Indonesia terus memperkuat langkah menuju pembangunan rendah karbon melalui berbagai program strategis, mulai dari pengembangan 100 GW PLTS, perluasan B50, pengolahan sampah menjadi energi, penerapan carbon capture, restorasi mangrove, hingga penguatan Sistem Registri Unit Karbon.
Apabila seluruh program tersebut berjalan sesuai potensi yang direncanakan, diperkirakan dapat membantu menurunkan emisi sebesar 201–209 juta ton CO₂e per tahun. Tentu, target ini memerlukan implementasi yang konsisten, pengawasan yang kuat, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Transisi menuju ekonomi hijau bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan energi, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat daya saing nasional, dan mewariskan Indonesia yang lebih lestari bagi generasi mendatang.
🌿 Indonesia Hijau, Indonesia Maju. Bersama menjaga bumi, bersama membangun negeri.
Ketua Umum Prabowo Power, Dani STR menyebut bahwa ketahanan pangan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk juga peran aktif TNI bersama para petani di seluruh Indonesia.
Hari ini, 17 Juli 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis: tebu, kedelai, dan padi.
Di Malang, Bapak Presiden menyaksikan langsung panen tebu sekaligus meninjau hasil hilirisasi komoditas pertanian yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah. Panglima TNI melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa panen tebu di lokasi tersebut dilakukan di lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 72.045 ton.
Bapak Presiden juga berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan aspirasi mereka. Bapak Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa. Keterlibatan TNI bersama para petani menjadi contoh nyata bahwa kekuatan nasional harus bergerak bersama untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Polda Jawa Tengah mencatat ada 16 kebakaran lahan di berbagai wilayah di provinsi Jawa Tengah selama 10 hari pertama Juli 2026. Berbagai peristiwa kebakaran tersebut sebagian besar terjadi pada rentang waktu antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Memasuki puncak musim kemarau 2026, Polda Jawa Tengah memperkuat berbagai langkah mitigasi serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli di wilayah rawan, pemantauan hotspot, edukasi kepada masyarakat, koordinasi lintas instansi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani mengapresiasi Langkah Polda Jateng tersebut. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang ditempuh tidak lagi berfokus pada pemadaman semata, melainkan mulai mengedepankan aspek pencegahan. Jika ditinjau dari kajian ilmiah mengenai Integrated Fire Management (IFM) dan kerangka Disaster Risk Reduction (DRR), strategi tersebut layak diapresiasi karena sejalan dengan prinsip bahwa mencegah kebakaran jauh lebih efektif dan lebih murah dibandingkan menangani kebakaran yang sudah meluas.
“Aspek yang paling layak mendapatkan apresiasi adalah perubahan orientasi dari pendekatan yang bersifat reaktif menuju pendekatan preventif. Kehadiran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, pemantauan titik panas atau hotspot, serta peningkatan kesiapsiagaan personel menunjukkan bahwa Polda Jawa Tengah memahami pentingnya membangun kewaspadaan sebelum kebakaran terjadi. Dari perspektif manajemen bencana modern, upaya tersebut merupakan bagian dari fase preparedness dan prevention yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization,” kata Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/07/2026).
Hardiat menambahkan, berdasarkan perspektif green criminology, masih terdapat sejumlah ruang penguatan agar strategi pencegahan menjadi lebih efektif. Perspektif green criminology mengkaji bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Indonesia dipicu oleh aktivitas manusia, baik karena pembukaan lahan, kelalaian, maupun faktor sosial-ekonomi lainnya. Dengan demikian, keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada intensitas patroli, tetapi juga pada kemampuan mengubah perilaku masyarakat.
“Edukasi yang berkesinambungan, pemberian alternatif pembukaan lahan tanpa bakar, pemberdayaan kelompok masyarakat peduli api, hingga pendekatan ekonomi kepada petani merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang. Pencegahan yang berpusat pada manusia atau human-centered prevention, justru menjadi salah satu faktor yang banyak direkomendasikan dalam berbagai studi internasional mengenai pengelolaan kebakaran lahan,” imbuh Hardiat.
