Temuan Katak Pohon Bergaris di Sumur Tua Pantura Kendal

Seorang warga Kendal, Dani Satria (34) menemukan seekor katak yang tidak biasa di sebuah sumur tua di tengah kebun warga di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, kawasan Pantai Utara (Pantura) Kendal, sekitar lima kilometer dari garis pantai. Katak tersebut memiliki tubuh ramping, kulit halus berwarna cokelat, kaki belakang yang panjang, serta garis memanjang di bagian punggung. Penampilannya sangat berbeda dengan kodok buduk (Duttaphrynus melanostictus) yang umum dijumpai di pekarangan rumah.

Beberapa orang warga sekitar lainnya menyebutnya sebagai “katak terbang”. Menurut ingatannya, ketika masih kecil ia sering melihat katak tersebut berkembang biak di pepohonan. Cerita itu memunculkan rasa penasaran.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa katak temuan tersebut sangat mungkin merupakan Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax), anggota famili Rhacophoridae. Dugaan ini didasarkan pada beberapa karakter yang tampak pada foto, yaitu tubuh yang ramping, kulit yang relatif halus, kepala yang agak meruncing, serta adanya garis terang di bagian punggung. Spesies ini dikenal memiliki variasi warna yang cukup luas, mulai dari krem hingga cokelat tua, sehingga identifikasi berdasarkan warna saja tidak cukup. Polypedates leucomystax juga merupakan spesies yang tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan mampu beradaptasi pada berbagai habitat, mulai dari hutan, semak, lahan pertanian, hingga lingkungan permukiman manusia. Status konservasinya menurut IUCN adalah Least Concern, yang berarti belum termasuk spesies yang terancam punah.

“Hal yang menarik adalah lokasi penemuannya. Beberapa artikel populer di internet menyebut bahwa katak ini hidup pada ketinggian sekitar 750–1.500 meter di atas permukaan laut. Namun, informasi tersebut tampaknya tidak dapat digeneralisasi. Berbagai referensi ilmiah justru menunjukkan bahwa Polypedates leucomystax memiliki sebaran habitat yang sangat luas dan sering ditemukan di dataran rendah, kawasan perkebunan, bahkan dekat permukiman manusia. Spesies ini aktif pada malam hari, memanfaatkan pohon, semak dan vegetasi sebagai tempat bertengger, kemudian turun untuk mencari makan atau berkembang biak di sekitar sumber air. Dengan demikian, keberadaan seekor katak pohon di sebuah kebun Pantura Kendal yang hanya beberapa meter di atas permukaan laut bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah, melainkan menunjukkan kemampuan adaptasi spesies ini terhadap berbagai kondisi lingkungan,” kata Seorang warga Kendal, Dani Satria (34), di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (18/07/2026).  

Cerita warga sekitar yang menyebut katak tersebut sebagai “katak terbang” juga menarik untuk dicermati. Dalam ilmu herpetologi, istilah “katak terbang” umumnya digunakan untuk beberapa spesies dalam genus Rhacophorus yang memiliki selaput kaki sangat lebar sehingga mampu meluncur dari pohon ke pohon. Sementara itu, Polypedates leucomystax tidak benar-benar dapat meluncur, tetapi tetap merupakan katak arboreal yang piawai memanjat pohon menggunakan bantalan perekat pada ujung jarinya. Pengetahuan lokal kemungkinan menggabungkan kedua kelompok katak tersebut ke dalam satu sebutan karena sama-sama hidup di pepohonan dan berkembang biak dengan membuat sarang busa pada vegetasi di atas air. Ketika telur menetas, berudu akan jatuh ke dalam genangan atau kolam di bawahnya. Fenomena reproduksi inilah yang mungkin melatarbelakangi cerita turun-temurun bahwa katak tersebut “bertelur di pohon”.

Dani menambahkan, temuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa keanekaragaman hayati masih dapat dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal, bahkan di sebuah sumur tua di tengah kebun. Observasi lapangan seperti ini juga menunjukkan pentingnya menggabungkan dokumentasi, pengetahuan lokal dan literatur ilmiah sebelum menarik suatu kesimpulan. “Identifikasi yang saya lakukan masih bersifat dugaan berdasarkan dokumentasi foto, sehingga konfirmasi lebih lanjut oleh herpetolog atau melalui pengamatan ciri morfologi yang lebih lengkap tetap diperlukan. Namun demikian, catatan kecil ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi awal mengenai keberadaan katak pohon di kawasan Pantura Kendal sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan biodiversitas yang masih hidup di sekitar kita,” pungkas Dani.

