Ratusan Anak Usaha Dipangkas, Ekonom UI: Tingkatkan Efisiensi dan Efektivitas BUMN

JAKARTA-Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto mendukung pemangkasan puluhan anak usaha BUMN. Toto menyebut perampingan anak usaha bertujuan agar perusahaan pelat merah lebih fokus pada bisnis inti atau core business.

“Diharapkan kinerja mereka bisa meningkat karena proses ini bisa meningkatkan efisiensi dan potensi sinergi BUMN yang lebih besar,” ujar Toto di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Toto, pemangkasan 47 anak usaha PTPN, 28 anak usaha SIG, hingga 17 anak usaha Pelindo dapat mendongkrak laju kinerja perusahaan. Namun demikian, Toto mengingatkan bahwa tantangan utama dari proses konsolidasi BUMN terletak pada tahap implementasi pasca-merger.

“Tentu perlu kerja keras di proses eksekusi karena biasanya value creation gagal tercipta di BUMN karena kegagalan dalam implementasi post merger integration-nya,” ucap Toto.

Oleh karena itu, Toto menekankan pentingnya keberadaan Project Management Office (PMO) yang kuat untuk mengawal proses transformasi dan integrasi perusahaan. Menurut dia, pengurangan jumlah BUMN tidak boleh hanya berfokus pada penurunan angka perusahaan, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi BUMN ke depan.

“Intinya pengurangan jumlah BUMN bukan sekedar di angka saja, tapi yang lebih hakiki harus mampu menumbukan value yang lebih besar bagi BUMN tersebut,” kata Toto.

Kepala BP BUMN “Spill” Syarat jadi Direksi BUMN

JAKARTA — Direksi BUMN dituntut tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tetapi juga kemampuan strategis dalam menghadapi dinamika bisnis dan tantangan global yang semakin kompleks. Kemampuan leadership, strategic thinking, project management, hingga memastikan implementasi strategi berjalan efektif menjadi syarat penting bagi para pemimpin perusahaan negara.

Selain kompetensi bisnis dan manajerial, direksi BUMN juga dituntut memiliki integritas, akuntabilitas, ketahanan mental, serta kemampuan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan agar transformasi perusahaan dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan syarat ideal menjadi direksi BUMN tersebut dalam kegiatan Director Onboarding Program pada Kamis (21/05). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sekaligus penyelarasan arah kepemimpinan BUMN ke depan.

“Direksi BUMN harus memiliki kepemimpinan yang kuat, integritas, dan kemampuan mengeksekusi strategi secara disiplin,” ujar Dony.

Dalam kegiatan tersebut, ditekankan bahwa menjadi seorang direktur bukan sekadar jabatan, melainkan standar kepemimpinan yang harus dijaga dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Para direksi didorong mampu mengambil keputusan strategis secara etis di bawah tekanan, memperkuat transparansi dan tata kelola perusahaan, serta memastikan transformasi berjalan terukur dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Director Onboarding Program juga menjadi ruang penguatan perspektif kepemimpinan agar para direksi memiliki visi yang selaras dalam mendorong daya saing BUMN. Penguatan tata kelola, disiplin eksekusi, dan orientasi terhadap keberlanjutan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kinerja perusahaan negara di tengah perubahan ekonomi global.

Melalui program tersebut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong hadirnya pemimpin-pemimpin BUMN yang profesional, adaptif, dan visioner agar mampu membawa perusahaan negara menjadi lebih kompetitif serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

BP BUMN dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Pastikan Lindungi Pekerja di Tengah Transformasi BUMN

JAKARTA — BP BUMN bersama Kementerian Ketenagakerjaan mendorong penguatan sinergi melalui rencana kerja sama strategis guna memastikan proses transformasi BUMN berjalan dengan prinsip no one left behind serta tetap menjamin tidak adanya pengurangan hak pegawai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transformasi BUMN tetap berjalan sehat, profesional, dan berkelanjutan dengan mengedepankan perlindungan terhadap seluruh insan perusahaan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Kamis (21/05), untuk membahas penguatan hubungan industrial serta perlindungan hak pegawai dalam proses transformasi BUMN.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas kelembagaan agar transformasi yang dijalankan BUMN tetap berpihak pada keberlanjutan tenaga kerja dan stabilitas hubungan industrial.

“Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony.

