BUMN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

JAKARTA – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, meninjau Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B Tol Cipularang pada Selasa (21/7). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi eksisting kawasan sekaligus memastikan percepatan pengembangan fasilitas guna meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan.

Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B merupakan salah satu titik layanan dengan aktivitas tinggi di ruas Tol Cipularang yang melayani rata-rata 7.000–10.000 kendaraan per hari. Kawasan ini telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari SPBU, SPKLU, masjid, area UMKM, hingga puluhan tenant, dan dipersiapkan menjadi showcase transformasi rest area dengan standar pelayanan yang lebih modern.

Dalam kunjungan tersebut, Dony meninjau rencana pengembangan kawasan secara menyeluruh, meliputi penataan area, peningkatan kapasitas parkir, pembenahan fasilitas komunal, serta penambahan berbagai layanan baru agar rest area semakin nyaman, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dony menegaskan bahwa peningkatan standar pelayanan tidak hanya diterapkan pada rest area yang dikelola BUMN, tetapi juga akan menjadi acuan bagi pengelola rest area lainnya.

“Kami juga akan memberitahukan kepada pihak pengelola rest area yang bukan milik kita. Jika mereka tidak mau mengikuti standar yang ditetapkan, kami akan memblokir dan menutup aksesnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat juga dapat merasakan manfaatnya,” ujar Dony.

Ia menambahkan bahwa aspek kebersihan dan kerapian menjadi prioritas utama dalam transformasi rest area sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Yang utama adalah kebersihan dan kerapian. Prinsip yang dipegang oleh Bapak Presiden adalah agar semua pelayanan publik kita menjadi lebih baik,” kata Dony, mengutip intagram resmi BP BUMN.

Melalui pengembangan Rest Area Travoy KM 88A dan KM 88B, BP BUMN bersama Danantara mendorong hadirnya rest area yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan publik yang nyaman, tertata, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.

FDRM: Dico Ganinduto Sangat Layak Memimpin Kembali Kabupaten Kendal

Dalam politik lokal, kelayakan seorang pemimpin untuk kembali memimpin seharusnya tidak semata-mata diukur dari popularitas ataupun dinamika politik elektoral, melainkan dari rekam jejak kebijakan, kemampuan menghadirkan perubahan dan arah pembangunan yang ditinggalkan. Dalam konteks Kabupaten Kendal, Dico M. Ganinduto merupakan salah satu kepala daerah yang berhasil membawa wajah baru pemerintahan dengan pendekatan yang lebih modern, terbuka dan berorientasi pada investasi. Selama masa kepemimpinannya sejak 2021, berbagai program pembangunan dijalankan dengan mengacu pada RPJMD Kabupaten Kendal 2021–2026 yang menekankan pemulihan ekonomi, peningkatan daya saing daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, serta pembangunan berkelanjutan.

Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM), Dani Satria menyebut salah satu indikator yang paling mudah diamati adalah keberhasilan memperkuat citra Kendal sebagai kawasan industri dan tujuan investasi. Posisi Kabupaten Kendal sebagai daerah penyangga kawasan industri nasional semakin menguat melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal serta berbagai upaya peningkatan infrastruktur pendukung. Pemerintah daerah juga mendorong modernisasi pelayanan publik, pembangunan fasilitas umum, revitalisasi pasar, hingga pembangunan perpustakaan daerah yang menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Kendal. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kepemimpinan Dico juga dikenal dengan pendekatan komunikasi publik yang relatif dekat dengan masyarakat. Program pengaduan masyarakat melalui kanal digital serta pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih responsif. Pendekatan ini penting karena pemerintahan modern tidak lagi hanya mengandalkan birokrasi konvensional, tetapi juga membutuhkan komunikasi dua arah agar aspirasi masyarakat dapat ditangkap lebih cepat. Meskipun efektivitas setiap program tentu masih dapat dievaluasi secara objektif, upaya membangun pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi merupakan nilai tambah yang patut diapresiasi,” kata Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM), Dani Satria di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (21/07/2026).

Dani menambahkan, tentu saja tidak ada kepemimpinan yang sepenuhnya bebas dari kritik. Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pemerataan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kesenjangan ekonomi, hingga penguatan sektor pertanian, perikanan dan UMKM agar mampu menikmati manfaat pertumbuhan industri. Namun demikian, kritik tersebut justru menjadi dasar untuk menyempurnakan kebijakan pada periode berikutnya, bukan semata-mata menjadi alasan untuk mengabaikan capaian yang telah diraih. Dalam perspektif pembangunan daerah, kesinambungan kebijakan sering kali menjadi faktor penting agar program-program strategis dapat mencapai hasil yang optimal.