Transformasi Telkom Enterprise, Danantara Dorong Penguatan Peran sebagai Integrator Bisnis

JAKARTA – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, pada Jumat (17/7). Pertemuan tersebut membahas langkah transformasi Telkom Enterprise untuk memperkuat bisnis layanan solusi dan teknologi komunikasi bagi segmen korporasi.

Dalam pembahasan itu, Dony menekankan bahwa Telkom Enterprise harus menjadi integrator utama yang menyatukan seluruh kapabilitas bisnis Telkom. Menurutnya, sinergi antarlini usaha menjadi kunci agar setiap unit tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi kepada pelanggan.

“Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Transformasi tersebut akan dilakukan melalui penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola, serta pembenahan model akuntansi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Telkom Enterprise sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih agresif di tengah meningkatnya kebutuhan solusi digital bagi dunia usaha.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa saat ini Telkom Enterprise membukukan pendapatan sekitar Rp19 triliun. Meski pertumbuhan pendapatan masih menghadapi tantangan, potensi peningkatan kinerja dinilai masih sangat besar apabila transformasi dijalankan secara konsisten.

“Revenue saat ini Rp19 triliun, growth memang masih minus. Tapi kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25 sampai 30 persen. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?” kata Veranita.

Melalui arahan Danantara, transformasi Telkom Enterprise akan difokuskan pada peningkatan efektivitas organisasi, pemanfaatan talenta-talenta muda Indonesia di bidang teknologi informasi, serta penguatan tata kelola perusahaan. Upaya tersebut diharapkan menjadikan Telkom Enterprise sebagai fondasi penting dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin penyedia solusi digital nasional.

Menutup pertemuan, Dony menegaskan bahwa momentum transformasi ini harus dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan siap menghadapi tantangan ke depan.

“Mulai membangun organisasi dengan benar. Ini kesempatan kita buat ngerapiin semuanya dan masuk ke fase yang baru,” ujar Dony.

Setahun Setelah Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas, Industri Emas Melaju Pesat

JAKARTA – Setahun setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bullion Bank sebagai tonggak penguatan industri emas nasional, ekosistem bullion Indonesia kembali mencatatkan langkah penting melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Kehadiran IBMA menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku industri untuk membangun pasar bullion yang lebih terintegrasi, transparan, berstandar, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Peresmian Bullion Bank menjadi titik awal transformasi pengelolaan emas nasional. Dalam kurun waktu satu tahun, layanan bullion menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pegadaian kini mengelola sekitar 153 ton emas, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) mengelola sekitar 24 ton emas. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion sekaligus menunjukkan besarnya potensi emas nasional sebagai instrumen investasi dan penggerak ekonomi.

Seiring pertumbuhan tersebut, penguatan tata kelola industri menjadi langkah yang semakin penting. Pembentukan IBMA diharapkan mampu menghadirkan standar, memperkuat kolaborasi antarpelaku industri, serta mendorong terciptanya ekosistem bullion yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Pada Kamis (16/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Pegadaian dan BSI untuk membahas perkembangan pembentukan IBMA serta langkah-langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, standardisasi, dan sinergi antarpelaku industri emas nasional.

“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar. Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Melalui sinergi BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI, pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Sinergi Lintas BUMN Perkuat KDKMP sebagai Pusat Layanan Masyarakat Desa

JAKARTA — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipersiapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus pusat layanan terpadu bagi masyarakat desa. Melalui jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, KDKMP diharapkan mampu memperkuat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari LPG 3 kg, beras SPHP, Minyakita, hingga pupuk bersubsidi.

Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga akan menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat desa, seperti penyaluran pembiayaan Mekaar, layanan perbankan BRILink, serta akses logistik melalui Pos Indonesia. Kehadiran berbagai layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, logistik, dan kebutuhan dasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, PTPN IV, RNI (ID FOOD), Bulog, dan Agrinas Palma. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antar-BUMN dalam mendukung operasional KDKMP agar mampu memberikan layanan yang semakin luas dan efektif bagi masyarakat desa.