Hardiat berpendapat, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas mitigasi. Patroli lapangan dapat dipadukan dengan pemanfaatan data satelit, analisis Fire Weather Index (FWI), pemetaan risiko berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), drone pemantau, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memprediksi wilayah yang memiliki probabilitas tinggi mengalami kebakaran. Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan aparat memprioritaskan sumber daya pada lokasi yang benar-benar memiliki tingkat risiko tinggi sehingga penggunaan personel menjadi lebih efisien.
JAKARTA – Restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk diarahkan bukan hanya untuk memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Proses penyehatan perusahaan harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Pada Jumat (17/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk membahas secara menyeluruh arah restrukturisasi perusahaan. Pembahasan meliputi valuasi aset, struktur dan kemampuan pembayaran utang, proyeksi arus kas, hingga penentuan model bisnis yang dinilai paling tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus Waskita pada bisnis jalan tol. Dengan karakteristik bisnis yang memberikan pendapatan jangka panjang, pengelolaan jalan tol dinilai memiliki prospek yang kuat sebagai fondasi bisnis perusahaan. Namun, sebelum memasuki tahap pengembangan, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan sehat sehingga perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya secara mandiri, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang memperoleh pendanaan, termasuk melalui pasar modal.
“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah jasa marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan fokus bisnis bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya aset yang dimiliki, tetapi harus didukung oleh perhitungan bisnis yang matang, struktur keuangan yang sehat, serta proyeksi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
BP BUMN bersama Danantara akan terus mengawal proses restrukturisasi agar tidak berhenti pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi benar-benar menghasilkan transformasi yang menyeluruh. Melalui model bisnis yang lebih fokus, struktur keuangan yang lebih kuat, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta tidak kembali menghadapi persoalan yang sama di masa mendatang.
Presiden Prabowo resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara daring dari Istana Merdeka.
Setelah penantian selama hampir tiga dekade sejak penemuan cadangan gas, pembangunan proyek senilai USD20,9 miliar ini akhirnya dapat direalisasikan.
Saat beroperasi nanti, LNG Abadi Masela diproyeksikan menghasilkan lebih dari 9 juta ton LNG, kondensat, dan produk lainnya, menyumbang USD137,8 miliar terhadap PDB nasional, serta memprioritaskan 30% tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Seorang warga Kendal, Dani Satria (34) menemukan seekor katak yang tidak biasa di sebuah sumur tua di tengah kebun warga di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, kawasan Pantai Utara (Pantura) Kendal, sekitar lima kilometer dari garis pantai. Katak tersebut memiliki tubuh ramping, kulit halus berwarna cokelat, kaki belakang yang panjang, serta garis memanjang di bagian punggung. Penampilannya sangat berbeda dengan kodok buduk (Duttaphrynus melanostictus) yang umum dijumpai di pekarangan rumah.
Beberapa orang warga sekitar lainnya menyebutnya sebagai “katak terbang”. Menurut ingatannya, ketika masih kecil ia sering melihat katak tersebut berkembang biak di pepohonan. Cerita itu memunculkan rasa penasaran.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa katak temuan tersebut sangat mungkin merupakan Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax), anggota famili Rhacophoridae. Dugaan ini didasarkan pada beberapa karakter yang tampak pada foto, yaitu tubuh yang ramping, kulit yang relatif halus, kepala yang agak meruncing, serta adanya garis terang di bagian punggung. Spesies ini dikenal memiliki variasi warna yang cukup luas, mulai dari krem hingga cokelat tua, sehingga identifikasi berdasarkan warna saja tidak cukup. Polypedates leucomystax juga merupakan spesies yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mampu beradaptasi pada berbagai habitat, mulai dari hutan, semak, lahan pertanian, hingga lingkungan permukiman manusia. Status konservasinya menurut IUCN adalah Least Concern, yang berarti belum termasuk spesies yang terancam punah.