Dalam pembahasan itu, masing-masing BUMN juga didorong membentuk Lembaga Kerja Sama Bipartit guna memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja serta meminimalisir potensi permasalahan hubungan industrial di lingkungan perusahaan.

Selain itu, penguatan kompetensi sumber daya manusia BUMN melalui sertifikasi profesional juga menjadi perhatian, seiring kebutuhan pengelolaan hubungan industrial yang semakin dinamis. Tata kelola transformasi pun terus didorong agar berjalan secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, BP BUMN bersama Danantara menegaskan komitmennya untuk memastikan transformasi BUMN tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga tetap memberikan perlindungan dan kepastian bagi para pegawai.

BP BUMN Kawal Transformasi SIG, Jumlah Anak Usaha Dipangkas dari 40 Menjadi 12 Entitas

JAKARTA — Semen Indonesia Group (SIG) terus mempercepat langkah transformasi korporasi melalui program streamlining entitas usaha secara besar-besaran. Dalam proses tersebut, jumlah entitas usaha SIG dirampingkan dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama sebagai bagian dari strategi memperkuat efisiensi bisnis, mempertajam fokus pada lini usaha strategis, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri global.

Langkah transformasi tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, didampingi Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, bersama jajaran Direksi SIG pada Rabu (20/05). Pertemuan tersebut menyoroti perkembangan pelaksanaan program streamlining yang kini telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II tahun 2026, termasuk berbagai langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan.

Dalam arahannya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi dan streamlining BUMN merupakan bagian penting dalam membangun perusahaan negara yang lebih sehat, agile, dan kompetitif di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

“Transformasi BUMN harus diarahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien, fokus pada core business, serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.

Dalam proses transformasi tersebut, SIG menjalankan sejumlah agenda strategis, mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih ramping, efektif, dan mampu mendukung pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan terukur.

Selain fokus pada efisiensi operasional, SIG juga memastikan seluruh tahapan transformasi berjalan secara prudent dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan terus berkoordinasi dengan advisor independen, auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta melaksanakan proses due diligence guna memastikan setiap langkah strategis dilakukan secara akuntabel dan transparan.

Melalui langkah transformasi yang terukur dan berkelanjutan, SIG diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur nasional ke depan, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia.

Bersihkan Buku BUMN, Laporan Keuangan Danantara Tunggu Proses ‘Impairment’

JAKARTA — Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola dan transparansi laporan keuangan seluruh perusahaan pelat merah. Langkah ini krusial dilakukan seiring dengan proses pembersihan buku-buku keuangan BUMN serta penyelesaian proses impairment (penurunan nilai aset) yang bermasalah sebelum laporan keuangan Danantara difinalisasi dan dipublikasikan pada pertengahan tahun ini.

​”Kita sedang bereskan buku-buku semua. Impairment kita rapihkan dulu,” pungkasnya kepada wartawan,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, saat ditanya wartawan soal laporan keuangan Danantara disela kunjungannya ke BEI, Selasa (19/5/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Dony menegaskan bahwa transformasi total di tubuh BUMN menjadi harga mati agar pengelolaan aset negara menjadi lebih transparan dan akuntabel. Menurutnya, akar masalah dari beban keuangan yang terjadi selama ini bersumber dari tata kelola yang tidak baik.

​”BUMN harus berubah, harus bertransformasi menjadi lebih transparan dikelola menjadi lebih baik,” ujar Dony menegaskan komitmen bersih-bersih tersebut.

​Dony membeberkan bahwa karut-marut laporan keuangan BUMN sering kali dipicu oleh praktik manipulasi atau rekayasa keuangan demi memoles kinerja di permukaan. Akibatnya, negara dan perusahaan harus menanggung kerugian besar, baik karena faktor kelalaian manajemen maupun tindakan melanggar hukum.
​”Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam memanage atau rugi karena fraud,” kata Dony blak-blakan.

​Dampak dari lemahnya tata kelola tersebut tercermin nyata pada lonjakan nilai impairment aset BUMN yang menyentuh angka fantastis. Inilah yang kini diperbaiki pada tahun ini. Tak hanya itu, sektor dana pensiun (dapen) BUMN juga menjadi sorotan tajam karena menyimpan bom waktu berupa potensi gagal bayar (potential default) yang sangat besar.

​”Anda bisa bayangkan pada tahun ini saja Impairment hampir Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola,” ungkap Dony. “Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure kita dana pensiun kurang lebih Rp50 triliun.”