“Oleh karena itu, apabila penilaian didasarkan pada rekam jejak pembangunan, keberanian melakukan inovasi, kemampuan menarik investasi, serta upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern, maka terdapat argumentasi yang kuat untuk menyatakan bahwa Dico Ganinduto layak dipertimbangkan kembali memimpin Kabupaten Kendal pada masa mendatang. Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan masyarakat melalui mekanisme demokrasi. Namun dalam demokrasi yang sehat, pilihan terbaik semestinya didasarkan pada evaluasi kinerja, capaian pembangunan dan visi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Kendal, bukan semata-mata pada persepsi politik sesaat,” pungkas Dani.

Keceriaan Anak-Anak Warnai Lomba Mewarnai Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal

KENDAL – Suasana penuh keceriaan dan semangat mewarnai memenuhi Perpustakaan Daerah Kabupaten Kendal pada Senin (20/7/2026). Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyelenggarakan Lomba Mewarnai jenjang TK/RA se-Kabupaten Kendal sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi sejak usia dini. Lomba mewarnai ini juga menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421 yang telah disusun Pemerintah Kabupaten Kendal sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Sejak pagi, para peserta hadir didampingi orang tua maupun guru dengan penuh antusias. Berbekal pensil warna, krayon dan alat mewarnai lainnya, mereka berusaha menghasilkan karya terbaik di atas lembar gambar yang telah disediakan panitia. Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap tertib, diwarnai semangat, keceriaan dan kreativitas anak-anak yang tampak menikmati setiap proses dalam perlombaan.

Lomba yang diperuntukkan bagi peserta didik jenjang TK/RA se-Kabupaten Kendal ini sebelumnya membuka pendaftaran pada 12–16 Juli 2026 melalui pemindaian QR Code pada poster resmi kegiatan. Penilaian dilakukan pada hari yang sama oleh dewan juri berdasarkan aspek kerapian, kesesuaian warna, kreativitas dan komposisi gambar. Setelah seluruh proses penilaian selesai, panitia langsung mengumumkan para pemenang yang berhasil meraih Juara I, II dan III, yang masing-masing memperoleh piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Salah satu peserta lomba dari TK Yasmina Cepiring, Hasan (5) mengaku senang dengan acara lomba mewarnai ini. “Tadi sangat menyenangkan. Seru sekali, banyak kawan disana,” ujar santri TK Yasmina, Hasan (5) di Perpusda Kendal, Kendal, Jawa Tengah, Senin (20/07/2026). Hasan sendiri merupakan penggagas Horizon Astronomy and Atmospheric Science Network (HASAN Institute) karena kegemarannya mengobservasi benda langit dan belajar konstelasi luar angkasa. 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap peringatan Hari Jadi ke-421 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif dan menyenangkan bagi generasi muda. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan di lingkungan Perpustakaan Daerah diharapkan dapat semakin mendekatkan anak-anak dengan budaya membaca, belajar dan berkarya, sehingga perpustakaan menjadi ruang publik yang ramah, inspiratif dan menyenangkan bagi keluarga serta masyarakat.

Prabowo Power: Menuju Indonesia Hijau

🌱 Menuju Indonesia Hijau

Indonesia terus memperkuat langkah menuju pembangunan rendah karbon melalui berbagai program strategis, mulai dari pengembangan 100 GW PLTS, perluasan B50, pengolahan sampah menjadi energi, penerapan carbon capture, restorasi mangrove, hingga penguatan Sistem Registri Unit Karbon.

Apabila seluruh program tersebut berjalan sesuai potensi yang direncanakan, diperkirakan dapat membantu menurunkan emisi sebesar 201–209 juta ton CO₂e per tahun. Tentu, target ini memerlukan implementasi yang konsisten, pengawasan yang kuat, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

Transisi menuju ekonomi hijau bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan energi, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat daya saing nasional, dan mewariskan Indonesia yang lebih lestari bagi generasi mendatang.

🌿 Indonesia Hijau, Indonesia Maju. Bersama menjaga bumi, bersama membangun negeri.

#PrabowoPower #PresidenPrabowo #IndonesiaHijau #TransisiEnergi #EkonomiHijau #KetahananEnergi #EnergiTerbarukan #PLTS #B50 #CarbonCapture #Mangrove #UnitKarbon #NetZeroEmission #RendahKarbon #EnergiBersih #SampahJadiEnergi #PembangunanBerkelanjutan #IndonesiaMaju #LingkunganHidup #IndonesiaEmas2045 #benprotv #tumgrd #ketumprabowopower #dppprabowopower

Prabowo Power: Ketahanan Pangan Tidak bisa Dibangun oleh Satu Pihak Saja

Ketua Umum Prabowo Power, Dani STR menyebut bahwa ketahanan pangan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk juga peran aktif TNI bersama para petani di seluruh Indonesia.