Menurut Dony, sinergi lintas BUMN menjadi langkah awal untuk terus menyempurnakan layanan KDKMP sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Sekarang ini integrasi KDKMP memang masih di tahap awal, jadi masih ada yang harus disempurnakan. Ke depan kita bakal terus benahi supaya sistemnya makin rapi, layanannya makin lengkap, dan masyarakat desa bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Melalui kolaborasi lintas BUMN tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, logistik, pembiayaan, dan berbagai program pemberdayaan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

BP BUMN Pertahankan Opini WTP Selama 19 Tahun Berturut-turut

JAKARTA – Akuntabilitas dan transparansi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan keuangan negara. Komitmen tersebut kembali dibuktikan BP BUMN dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menandai keberhasilan BP BUMN mempertahankan opini WTP selama 19 tahun berturut-turut sejak 2007, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan anggaran dengan tingkat realisasi di atas 96% dalam lima tahun terakhir.

Pada Rabu (15/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI untuk menyampaikan Laporan Keuangan BP BUMN Tahun Anggaran 2025. Penyampaian laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran sekaligus wujud komitmen BP BUMN dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“WTP ini bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menjaga tata kelola yang baik, bekerja secara transparan, dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sebaik mungkin,” ujar Dony, mengutip unggahan pada akun resmi instagram BP BUMN.

Dalam rapat tersebut, BP BUMN juga menyampaikan bahwa opini WTP yang berhasil dipertahankan selama 19 tahun berturut-turut merupakan hasil dari komitmen seluruh jajaran dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik serta memperkuat sistem pengendalian internal. Capaian ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Ke depan, BP BUMN akan terus memperkuat tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi dalam setiap pelaksanaan program. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan berbagai program strategis pemerintah dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Bakonardes Ikuti Kegiatan Sharing Session: Teknik Pemanduan Gedung Cagar Budaya dan Pameran Arsip Kepresidenan

Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pelestarian sejarah dan warisan budaya dengan mengikuti kegiatan Sharing Session bertajuk “Teknik Pemanduan Gedung Cagar Budaya dan Pameran Arsip Kepresidenan” yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan narasumber Gilang Ramadhan, seorang Expert Guide Kota Tua Jakarta, dengan moderator Satimin, Arsiparis Madya ANRI. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan ANRI, Drs. Agus Santoso, M.Hum, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai teknik dasar hingga praktik terbaik dalam memandu pengunjung di gedung cagar budaya. Materi tidak hanya membahas aspek penyampaian informasi sejarah secara komunikatif, tetapi juga bagaimana membangun pengalaman berkunjung yang edukatif, menarik, dan tetap menghormati nilai autentisitas bangunan bersejarah. Selain itu, narasumber juga menjelaskan konsep penataan serta penyampaian narasi pada pameran Arsip Kepresidenan, sehingga arsip tidak hanya dipandang sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang mampu menghidupkan perjalanan sejarah bangsa.

Keikutsertaan Bakonardes dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas lembaga dalam mengembangkan konsep konservasi artefak berbasis masyarakat. Pengetahuan mengenai teknik interpretasi sejarah dan pemanduan sangat relevan dengan visi Bakonardes sebagai pusat edukasi sejarah lokal, konservasi artefak, dan literasi budaya di tingkat desa. Dengan meningkatnya kompetensi para pengelola, diharapkan penyajian koleksi artefak, fosil, maupun peninggalan sejarah di Bakonardes dapat dilakukan secara lebih profesional, informatif, dan mampu menarik minat generasi muda maupun wisatawan edukasi.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya, Bakonardes menerima sertifikat elektronik dari ANRI dengan bobot pelatihan 4 Jam Pelajaran (JP). Pengalaman mengikuti kegiatan ini menjadi motivasi bagi Bakonardes untuk terus memperluas jejaring dengan berbagai institusi pelestarian budaya dan kearsipan di Indonesia. Ke depan, hasil dari sharing session ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan program edukasi, pameran, dan layanan pemanduan di Bakonardes sehingga semakin memperkuat perannya sebagai laboratorium sejarah desa sekaligus pusat konservasi artefak yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

BP BUMN-Danantara Dukung Misi Pemerintah Jadikan Bali Sebagai Pusat Keuangan Global

JAKARTA — Pemerintah tengah mempersiapkan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan global. Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark karena dinilai berhasil mentransformasi Dubai menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia.