​Mengingat skala persoalan yang masif, manajemen Danantara dan BP BUMN memilih untuk mengambil langkah terukur. Laporan keuangan Danantara baru akan diselesaikan setelah seluruh pos keuangan BUMN yang bermasalah ditertibkan dan dihitung ulang secara objektif.

​Dony memastikan bahwa saat ini fokus utama timnya adalah melakukan audit mendalam dan merapikan pencatatan aset agar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Melalui konsolidasi dan pembersihan buku ini, Danantara diharapkan dapat memulai langkahnya di atas fondasi keuangan yang sehat, bersih dari beban masa lalu, serta menerapkan standar transparansi berkelas global.

180 BUMN Telah Ditata, BP BUMN Bersama Danantara Terus Dorong Percepatan Streamlining BUMN

JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria memimpin rapat bersama PT Danantara Asset Management, pada Selasa (19/05), terkait evaluasi dan akselerasi streamlining BUMN. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi dan penataan BUMN agar semakin efektif, efisien, serta fokus pada lini bisnis inti yang bernilai strategis bagi negara.

Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema. “Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran,” ujar Dony. Penataan tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih bisnis, serta memastikan setiap entitas memiliki peran yang jelas dalam menciptakan nilai ekonomi dan mendukung penguatan daya saing nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menegaskan bahwa percepatan transformasi BUMN harus dilakukan melalui penataan fundamental yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.

“Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.

Sejalan dengan arahan tersebut, fokus pembahasan dalam rapat mencakup percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang masih belum optimal, termasuk penguatan tata kelola, penajaman arah bisnis, dan optimalisasi aset. Selain itu, struktur perusahaan yang dinilai masih tumpang tindih agar dapat bergerak lebih lincah, profesional, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar.

BP BUMN dan Danantara memastikan restrukturisasi ini bukan sekadar penyederhanaan jumlah perusahaan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi BUMN secara menyeluruh. Melalui penataan yang lebih terarah, BUMN ditargetkan semakin efektif dan efisien, beroperasi sesuai prinsip korporasi profesional, kompetitif di pasar, serta mampu memberikan kontribusi riil bagi kas negara dan masyarakat.

Kepala BP BUMN Tegaskan Peranan BUMN sebagai Jangkar Stabilitas Pasar Modal Nasional

JAKARTA — Kinerja emiten BUMN menunjukkan fundamental yang kuat di tengah dinamika perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Performa positif perusahaan-perusahaan pelat merah di lantai bursa dinilai berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa kondisi emiten BUMN saat ini tetap kuat dan mampu menopang stabilitas pasar di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik. Menurutnya, kontribusi emiten BUMN tidak hanya tercermin dari capaian kinerja keuangan dan operasional perusahaan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga daya tahan sektor pasar modal nasional.

“Emiten BUMN saat ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dan turut menjaga stabilitas pasar modal Indonesia di tengah dinamika IHSG,” ujar Dony.

Komitmen menjaga stabilitas pasar juga ditunjukkan melalui kunjungan kerja strategis ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, yang dilakukan Kepala BP BUMN Dony Oskaria bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, serta jajaran Direksi BEI, pada Selasa (19/05).

Kunjungan lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mengawal stabilitas pasar secara real-time. Sinergi antarotoritas dan pelaku sektor keuangan dinilai penting untuk memastikan pasar modal Indonesia tetap resilien, sehat, dan mampu menghadapi berbagai dinamika ekonomi global.

Selain memperkuat koordinasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga iklim investasi nasional agar tetap kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Stabilitas pasar modal dipandang memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melalui penguatan tata kelola investasi dan sektor keuangan, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong terciptanya ekosistem pasar yang sehat, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dani Satria Apresiasi Pendirian Museum Marsinah

Seorang pemerhati ketenagakerjaan, Dani Satria mengapresiasi pendirian Museum Marsinah sebagai langkah penting dalam menjaga memori kolektif bangsa terhadap perjuangan buruh di Indonesia. Menurutnya, museum tersebut bukan hanya menjadi ruang sejarah, tetapi juga simbol penghormatan terhadap nilai keadilan sosial dan hak-hak pekerja.

Dani menilai kehadiran Museum Marsinah dapat menjadi sarana edukasi publik mengenai perjalanan panjang gerakan buruh nasional. Generasi muda, menurut Dani, perlu memahami bahwa pembangunan bangsa juga lahir dari perjuangan para pekerja yang memperjuangkan kesejahteraan dan kemanusiaan.