Hari ini, 17 Juli 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis: tebu, kedelai, dan padi.

Di Malang, Bapak Presiden menyaksikan langsung panen tebu sekaligus meninjau hasil hilirisasi komoditas pertanian yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah. Panglima TNI melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa panen tebu di lokasi tersebut dilakukan di lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 72.045 ton.

Bapak Presiden juga berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan aspirasi mereka. Bapak Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa. Keterlibatan TNI bersama para petani menjadi contoh nyata bahwa kekuatan nasional harus bergerak bersama untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan.


#PrabowoPower #PresidenPrabowo #Prabowo #PanenRaya #PanenRayaTNI #KetahananPangan #KedaulatanPangan #SwasembadaPangan #PetaniIndonesia #TNI #TNIBersamaRakyat #KolaborasiUntukNegeri #PertanianIndonesia #Padi #Tebu #Kedelai #IndonesiaMaju #PembangunanNasional #KesejahteraanPetani #IndonesiaEmas2045 #FoodSecurity #Agriculture #IndonesianFarmers #AgriInnovation #BanggaBuatanIndonesia #GotongRoyong #Hilirisasi #EkonomiIndonesia #BersamaMembangunIndonesia #NKRI

Kriminolog Apresiasi Polda Jateng Intensifkan Mitigasi Karhutla di Musim Kemarau 2026

Polda Jawa Tengah mencatat ada 16 kebakaran lahan di berbagai wilayah di provinsi Jawa Tengah selama 10 hari pertama Juli 2026. Berbagai peristiwa kebakaran tersebut sebagian besar terjadi pada rentang waktu antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Memasuki puncak musim kemarau 2026, Polda Jawa Tengah memperkuat berbagai langkah mitigasi serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli di wilayah rawan, pemantauan hotspot, edukasi kepada masyarakat, koordinasi lintas instansi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani mengapresiasi Langkah Polda Jateng tersebut. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang ditempuh tidak lagi berfokus pada pemadaman semata, melainkan mulai mengedepankan aspek pencegahan. Jika ditinjau dari kajian ilmiah mengenai Integrated Fire Management (IFM) dan kerangka Disaster Risk Reduction (DRR), strategi tersebut layak diapresiasi karena sejalan dengan prinsip bahwa mencegah kebakaran jauh lebih efektif dan lebih murah dibandingkan menangani kebakaran yang sudah meluas.

“Aspek yang paling layak mendapatkan apresiasi adalah perubahan orientasi dari pendekatan yang bersifat reaktif menuju pendekatan preventif. Kehadiran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, pemantauan titik panas atau hotspot, serta peningkatan kesiapsiagaan personel menunjukkan bahwa Polda Jawa Tengah memahami pentingnya membangun kewaspadaan sebelum kebakaran terjadi. Dari perspektif manajemen bencana modern, upaya tersebut merupakan bagian dari fase preparedness dan prevention yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi internasional seperti Food and Agriculture Organization,” kata Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/07/2026).

Hardiat menambahkan, berdasarkan perspektif green criminology, masih terdapat sejumlah ruang penguatan agar strategi pencegahan menjadi lebih efektif. Perspektif green criminology mengkaji bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Indonesia dipicu oleh aktivitas manusia, baik karena pembukaan lahan, kelalaian, maupun faktor sosial-ekonomi lainnya. Dengan demikian, keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada intensitas patroli, tetapi juga pada kemampuan mengubah perilaku masyarakat.

“Edukasi yang berkesinambungan, pemberian alternatif pembukaan lahan tanpa bakar, pemberdayaan kelompok masyarakat peduli api, hingga pendekatan ekonomi kepada petani merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang. Pencegahan yang berpusat pada manusia atau human-centered prevention, justru menjadi salah satu faktor yang banyak direkomendasikan dalam berbagai studi internasional mengenai pengelolaan kebakaran lahan,” imbuh Hardiat.

Hardiat berpendapat, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas mitigasi. Patroli lapangan dapat dipadukan dengan pemanfaatan data satelit, analisis Fire Weather Index (FWI), pemetaan risiko berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), drone pemantau, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memprediksi wilayah yang memiliki probabilitas tinggi mengalami kebakaran. Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan aparat memprioritaskan sumber daya pada lokasi yang benar-benar memiliki tingkat risiko tinggi sehingga penggunaan personel menjadi lebih efisien.

