
Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pelestarian sejarah dan warisan budaya dengan mengikuti kegiatan Sharing Session bertajuk “Teknik Pemanduan Gedung Cagar Budaya dan Pameran Arsip Kepresidenan” yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan narasumber Gilang Ramadhan, seorang Expert Guide Kota Tua Jakarta, dengan moderator Satimin, Arsiparis Madya ANRI. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan ANRI, Drs. Agus Santoso, M.Hum, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai teknik dasar hingga praktik terbaik dalam memandu pengunjung di gedung cagar budaya. Materi tidak hanya membahas aspek penyampaian informasi sejarah secara komunikatif, tetapi juga bagaimana membangun pengalaman berkunjung yang edukatif, menarik, dan tetap menghormati nilai autentisitas bangunan bersejarah. Selain itu, narasumber juga menjelaskan konsep penataan serta penyampaian narasi pada pameran Arsip Kepresidenan, sehingga arsip tidak hanya dipandang sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang mampu menghidupkan perjalanan sejarah bangsa.
Keikutsertaan Bakonardes dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas lembaga dalam mengembangkan konsep konservasi artefak berbasis masyarakat. Pengetahuan mengenai teknik interpretasi sejarah dan pemanduan sangat relevan dengan visi Bakonardes sebagai pusat edukasi sejarah lokal, konservasi artefak, dan literasi budaya di tingkat desa. Dengan meningkatnya kompetensi para pengelola, diharapkan penyajian koleksi artefak, fosil, maupun peninggalan sejarah di Bakonardes dapat dilakukan secara lebih profesional, informatif, dan mampu menarik minat generasi muda maupun wisatawan edukasi.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya, Bakonardes menerima sertifikat elektronik dari ANRI dengan bobot pelatihan 4 Jam Pelajaran (JP). Pengalaman mengikuti kegiatan ini menjadi motivasi bagi Bakonardes untuk terus memperluas jejaring dengan berbagai institusi pelestarian budaya dan kearsipan di Indonesia. Ke depan, hasil dari sharing session ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan program edukasi, pameran, dan layanan pemanduan di Bakonardes sehingga semakin memperkuat perannya sebagai laboratorium sejarah desa sekaligus pusat konservasi artefak yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.