DIFC menawarkan berbagai keunggulan, antara lain insentif pajak korporasi hingga 0% selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50.000 profesional, serta dikenal sebagai “Wall Street of MEASA” (Middle East, Africa, and South Asia).

Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, pada Selasa (14/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara untuk membahas kesiapan pengembangan PFII.

Pembahasan difokuskan pada strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung PFII.

“PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dony.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis PFII di Bali akan menjadi magnet investasi internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

#PrabowoLawanKoruptor Menggema di Media Sosial

Tagar #PrabowoLawanKoruptor ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet memberikan apresiasi terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerintahan yang bersih, memperkuat penegakan hukum, serta membangun tata kelola negara yang lebih transparan dan akuntabel.

Menurut Ketua Umum Prabowo Power, Dani STR. pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Kepercayaan publik akan tumbuh ketika hukum ditegakkan secara adil, tanpa pandang bulu, dan kepentingan rakyat menjadi prioritas utama.

Mari bersama mengawal Indonesia yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing. Karena masa depan Indonesia dibangun di atas fondasi pemerintahan yang jujur, profesional dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

#PrabowoLawanKoruptor#PrabowoSubianto#PrabowoPower#IndonesiaBersih#LawanKorupsi#BerantasKorupsi#GoodGovernance#PemerintahanBersih#Integritas#Transparansi#Akuntabilitas#IndonesiaMaju#IndonesiaEmas2045#AstaCita#NKRI#HukumUntukSemua#BersamaLawanKorupsi#RakyatBersatu#IndonesiaBerdaulat#Prabowo#prabowopower#ketumprabowopower#dppprabowopower#sikathabiskoruptor

Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun, Serap 37 Ribu Tenaga Kerja

JAKARTA — Danantara terus mempercepat pelaksanaan proyek hilirisasi strategis nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri nasional, serta menciptakan lapangan kerja. Sebanyak 26 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun tengah digarap dan diproyeksikan mampu menyerap 37.833 tenaga kerja.

Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua fase. Fase I, yang dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp109 triliun dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja. Sementara itu, Fase II, yang dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026, meliputi 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun dan diperkirakan menyerap 26.377 tenaga kerja.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa hilirisasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat.

“Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” kata Dony.

Ke-26 proyek tersebut mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari sektor pertambangan seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga, hingga sektor energi dan pangan melalui pengembangan fasilitas bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan ayam terintegrasi.

Melalui percepatan proyek-proyek hilirisasi ini, Danantara menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Investasi yang dijalankan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, membuka peluang kerja baru, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Ketum Prabowo Power: Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi nomor empat di dunia pada tahun 2045. Optimisme tersebut bertumpu pada penguatan kemandirian pangan, kemandirian energi, serta sinergi seluruh elemen ekonomi bangsa melalui konsep Indonesia Incorporated yang menghubungkan koperasi, UMKM, BUMN, dan sektor swasta.

Menurut Ketua Umum DPP Prabowo Power, Dani STR, visi ini bukan hanya tentang mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun fondasi bangsa yang lebih mandiri, berdaya saing dan mampu menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kolaborasi, inovasi, dan kerja keras, cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan.

Mari bersama mendukung pembangunan nasional dengan semangat persatuan, produktivitas, dan gotong royong. Indonesia yang kuat dibangun oleh rakyat yang bersatu dan ekonomi yang tumbuh secara inklusif.
📚 Referensi:
• Bappenas – Visi Indonesia Emas 2045
• Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI
• Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Indonesia Emas 2045

#PrabowoSubianto#PrabowoPower#IndonesiaEmas2045#IndonesiaMaju#IndonesiaBerdaya#EkonomiIndonesia#EkonomiNasional#KemandirianPangan#KemandirianEnergi#IndonesiaIncorporated#Koperasi#UMKM#BUMN#Swasta#KolaborasiNasional#PembangunanNasional#IndonesiaOptimistis#BangkitBersama#GotongRoyong#MenujuIndonesiaEmas#dppprabowopower#ketumprabowopower#danistr#ekonomidunia#kekuatanekonomidunia#benpro#benprotv#tumgrd#presidenterbaik#prabowo#prabowosubianto