BP BUMN dan Danantara Dukung Waskita Perkuat Fokus Bisnis Jalan Tol

JAKARTA – Restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk diarahkan bukan hanya untuk memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Proses penyehatan perusahaan harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Pada Jumat (17/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk membahas secara menyeluruh arah restrukturisasi perusahaan. Pembahasan meliputi valuasi aset, struktur dan kemampuan pembayaran utang, proyeksi arus kas, hingga penentuan model bisnis yang dinilai paling tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus Waskita pada bisnis jalan tol. Dengan karakteristik bisnis yang memberikan pendapatan jangka panjang, pengelolaan jalan tol dinilai memiliki prospek yang kuat sebagai fondasi bisnis perusahaan. Namun, sebelum memasuki tahap pengembangan, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan sehat sehingga perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya secara mandiri, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang memperoleh pendanaan, termasuk melalui pasar modal.

“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah jasa marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan fokus bisnis bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya aset yang dimiliki, tetapi harus didukung oleh perhitungan bisnis yang matang, struktur keuangan yang sehat, serta proyeksi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.

BP BUMN bersama Danantara akan terus mengawal proses restrukturisasi agar tidak berhenti pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi benar-benar menghasilkan transformasi yang menyeluruh. Melalui model bisnis yang lebih fokus, struktur keuangan yang lebih kuat, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta tidak kembali menghadapi persoalan yang sama di masa mendatang.

Ketum Prabowo Power: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

Presiden Prabowo resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara daring dari Istana Merdeka.

Setelah penantian selama hampir tiga dekade sejak penemuan cadangan gas, pembangunan proyek senilai USD20,9 miliar ini akhirnya dapat direalisasikan.

Saat beroperasi nanti, LNG Abadi Masela diproyeksikan menghasilkan lebih dari 9 juta ton LNG, kondensat, dan produk lainnya, menyumbang USD137,8 miliar terhadap PDB nasional, serta memprioritaskan 30% tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

#PrabowoPower #Prabowo #PresidenPrabowo #PrabowoLawanKoruptor #IndonesiaMaju #PSN #ProyekStrategisNasional #LNGAbadiMasela #Masela #Maluku #KepulauanTanimbar #EnergiIndonesia #KetahananEnergi #Hilirisasi #InvestasiIndonesia #PembangunanNasional #EkonomiIndonesia #LapanganKerja #AnakBangsa #BanggaIndonesia #GasAlam #LNG #EnergiMasaDepan #InfrastrukturIndonesia #KawasanTimurIndonesia #MalukuMaju #Tanimbar #KaryaAnakBangsa #IndonesiaEmas2045 #KemajuanIndonesia #InvestasiStrategis #EnergiBersih #PemerataanPembangunan #IndustriEnergi #IndonesiaBerdaulat #ketumprabowopower

Temuan Katak Pohon Bergaris di Sumur Tua Pantura Kendal

Seorang warga Kendal, Dani Satria (34) menemukan seekor katak yang tidak biasa di sebuah sumur tua di tengah kebun warga di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, kawasan Pantai Utara (Pantura) Kendal, sekitar lima kilometer dari garis pantai. Katak tersebut memiliki tubuh ramping, kulit halus berwarna cokelat, kaki belakang yang panjang, serta garis memanjang di bagian punggung. Penampilannya sangat berbeda dengan kodok buduk (Duttaphrynus melanostictus) yang umum dijumpai di pekarangan rumah.

Beberapa orang warga sekitar lainnya menyebutnya sebagai “katak terbang”. Menurut ingatannya, ketika masih kecil ia sering melihat katak tersebut berkembang biak di pepohonan. Cerita itu memunculkan rasa penasaran.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa katak temuan tersebut sangat mungkin merupakan Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax), anggota famili Rhacophoridae. Dugaan ini didasarkan pada beberapa karakter yang tampak pada foto, yaitu tubuh yang ramping, kulit yang relatif halus, kepala yang agak meruncing, serta adanya garis terang di bagian punggung. Spesies ini dikenal memiliki variasi warna yang cukup luas, mulai dari krem hingga cokelat tua, sehingga identifikasi berdasarkan warna saja tidak cukup. Polypedates leucomystax juga merupakan spesies yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mampu beradaptasi pada berbagai habitat, mulai dari hutan, semak, lahan pertanian, hingga lingkungan permukiman manusia. Status konservasinya menurut IUCN adalah Least Concern, yang berarti belum termasuk spesies yang terancam punah.

