Pengamat Politik Dani Satria: Saya Tidak Sependapat dengan Rocky Gerung

Rocky Gerung seringkali disebut sebagai intelektual publik yang berani mengkritisi kekuasaan tanpa rasa takut. Keberaniannya membedah kebijakan pemerintah dengan pendekatan filsafat politik dan logika membuat masyarakat tercerdaskan. Di tengah iklim demokrasi yang membutuhkan penyeimbang terhadap kekuasaan, kehadiran tokoh yang konsisten menguji argumentasi pemerintah merupakan aset penting bagi kehidupan bernegara. Namun, dalam beberapa waktu terakhir ini, sikap Rocky Gerung menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan alasan keduanya merupakan amanat konstitusi.

“Saya memahami logika yang dibangun Rocky Gerung. Negara memang memiliki kewajiban konstitusional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan keadilan sosial sebagaimana termuat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam konteks tersebut, mendukung tujuan sebuah program tentu bukan sesuatu yang keliru. Akan tetapi, menurut saya, persoalan kebijakan publik tidak berhenti pada tujuan normatifnya. Kebijakan harus diuji berdasarkan desain, efektivitas, kesiapan kelembagaan, efisiensi anggaran, prioritas pembangunan, serta potensi dampak jangka panjangnya. Sebuah program tidak otomatis layak didukung hanya karena memiliki semangat yang sejalan dengan konstitusi,” kata Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM), Dani Satria di Kendal, Jawa Tengah, Senin (06/07/2026).

Dani mengaku berbeda pandangan saya dengan Rocky Gerung. Dani berpendapat bahwa legitimasi konstitusional tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi intensitas kritik terhadap substansi maupun implementasi kebijakan. Justru semakin besar anggaran negara yang digunakan dan semakin luas dampaknya terhadap masyarakat, semakin tinggi pula standar evaluasi yang harus diterapkan. Program MBG maupun KDKMP perlu diuji melalui indikator yang objektif, seperti efektivitas penurunan stunting, peningkatan kualitas gizi, keberlanjutan fiskal, tata kelola kelembagaan, hingga mitigasi risiko penyimpangan. Dukungan terhadap tujuan tidak boleh menggeser kewajiban publik untuk mempertanyakan apakah instrumen yang dipilih benar-benar merupakan cara terbaik mencapai tujuan tersebut.

“Saya juga melihat adanya perubahan persepsi publik terhadap Rocky Gerung bukan semata-mata karena isi pernyataannya, melainkan karena identitas publik yang selama ini melekat padanya sebagai pengkritik keras pemerintah. Ketika seorang tokoh yang identik dengan oposisi intelektual mulai memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah, masyarakat secara alami akan bertanya apakah telah terjadi perubahan sikap atau hanya perubahan pendekatan dalam melakukan kritik,” imbuh Dani.

Menurut Dani, perubahan pendekatan adalah sesuatu yang sah dalam demokrasi. Namun, seorang intelektual publik juga perlu menjaga konsistensi metodologis agar setiap dukungan maupun kritik tetap didasarkan pada standar analisis yang sama, bukan dipengaruhi oleh perubahan konstelasi politik atau pergantian rezim.“Saya tetap menghormati kontribusi Rocky Gerung dalam membangun tradisi berpikir kritis di Indonesia. Perbedaan pandangan ini tidak mengurangi penghargaan saya terhadap perannya sebagai intelektual publik. Justru semangat berpikir kritis yang selama ini ia gaungkan mengajarkan bahwa tidak ada gagasan yang kebal dari kritik, termasuk gagasan yang disampaikan oleh dirinya sendiri. Dalam demokrasi yang sehat, perbedaan pendapat merupakan bentuk penghormatan terhadap kebebasan berpikir,” pungkas Dani.

Pemerintah Perlu Menangkap Peluang ‘Saudi Vision 2030’ melalui Penguatan Ketenagakerjaan Indonesia

Transformasi ekonomi Arab Saudi melalui program Saudi Vision 2030 bukan sekadar agenda pembangunan nasional negara tersebut, melainkan juga sinyal perubahan besar dalam dinamika pasar tenaga kerja global. Selama beberapa dekade, hubungan Indonesia dengan Arab Saudi identik dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah serta penempatan pekerja migran di sektor domestik. Kini, paradigma tersebut mulai bergeser. Arab Saudi tengah melakukan diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata, industri, teknologi, energi terbarukan, kesehatan, hingga kota-kota futuristik seperti NEOM. Perubahan ini membuka peluang baru bagi negara-negara mitra, termasuk Indonesia, untuk menempatkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif dan berdaya saing internasional.