Dani Satria juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok visioner dalam melihat hubungan antara kebudayaan dan perburuhan. Dalam pandangannya, perhatian terhadap sejarah perjuangan buruh menunjukkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada penghargaan terhadap nilai kemanusiaan dan identitas bangsa.

Menurut Dani, kebudayaan memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa yang menghormati kerja keras, solidaritas, dan keadilan sosial. Oleh sebab itu, pendirian museum seperti Museum Marsinah dapat menjadi bagian dari strategi kebudayaan nasional yang memperkuat kesadaran sejarah masyarakat Indonesia.

Ia menambahkan bahwa isu ketenagakerjaan sering kali dipandang semata-mata sebagai persoalan ekonomi dan industri. Padahal, lanjutnya, persoalan buruh juga berkaitan erat dengan martabat manusia, hak sosial, serta penghormatan terhadap kontribusi pekerja dalam pembangunan nasional.

Dani juga berharap Museum Marsinah dapat menjadi ruang dialog antara pemerintah, pekerja, akademisi, dan masyarakat sipil dalam membahas masa depan ketenagakerjaan Indonesia. Dengan pendekatan edukatif dan historis, museum tersebut diyakini mampu memperkuat semangat kolektif untuk menciptakan hubungan industrial yang lebih adil dan manusiawi.

Menurut Dani Satria, langkah menghadirkan Museum Marsinah mencerminkan keberanian untuk merawat sejarah secara terbuka dan bermartabat. Ia menilai upaya tersebut dapat menjadi warisan penting bagi generasi mendatang agar memahami bahwa demokrasi, keadilan sosial, dan kesejahteraan pekerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.

Peluang HIPMI di Kampung Nelayan Merah Putih

Indonesia menargetkan investasi sekitar Rp22,5 triliun untuk pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih. Pasar baru mulai terbentuk untuk cold storage, logistik seafood, pabrik es, distribusi hasil laut, sampai utility pesisir. Anthony Leong melihat ekonomi maritim sebagai peluang pertumbuhan baru bagi pengusaha daerah dan anggota HIPMI.

Masalah utama nelayan hari ini berada pada distribusi dan rantai dingin. Banyak hasil tangkap turun kualitas sebelum masuk pasar besar atau industri pengolahan. Caketum AL mendorong HIPMI masuk ke bisnis utility pesisir karena kebutuhan pasarnya berjalan harian dan model bisnisnya berbasis recurring revenue.

Peluang usahanya sangat luas. Mulai dari reefer logistics, pengolahan seafood, SPBN nelayan, packaging ekspor, sampai operator cold chain daerah. Investasi utility skala menengah memiliki estimasi payback period sekitar 3–6 tahun jika volume distribusi dan utilisasi infrastrukturnya stabil.

Anthony Leong mendorong anggota HIPMI daerah masuk lebih awal ke rantai industrialisasi maritim nasional. Fokus utamanya berada pada supply chain, utility, logistik, dan pengolahan hasil laut berbasis wilayah. “Melaju Bersama” diarahkan untuk memperkuat pengusaha daerah agar ikut tumbuh bersama ekonomi pesisir Indonesia.

Dukung Instruksi Presiden Bunga PNM 8 Persen, BP BUMN Perkuat Program PNM Mekaar yang Inklusif dan Berdampak

JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama jajaran Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serta Direksi dan Dewan Komisaris PT Permodalan Nasional Madani pada Senin (18/05) guna menindaklanjuti penyesuaian suku bunga program PNM Mekaar menjadi 8 persen. Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan akses pembiayaan bagi keluarga prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro semakin terjangkau dan tepat sasaran.

Fokus pembahasan mencakup penguatan akses permodalan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro dengan tetap menjaga keberlanjutan bisnis, kualitas pembiayaan, serta kesehatan ekosistem Ultra Mikro Holding. Penguatan program dilakukan agar manfaat pembiayaan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Hingga saat ini, PNM Mekaar telah melayani lebih dari 16,2 juta nasabah kelolaan, dengan seluruh nasabah merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro. Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di berbagai daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program pembiayaan ultra mikro agar dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Dony.

BP BUMN dan Danantara mendukung penguatan program pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui sinergi antar BUMN, program pembiayaan ultra mikro diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, memperluas akses ekonomi produktif, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.