“Hal yang menarik adalah lokasi penemuannya. Beberapa artikel populer di internet menyebut bahwa katak ini hidup pada ketinggian sekitar 750–1.500 meter di atas permukaan laut. Namun, informasi tersebut tampaknya tidak dapat digeneralisasi. Berbagai referensi ilmiah justru menunjukkan bahwa Polypedates leucomystax memiliki sebaran habitat yang sangat luas dan sering ditemukan di dataran rendah, kawasan perkebunan, bahkan dekat permukiman manusia. Spesies ini aktif pada malam hari, memanfaatkan pohon, semak dan vegetasi sebagai tempat bertengger, kemudian turun untuk mencari makan atau berkembang biak di sekitar sumber air. Dengan demikian, keberadaan seekor katak pohon di sebuah kebun Pantura Kendal yang hanya beberapa meter di atas permukaan laut bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah, melainkan menunjukkan kemampuan adaptasi spesies ini terhadap berbagai kondisi lingkungan,” kata Seorang warga Kendal, Dani Satria (34), di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (18/07/2026).
Cerita warga sekitar yang menyebut katak tersebut sebagai “katak terbang” juga menarik untuk dicermati. Dalam ilmu herpetologi, istilah “katak terbang” umumnya digunakan untuk beberapa spesies dalam genus Rhacophorus yang memiliki selaput kaki sangat lebar sehingga mampu meluncur dari pohon ke pohon. Sementara itu, Polypedates leucomystax tidak benar-benar dapat meluncur, tetapi tetap merupakan katak arboreal yang piawai memanjat pohon menggunakan bantalan perekat pada ujung jarinya. Pengetahuan lokal kemungkinan menggabungkan kedua kelompok katak tersebut ke dalam satu sebutan karena sama-sama hidup di pepohonan dan berkembang biak dengan membuat sarang busa pada vegetasi di atas air. Ketika telur menetas, berudu akan jatuh ke dalam genangan atau kolam di bawahnya. Fenomena reproduksi inilah yang mungkin melatarbelakangi cerita turun-temurun bahwa katak tersebut “bertelur di pohon”.
Dani menambahkan, temuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa keanekaragaman hayati masih dapat dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal, bahkan di sebuah sumur tua di tengah kebun. Observasi lapangan seperti ini juga menunjukkan pentingnya menggabungkan dokumentasi, pengetahuan lokal dan literatur ilmiah sebelum menarik suatu kesimpulan. “Identifikasi yang saya lakukan masih bersifat dugaan berdasarkan dokumentasi foto, sehingga konfirmasi lebih lanjut oleh herpetolog atau melalui pengamatan ciri morfologi yang lebih lengkap tetap diperlukan. Namun demikian, catatan kecil ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi awal mengenai keberadaan katak pohon di kawasan Pantura Kendal sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan biodiversitas yang masih hidup di sekitar kita,” pungkas Dani.
JAKARTA – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, pada Jumat (17/7). Pertemuan tersebut membahas langkah transformasi Telkom Enterprise untuk memperkuat bisnis layanan solusi dan teknologi komunikasi bagi segmen korporasi.
Dalam pembahasan itu, Dony menekankan bahwa Telkom Enterprise harus menjadi integrator utama yang menyatukan seluruh kapabilitas bisnis Telkom. Menurutnya, sinergi antarlini usaha menjadi kunci agar setiap unit tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi kepada pelanggan.
“Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.
Transformasi tersebut akan dilakukan melalui penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola, serta pembenahan model akuntansi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Telkom Enterprise sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih agresif di tengah meningkatnya kebutuhan solusi digital bagi dunia usaha.
Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa saat ini Telkom Enterprise membukukan pendapatan sekitar Rp19 triliun. Meski pertumbuhan pendapatan masih menghadapi tantangan, potensi peningkatan kinerja dinilai masih sangat besar apabila transformasi dijalankan secara konsisten.
“Revenue saat ini Rp19 triliun, growth memang masih minus. Tapi kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25 sampai 30 persen. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?” kata Veranita.
Melalui arahan Danantara, transformasi Telkom Enterprise akan difokuskan pada peningkatan efektivitas organisasi, pemanfaatan talenta-talenta muda Indonesia di bidang teknologi informasi, serta penguatan tata kelola perusahaan. Upaya tersebut diharapkan menjadikan Telkom Enterprise sebagai fondasi penting dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin penyedia solusi digital nasional.