“Perubahan struktur ekonomi tersebut akan berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Arab Saudi diproyeksikan semakin membutuhkan tenaga profesional seperti insinyur, tenaga kesehatan, ahli teknologi informasi, teknisi, pekerja konstruksi, tenaga perhotelan, hingga spesialis energi hijau. Kondisi ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengubah orientasi kebijakan penempatan pekerja migran. Sudah saatnya Indonesia tidak lagi dikenal semata sebagai pemasok tenaga kerja berkeahlian rendah, tetapi juga sebagai penyedia tenaga profesional yang memiliki kompetensi, sertifikasi internasional, kemampuan berbahasa asing, serta penguasaan teknologi yang memadai,” kata Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria, melalui siaran persnya di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (07/07/2026).

Namun, lanjut Dani, peluang besar tersebut tidak akan dapat dimanfaatkan apabila kesiapan sumber daya manusia nasional masih tertinggal. Pemerintah perlu memperkuat pendidikan vokasi, meningkatkan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK), memperluas program sertifikasi profesi, serta menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri global. Selain itu, pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Arab, penguasaan teknologi digital, serta pemahaman budaya kerja internasional harus menjadi bagian penting dalam pembinaan calon tenaga kerja Indonesia. Investasi pada peningkatan kualitas SDM akan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya untuk pasar kerja Arab Saudi, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Di sisi lain, persaingan antarnegara dalam memanfaatkan peluang Saudi Vision 2030 juga semakin ketat. India, Filipina, Vietnam, dan Bangladesh telah lebih dahulu membangun sistem pelatihan tenaga kerja yang terintegrasi dengan kebutuhan negara-negara Timur Tengah. Jika Indonesia terlambat melakukan reformasi kebijakan ketenagakerjaan, bukan tidak mungkin peluang kerja bernilai tinggi justru akan diisi oleh tenaga kerja dari negara lain. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pelatihan dan asosiasi profesi agar Indonesia mampu menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional,” imbuh Dani.

Menurut Dani, Saudi Vision 2030 hendaknya tidak dipandang semata sebagai transformasi ekonomi Arab Saudi, melainkan juga sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas ketenagakerjaan nasional. Dengan memperkuat kompetensi tenaga kerja, memperluas kerja sama internasional, serta membangun sistem pendidikan dan pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan industri global, Indonesia dapat bertransformasi dari sekadar pengirim tenaga kerja menjadi penyedia sumber daya manusia profesional yang dihargai di pasar dunia.

Menikmati Cita Rasa Legendaris Ayam Bakar Noroyono di Wirosari

Di Kabupaten Grobogan, nama Ayam Bakar Noroyono telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner yang memiliki cita rasa khas dan konsisten. Berawal dari usaha yang dirintis oleh Pak Djamin Basuki pada era 1980-an, rumah makan ini berhasil mempertahankan eksistensinya hingga kini melalui beberapa cabang, termasuk di Kecamatan Wirosari. Konsistensi dalam menjaga kualitas rasa menjadi salah satu alasan mengapa Ayam Bakar Noroyono tetap menjadi pilihan masyarakat lokal maupun para pelintas yang melintasi jalur Purwodadi–Blora.

Saat berkunjung ke cabang Wirosari di Jalan Gajahmada, Kauman RT.01/07, Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah, kesan pertama yang muncul adalah suasana rumah makan yang nyaman dan tertata rapi. Area makan yang luas dipadukan dengan taman serta kolam ikan koi menciptakan nuansa yang sejuk dan menyenangkan.

Kehadiran kolam ikan tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga menjadi hiburan sederhana bagi anak-anak yang datang bersama keluarga. Konsep seperti ini membuat rumah makan terasa lebih dari sekadar tempat bersantap, melainkan juga ruang berkumpul yang nyaman untuk semua usia.

“Daya tarik utama tentu terletak pada sajian ayam bakarnya. Ayam yang disajikan memiliki tekstur empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam daging. Proses pembakaran menghasilkan aroma khas yang menggugah selera, sementara balutan bumbu manis-gurih khas Jawa Tengah memberikan cita rasa yang seimbang. Sambal yang disajikan sebagai pelengkap menghadirkan sensasi pedas yang pas, berpadu harmonis dengan lalapan segar dan tahu goreng yang renyah,” kata seorang pengunjung yang juga founder aplikasi Swadaya27.com, Dani Satria (34), di Grobogan, Jawa Tengah, Senin (06/07/2026).