“Hal yang menarik adalah lokasi penemuannya. Beberapa artikel populer di internet menyebut bahwa katak ini hidup pada ketinggian sekitar 750–1.500 meter di atas permukaan laut. Namun, informasi tersebut tampaknya tidak dapat digeneralisasi. Berbagai referensi ilmiah justru menunjukkan bahwa Polypedates leucomystax memiliki sebaran habitat yang sangat luas dan sering ditemukan di dataran rendah, kawasan perkebunan, bahkan dekat permukiman manusia. Spesies ini aktif pada malam hari, memanfaatkan pohon, semak dan vegetasi sebagai tempat bertengger, kemudian turun untuk mencari makan atau berkembang biak di sekitar sumber air. Dengan demikian, keberadaan seekor katak pohon di sebuah kebun Pantura Kendal yang hanya beberapa meter di atas permukaan laut bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah, melainkan menunjukkan kemampuan adaptasi spesies ini terhadap berbagai kondisi lingkungan,” kata Seorang warga Kendal, Dani Satria (34), di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (18/07/2026).  

Cerita warga sekitar yang menyebut katak tersebut sebagai “katak terbang” juga menarik untuk dicermati. Dalam ilmu herpetologi, istilah “katak terbang” umumnya digunakan untuk beberapa spesies dalam genus Rhacophorus yang memiliki selaput kaki sangat lebar sehingga mampu meluncur dari pohon ke pohon. Sementara itu, Polypedates leucomystax tidak benar-benar dapat meluncur, tetapi tetap merupakan katak arboreal yang piawai memanjat pohon menggunakan bantalan perekat pada ujung jarinya. Pengetahuan lokal kemungkinan menggabungkan kedua kelompok katak tersebut ke dalam satu sebutan karena sama-sama hidup di pepohonan dan berkembang biak dengan membuat sarang busa pada vegetasi di atas air. Ketika telur menetas, berudu akan jatuh ke dalam genangan atau kolam di bawahnya. Fenomena reproduksi inilah yang mungkin melatarbelakangi cerita turun-temurun bahwa katak tersebut “bertelur di pohon”.

Dani menambahkan, temuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa keanekaragaman hayati masih dapat dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal, bahkan di sebuah sumur tua di tengah kebun. Observasi lapangan seperti ini juga menunjukkan pentingnya menggabungkan dokumentasi, pengetahuan lokal dan literatur ilmiah sebelum menarik suatu kesimpulan. “Identifikasi yang saya lakukan masih bersifat dugaan berdasarkan dokumentasi foto, sehingga konfirmasi lebih lanjut oleh herpetolog atau melalui pengamatan ciri morfologi yang lebih lengkap tetap diperlukan. Namun demikian, catatan kecil ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi awal mengenai keberadaan katak pohon di kawasan Pantura Kendal sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan biodiversitas yang masih hidup di sekitar kita,” pungkas Dani.

Transformasi Telkom Enterprise, Danantara Dorong Penguatan Peran sebagai Integrator Bisnis

JAKARTA – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, pada Jumat (17/7). Pertemuan tersebut membahas langkah transformasi Telkom Enterprise untuk memperkuat bisnis layanan solusi dan teknologi komunikasi bagi segmen korporasi.

Dalam pembahasan itu, Dony menekankan bahwa Telkom Enterprise harus menjadi integrator utama yang menyatukan seluruh kapabilitas bisnis Telkom. Menurutnya, sinergi antarlini usaha menjadi kunci agar setiap unit tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi kepada pelanggan.

“Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Transformasi tersebut akan dilakukan melalui penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola, serta pembenahan model akuntansi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Telkom Enterprise sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih agresif di tengah meningkatnya kebutuhan solusi digital bagi dunia usaha.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa saat ini Telkom Enterprise membukukan pendapatan sekitar Rp19 triliun. Meski pertumbuhan pendapatan masih menghadapi tantangan, potensi peningkatan kinerja dinilai masih sangat besar apabila transformasi dijalankan secara konsisten.

“Revenue saat ini Rp19 triliun, growth memang masih minus. Tapi kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25 sampai 30 persen. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?” kata Veranita.

Melalui arahan Danantara, transformasi Telkom Enterprise akan difokuskan pada peningkatan efektivitas organisasi, pemanfaatan talenta-talenta muda Indonesia di bidang teknologi informasi, serta penguatan tata kelola perusahaan. Upaya tersebut diharapkan menjadikan Telkom Enterprise sebagai fondasi penting dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin penyedia solusi digital nasional.

Menutup pertemuan, Dony menegaskan bahwa momentum transformasi ini harus dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan siap menghadapi tantangan ke depan.

“Mulai membangun organisasi dengan benar. Ini kesempatan kita buat ngerapiin semuanya dan masuk ke fase yang baru,” ujar Dony.