistem pelayanan kesehatan.

Dani Satria mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat dilakukan oleh siapa saja selama memenuhi persyaratan kesehatan. Ia berharap penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai pencapaian pribadi, melainkan menjadi pengingat bahwa setetes darah yang didonorkan dapat memberikan harapan hidup bagi orang lain.

“Saya bersyukur dapat menerima penghargaan ini. Namun yang lebih penting adalah semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Kebutuhan darah akan selalu ada dan kita semua bisa menjadi bagian dari solusi untuk membantu sesama,” kata Manajer Operasional HA-Medika Kendal, Dani Satria (35), di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026).

Sebagai Manajer Operasional HA-Medika Kendal, Dani menilai semangat donor darah selaras dengan nilai-nilai pelayanan kesehatan yang mengedepankan aspek promotif dan preventif. Selain membantu sesama, donor darah secara berkala juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya karena setiap calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor. Budaya donor darah yang kuat di masyarakat diharapkan dapat meningkatkan ketahanan layanan kesehatan, terutama saat kebutuhan darah meningkat.

“HA-Medika Kendal juga mendukung tumbuhnya budaya donor darah sebagai bagian dari kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Semangat kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kesehatan di klinik, tetapi juga melalui aksi nyata yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat, salah satunya menjadi pendonor darah sukarela. Saya berharap semakin banyak institusi, perusahaan, organisasi dan komunitas yang mendorong anggotanya untuk rutin mendonorkan darah sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Kendal,” imbuh Dani.

Momentum pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup kemanusiaan. PMI secara rutin mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk mendonorkan darah demi menjaga ketersediaan stok darah sepanjang tahun. Semakin banyak pendonor aktif, semakin besar pula peluang menyelamatkan nyawa sesama. 

Konsolidasi Aset Jadikan Danareksa Pengelola Kawasan Industri Terbesar di Asia Tenggara

JAKARTA – Konsolidasi aset kawasan industri milik BUMN berpotensi menambah lebih dari 13.000 hektare kawasan yang dikelola Danareksa. Langkah strategis ini akan memperkuat posisi Danareksa sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.

Pada Selasa (21/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direksi Danareksa untuk membahas percepatan transformasi Danareksa sebagai strategic holding kawasan industri.

Transformasi tersebut mencakup pengembangan tujuh kawasan industri eksisting, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, serta penguatan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan.

Dony menegaskan bahwa konsolidasi kawasan industri merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya tarik investasi Indonesia melalui pengelolaan kawasan yang lebih terintegrasi.

“Kawasan industri nanti akan kita konsolidasikan. Memang Batam ini ada transaksi yang harus kita selesaikan, tetapi ke depan juga kita akan melihat potensi di Karawang, kemudian di Patimban, dan Batam. Sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dari daya tarik investasi kita ke depan,” ujar Dony, mengutip akun Instagram resmi BP BUMN.

Melalui konsolidasi dan pengelolaan kawasan yang semakin terintegrasi, Danareksa diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah aset BUMN, memperkuat daya saing kawasan industri nasional, serta mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi Indonesia.