Lebih dari sekadar menawarkan hidangan lezat, Ayam Bakar Noroyono Wirosari menunjukkan bahwa pengalaman bersantap juga dipengaruhi oleh kenyamanan tempat dan kualitas pelayanan. Rumah makan ini cocok dijadikan pilihan untuk makan siang bersama keluarga, pertemuan dengan rekan kerja, maupun sekadar beristirahat saat melakukan perjalanan di wilayah Grobogan. Perpaduan antara resep legendaris yang tetap terjaga, suasana yang ramah bagi keluarga, serta fasilitas yang nyaman menjadikan Ayam Bakar Noroyono Wirosari layak dipertahankan sebagai salah satu ikon kuliner Kabupaten Grobogan.

“Bagi siapa pun yang berkunjung ke daerah ini, menikmati seporsi ayam bakar di Noroyono bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga merasakan bagian dari tradisi kuliner lokal yang telah bertahan selama puluhan tahun,” pungkas Dani.

Deforestasi di Jawa Tengah Memperbesar Ancaman El Niño “Godzilla”

Istilah “El Niño Godzilla” belakangan kembali ramai diperbincangkan sebagai sebutan populer bagi fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat yang mampu memicu kekeringan ekstrem, kebakaran hutan, krisis air bersih, hingga gagal panen. Meskipun bukan istilah ilmiah resmi, julukan tersebut menggambarkan besarnya ancaman yang dapat ditimbulkan ketika pemanasan Samudra Pasifik mencapai tingkat yang luar biasa. Di tengah ancaman perubahan iklim tersebut, Jawa Tengah menghadapi tantangan lain yang tidak kalah serius, yakni berkurangnya tutupan hutan akibat deforestasi. Data Global Forest Watch menunjukkan bahwa selama periode 2001–2025 Jawa Tengah kehilangan sekitar 65 ribu hektare tutupan pohon atau sekitar 4 persen dari luas tutupan pohon tahun 2000. Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan luas kawasan hutan yang tersisa sekitar 662 ribu hektare, sehingga setiap kehilangan tutupan hutan memiliki konsekuensi ekologis yang semakin besar.

Kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI) Hardiat Dani berpendapat bahwa berdasarkan perspektif green criminology, persoalan tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai isu kehutanan. Green criminology mempelajari berbagai tindakan yang menimbulkan kerugian terhadap lingkungan atau environmental harm, baik yang dilakukan secara ilegal maupun melalui aktivitas yang sah secara administratif tetapi menimbulkan dampak ekologis yang luas. Dalam perspektif ini, deforestasi akibat pembalakan liar, konversi kawasan hutan, maupun eksploitasi sumber daya yang mengabaikan daya dukung lingkungan merupakan bentuk kerugian sosial karena korban sesungguhnya adalah masyarakat. Masyarakat harus menghadapi meningkatnya risiko banjir, longsor, kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga hilangnya sumber mata pencaharian.

“Ancaman tersebut menjadi semakin serius ketika El Niño ekstrem terjadi. Hutan yang sehat berfungsi menjaga kelembapan tanah, menyimpan cadangan air, mengurangi suhu permukaan dan mempertahankan keseimbangan hidrologi. Sebaliknya, kawasan yang telah mengalami deforestasi cenderung lebih cepat mengering sehingga lebih rentan terhadap kebakaran lahan, penurunan debit mata air dan krisis air pada musim kemarau. Berbagai penelitian klimatologi menunjukkan bahwa kekeringan akibat El Niño akan memberikan dampak yang lebih besar pada wilayah yang daya dukung ekologinya telah menurun. Dengan demikian, deforestasi dan El Niño bukanlah dua persoalan yang berdiri sendiri, melainkan saling memperkuat sehingga meningkatkan risiko bencana ekologis,” kata kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI) Hardiat Dani di Semarang, Jawa Tengah, Senin (06/07/2026).

Hardiat menambahkan, Jawa Tengah perlu memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. Berdasarkan pemantauan Global Forest Watch, kehilangan tutupan pohon terbesar terjadi di beberapa kabupaten seperti Cilacap, Blora dan Grobogan, yang masing-masing kehilangan ribuan hektare tutupan pohon sejak 2001. Walaupun tidak seluruh kehilangan tersebut terjadi pada hutan alam, perubahan tutupan vegetasi dalam skala besar tetap memengaruhi kemampuan bentang alam menyerap air dan menjaga kestabilan iklim lokal. Di provinsi yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir, longsor, maupun kekeringan, menjaga hutan berarti memperkuat sistem pertahanan alami terhadap dampak perubahan iklim, termasuk ketika El Niño ekstrem kembali terjadi.

