
Dalam politik lokal, kelayakan seorang pemimpin untuk kembali memimpin seharusnya tidak semata-mata diukur dari popularitas ataupun dinamika politik elektoral, melainkan dari rekam jejak kebijakan, kemampuan menghadirkan perubahan dan arah pembangunan yang ditinggalkan. Dalam konteks Kabupaten Kendal, Dico M. Ganinduto merupakan salah satu kepala daerah yang berhasil membawa wajah baru pemerintahan dengan pendekatan yang lebih modern, terbuka dan berorientasi pada investasi. Selama masa kepemimpinannya sejak 2021, berbagai program pembangunan dijalankan dengan mengacu pada RPJMD Kabupaten Kendal 2021–2026 yang menekankan pemulihan ekonomi, peningkatan daya saing daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, serta pembangunan berkelanjutan.
Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM), Dani Satria menyebut salah satu indikator yang paling mudah diamati adalah keberhasilan memperkuat citra Kendal sebagai kawasan industri dan tujuan investasi. Posisi Kabupaten Kendal sebagai daerah penyangga kawasan industri nasional semakin menguat melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal serta berbagai upaya peningkatan infrastruktur pendukung. Pemerintah daerah juga mendorong modernisasi pelayanan publik, pembangunan fasilitas umum, revitalisasi pasar, hingga pembangunan perpustakaan daerah yang menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Kendal. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kepemimpinan Dico juga dikenal dengan pendekatan komunikasi publik yang relatif dekat dengan masyarakat. Program pengaduan masyarakat melalui kanal digital serta pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih responsif. Pendekatan ini penting karena pemerintahan modern tidak lagi hanya mengandalkan birokrasi konvensional, tetapi juga membutuhkan komunikasi dua arah agar aspirasi masyarakat dapat ditangkap lebih cepat. Meskipun efektivitas setiap program tentu masih dapat dievaluasi secara objektif, upaya membangun pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi merupakan nilai tambah yang patut diapresiasi,” kata Pengamat Politik dari Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM), Dani Satria di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (21/07/2026).
Dani menambahkan, tentu saja tidak ada kepemimpinan yang sepenuhnya bebas dari kritik. Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pemerataan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kesenjangan ekonomi, hingga penguatan sektor pertanian, perikanan dan UMKM agar mampu menikmati manfaat pertumbuhan industri. Namun demikian, kritik tersebut justru menjadi dasar untuk menyempurnakan kebijakan pada periode berikutnya, bukan semata-mata menjadi alasan untuk mengabaikan capaian yang telah diraih. Dalam perspektif pembangunan daerah, kesinambungan kebijakan sering kali menjadi faktor penting agar program-program strategis dapat mencapai hasil yang optimal.
“Oleh karena itu, apabila penilaian didasarkan pada rekam jejak pembangunan, keberanian melakukan inovasi, kemampuan menarik investasi, serta upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern, maka terdapat argumentasi yang kuat untuk menyatakan bahwa Dico Ganinduto layak dipertimbangkan kembali memimpin Kabupaten Kendal pada masa mendatang. Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan masyarakat melalui mekanisme demokrasi. Namun dalam demokrasi yang sehat, pilihan terbaik semestinya didasarkan pada evaluasi kinerja, capaian pembangunan dan visi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Kendal, bukan semata-mata pada persepsi politik sesaat,” pungkas Dani.