Menutup pertemuan, Dony menegaskan bahwa momentum transformasi ini harus dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan siap menghadapi tantangan ke depan.
“Mulai membangun organisasi dengan benar. Ini kesempatan kita buat ngerapiin semuanya dan masuk ke fase yang baru,” ujar Dony.
JAKARTA – Setahun setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bullion Bank sebagai tonggak penguatan industri emas nasional, ekosistem bullion Indonesia kembali mencatatkan langkah penting melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Kehadiran IBMA menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku industri untuk membangun pasar bullion yang lebih terintegrasi, transparan, berstandar, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Peresmian Bullion Bank menjadi titik awal transformasi pengelolaan emas nasional. Dalam kurun waktu satu tahun, layanan bullion menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pegadaian kini mengelola sekitar 153 ton emas, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) mengelola sekitar 24 ton emas. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion sekaligus menunjukkan besarnya potensi emas nasional sebagai instrumen investasi dan penggerak ekonomi.
Seiring pertumbuhan tersebut, penguatan tata kelola industri menjadi langkah yang semakin penting. Pembentukan IBMA diharapkan mampu menghadirkan standar, memperkuat kolaborasi antarpelaku industri, serta mendorong terciptanya ekosistem bullion yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.
Pada Kamis (16/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Pegadaian dan BSI untuk membahas perkembangan pembentukan IBMA serta langkah-langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, standardisasi, dan sinergi antarpelaku industri emas nasional.
“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar. Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.
Melalui sinergi BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI, pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
JAKARTA — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipersiapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus pusat layanan terpadu bagi masyarakat desa. Melalui jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, KDKMP diharapkan mampu memperkuat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari LPG 3 kg, beras SPHP, Minyakita, hingga pupuk bersubsidi.
Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga akan menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat desa, seperti penyaluran pembiayaan Mekaar, layanan perbankan BRILink, serta akses logistik melalui Pos Indonesia. Kehadiran berbagai layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, logistik, dan kebutuhan dasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, PTPN IV, RNI (ID FOOD), Bulog, dan Agrinas Palma. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antar-BUMN dalam mendukung operasional KDKMP agar mampu memberikan layanan yang semakin luas dan efektif bagi masyarakat desa.
Menurut Dony, sinergi lintas BUMN menjadi langkah awal untuk terus menyempurnakan layanan KDKMP sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sekarang ini integrasi KDKMP memang masih di tahap awal, jadi masih ada yang harus disempurnakan. Ke depan kita bakal terus benahi supaya sistemnya makin rapi, layanannya makin lengkap, dan masyarakat desa bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.
Melalui kolaborasi lintas BUMN tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, logistik, pembiayaan, dan berbagai program pemberdayaan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
JAKARTA – Akuntabilitas dan transparansi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan keuangan negara. Komitmen tersebut kembali dibuktikan BP BUMN dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menandai keberhasilan BP BUMN mempertahankan opini WTP selama 19 tahun berturut-turut sejak 2007, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan anggaran dengan tingkat realisasi di atas 96% dalam lima tahun terakhir.
Pada Rabu (15/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI untuk menyampaikan Laporan Keuangan BP BUMN Tahun Anggaran 2025. Penyampaian laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran sekaligus wujud komitmen BP BUMN dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“WTP ini bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menjaga tata kelola yang baik, bekerja secara transparan, dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sebaik mungkin,” ujar Dony, mengutip unggahan pada akun resmi instagram BP BUMN.
Dalam rapat tersebut, BP BUMN juga menyampaikan bahwa opini WTP yang berhasil dipertahankan selama 19 tahun berturut-turut merupakan hasil dari komitmen seluruh jajaran dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik serta memperkuat sistem pengendalian internal. Capaian ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Ke depan, BP BUMN akan terus memperkuat tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi dalam setiap pelaksanaan program. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan berbagai program strategis pemerintah dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.