“Oleh karena itu, pengendalian deforestasi seharusnya diposisikan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana dan kebijakan keamanan lingkungan. Pendekatan green criminology mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya menghasilkan kerugian ekonomi, tetapi juga menciptakan korban dalam skala luas, bahkan lintas generasi. Penegakan hukum terhadap pembalakan liar harus terus diperkuat,” imbuh Hardiat. Hardiat menilai, pemerintah juga perlu memperketat pengawasan alih fungsi kawasan hutan, mempercepat rehabilitasi lahan kritis, serta memastikan setiap kebijakan Pembangunan di Jawa Tengah memperhitungkan daya dukung ekologis.

STAIDA Kendal dan BPC HIPMI Kendal Bangun Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa melalui HIPMI Perguruan Tinggi

Kendal – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) Kendal dan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan Soft Launching HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) STAIDA Kendal. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus melalui pengembangan pendidikan, inovasi, dan jejaring dengan dunia usaha.

Sebagai tindak lanjut, BPC HIPMI Kendal bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIDA Kendal menggelar kegiatan pemberian wawasan kewirausahaan kepada mahasiswa. Program ini membekali mahasiswa dengan pola pikir entrepreneur, kepemimpinan, inovasi, serta pentingnya membangun jejaring bisnis sejak di bangku kuliah.

Ketua BPC HIPMI Kendal, Rizky Imhan Rochanza, menyatakan bahwa HIPMI PT diharapkan mampu mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. HIPMI siap memberikan pendampingan, pelatihan, mentoring, dan akses jejaring usaha bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan bisnis.

Sementara itu, Wakil Ketua II STAIDA Kendal, Hasan, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen kampus dalam memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Melalui HIPMI PT, STAIDA berharap dapat melahirkan generasi muda yang mandiri, inovatif, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Ke depan, STAIDA Kendal dan BPC HIPMI Kendal akan mengembangkan berbagai program berkelanjutan, seperti seminar, pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis, mentoring usaha, dan penguatan kemitraan dengan dunia industri. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang religius, profesional, berjiwa entrepreneur, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di Kabupaten Kendal.

Seluruh BUMN dalam Ekosistem Danantara IndonesiaRampungkan Laporan Keuangan 2025, Danantara IndonesiaLanjutkan Proses Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Jakarta, 2 Juli 2026 – Danantara Indonesia hari ini menyampaikan bahwa seluruh Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia telah menyelesaikan
penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025*. Sejalan dengan penyampaian laporan
keuangan tersebut, Danantara Indonesia turut menyampaikan sejumlah sorotan atas
capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan
kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional.

Adapun highlight berikut merupakan beberapa contoh kinerja BUMN yang menunjukkan
pertumbuhan positif pada periode April 2025 hingga April 2026. Pemilihan ini tidak
dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas
sejumlah BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem
pengelolaan Danantara Indonesia. Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat
berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi
bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia.

Beberapa Highlight Kinerja BUMN Periode April 2025 – April 2026*

Selain mencatat peningkatan kinerja BUMN, Danantara Indonesia juga mulai
merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai
antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025. Sebagian dividen tersebut
dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi
pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka
panjang.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan antara lain pengembangan ekosistem
Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah
Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global, serta
proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara
berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi
hijau. Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola
yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada
penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

Sementara itu, Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada
dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan
setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

BP BUMN Dorong Peran Bank BUMN Sebagai Motor Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA — BUMN sektor perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menjadi motor pembiayaan sektor-sektor produktif. Penguatan aksi korporasi menjadi bagian penting untuk memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada Jumat (3/7), menggelar pertemuan dengan jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk membahas perkembangan kinerja perusahaan, arah strategi bisnis, serta berbagai rencana aksi korporasi yang akan dijalankan perusahaan ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada evaluasi dan penguatan strategi aksi korporasi BNI guna meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif, serta memperkuat posisi BNI dalam industri perbankan nasional. Selain itu, pengembangan peluang bisnis dan penguatan sinergi dalam ekosistem BUMN juga menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

“Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat. Karena itu, BNI perlu terus memperbesar kapasitas bisnisnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” ujar Dony.

Melalui langkah tersebut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan bank-bank BUMN agar semakin sehat, kompetitif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi. Penguatan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan diharapkan dapat semakin memperkokoh peran BNI dalam mendukung pembangunan nasional serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.

UNNES CAREER EXPO 2026, SEGERA HADIR!

Kesempatan berharga ada di depan mata. Yuk, kembangkan kariermu melalui UNNES Career Expo 2026.

GRATIS dan terbuka untuk UMUM!

Rabu, 8–9 Juli 2026 di Gedung Prof. Satmoko, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) UNNES, Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang

Daftar sekarang melalui:
bit.ly/PendaftaranUCE2026

Siapkan CV terbaikmu, simpan tiket pendaftaran, dan manfaatkan kesempatan emas ini untuk memperluas relasi serta meraih karier impianmu!

📞 CP Admin UCE: 0813-2323-2873
📱 Instagram: @unnescareerexpo
📧 Email: uce@mail.unnes.ac.id

#UNNES#KarierUNNES#UCE2026#UNNESCareerExpo2026#UNNESCareerExpo#swadaya27#swadaya27dotcom#swadaya27com

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIDA 2026 TELAH DIBUKA!

🎓 KULIAH BERKUALITAS TAK HARUS MAHAL! ✨

📢 PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIDA 2026 TELAH DIBUKA!

Ingin meraih gelar Sarjana (S1) dengan biaya yang ringan? Kini saatnya mewujudkan impianmu bersama STAIDA (Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah).

🔥 PROGRAM KHUSUS JALUR REKOMENDASI HIPMI KENDAL

✅ SPP GRATIS 100% hingga lulus
✅ Bebas Uang Gedung
✅ Kuliah GRATIS melalui jalur rekomendasi
✅ Cukup bayar Rp700.000 di awal untuk biaya pendaftaran dan jas almamater.

Kenapa harus STAIDA?
🎯 Kuliah hybrid, cocok untuk yang sudah bekerja.
🏢 Fasilitas lengkap dan nyaman.
👨‍🏫 Dosen berpengalaman.
📖 Lulusan siap menjadi pendidik, pemimpin, dan agen perubahan yang berakhlak mulia.

📚 Pilihan Program Studi S1:

  • Pendidikan Agama Islam (PAI)
  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

💡 Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali!
Kuliah berkualitas dengan biaya yang hampir GRATIS adalah investasi terbaik untuk masa depanmu.

⏳ Pendaftaran dibuka sampai 20 Agustus 2026.
Jangan menunggu kuota penuh!

📲 Daftar sekarang juga melalui WhatsApp:
0812-2701-7510 (Hasan)

Masa depan dimulai dari keputusan hari ini. Ayo kuliah di STAIDA dan raih cita-citamu tanpa terbebani biaya! 🎓✨

Lapangan Tanjungmojo Perlu Jogging Track

Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan obesitas terus menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu strategi pencegahan yang paling efektif sekaligus berbiaya rendah adalah meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama sedikitnya 150 menit setiap minggu untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Dalam konteks tersebut, ketersediaan ruang publik yang mendukung aktivitas olahraga menjadi faktor penting yang mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, pembangunan jogging track di Lapangan Tanjungmojo layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat desa.

Lapangan Tanjungmojo selama ini telah menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk berolahraga maupun berbagai kegiatan sosial. Namun, keberadaan jogging track akan memberikan nilai tambah yang signifikan karena mampu mengakomodasi lebih banyak kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia yang ingin berjalan santai maupun berlari. Fasilitas tersebut juga dapat mengurangi potensi konflik penggunaan lapangan antara masyarakat yang sedang berlari dengan mereka yang bermain sepak bola atau melakukan aktivitas olahraga lainnya. Dengan demikian, fungsi lapangan sebagai ruang publik menjadi semakin optimal, aman, dan inklusif bagi seluruh warga.

Pembangunan jogging track sesungguhnya bukan hanya berbicara mengenai infrastruktur, melainkan juga investasi sosial dan kesehatan masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang menyediakan fasilitas olahraga yang mudah diakses mampu meningkatkan frekuensi aktivitas fisik masyarakat. Semakin banyak warga yang rutin berolahraga, semakin besar pula peluang menurunnya beban penyakit tidak menular yang pada akhirnya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga maupun biaya pelayanan kesehatan. Selain itu, jogging track berpotensi menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal seperti usaha makanan sehat, minuman, maupun perlengkapan olahraga di sekitar lapangan.

Sudah saatnya pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur yang bersifat fisik semata, tetapi juga memperhatikan investasi yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Jogging track di Lapangan Tanjungmojo mungkin bukan proyek dengan nilai anggaran yang besar, tetapi manfaatnya dapat dirasakan selama bertahun-tahun oleh berbagai generasi. Ketika masyarakat memiliki ruang yang nyaman untuk berolahraga, desa tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun budaya hidup sehat, memperkuat interaksi sosial, dan meningkatkan produktivitas warganya. Sebuah jogging track mungkin terlihat sederhana, namun di balik lintasan tersebut tersimpan investasi besar bagi masa depan kesehatan masyarakat Tanjungmojo.