Octavian Wahyu Perdana dari HIPMI Kendal Dukung Anthony Leong: Soroti Momentum dan Kesinambungan Kepemimpinan HIPMI

KENDAL — Dukungan terhadap calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2024–2029 terus mengalir dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari pengurus BPC HIPMI Kendal, Octavian Wahyu Perdana, yang menyatakan dukungannya kepada Anthony Leong sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas dan visi strategis dalam membawa organisasi ke depan.

Dalam keterangannya, Wahyu menilai dinamika pemilihan Ketua Umum HIPMI tidak lepas dari pola historis yang menarik. Ia menyinggung kemenangan Mardani H. Maming sekitar tujuh tahun lalu yang kala itu maju dengan nomor urut 4. Menurutnya, angka tersebut kini kembali muncul dalam momentum yang serupa, ketika Anthony Leong mendapatkan nomor urut yang sama dalam pengambilan nomor calon ketua umum.

“Ini memang bukan sekadar soal angka, tetapi ada simbol kesinambungan dan momentum yang menarik untuk dicermati. Dalam organisasi seperti HIPMI, sejarah dan dinamika sering kali membentuk energi tersendiri bagi para kader,” kata Wahyu di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (28/04/2026).

Wahyu menambahkan, dukungan yang diberikan bukan semata karena simbolik tersebut, melainkan didasarkan pada rekam jejak dan kapasitas Anthony Leong dalam dunia usaha dan organisasi. Menurutnya, HIPMI membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi global dan transformasi digital yang semakin cepat.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan ke depan harus mampu memperkuat peran HIPMI sebagai motor penggerak pengusaha muda di Indonesia. Ia totalitas mendukung Anthony Leong karena mampu memperluas peluang bagi anggota HIPMI di berbagai daerah.

Seperti diketahui, Anthony Leong dikenal sebagai pengusaha dan aktivis organisasi yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Ia aktif di berbagai organisasi bisnis dan kepemudaan, serta kerap terlibat dalam forum nasional yang membahas penguatan UMKM, investasi dan transformasi ekonomi digital. Dengan latar belakang tersebut, Anthony Leong dinilai memiliki pemahaman yang cukup komprehensif terhadap tantangan dan peluang dunia usaha, khususnya bagi pengusaha muda yang membutuhkan akses jaringan, pembiayaan, dan pengembangan kapasitas di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

“HIPMI harus tetap menjadi ruang tumbuh bagi pengusaha muda, bukan hanya di kota besar, tetapi juga di daerah. Kepemimpinan yang kuat akan menentukan arah itu,” imbuh Wahyu.

Dengan semakin dekatnya proses pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI, berbagai dukungan dari daerah diperkirakan akan terus bermunculan. Momentum ini dinilai menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, sekaligus memperkuat posisi HIPMI sebagai wadah strategis bagi generasi muda dalam membangun ekonomi nasional.

BP BUMN Perkuat Fondasi Tata Kelola untuk Dukung Program Streamlining BUMN

JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama jajaran pimpinan dan pejabat internal BP BUMN serta PT Danantara Asset Management untuk membahas penyusunan tata kelola dan landasan hukum dalam mendukung proses streamlining BUMN.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya BP BUMN dalam memperkuat fondasi tata kelola dan kerangka regulasi yang diperlukan agar proses penyederhanaan struktur Badan Usaha Milik Negara dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Streamlining BUMN bukan sekadar penyederhanaan struktur, tetapi bagian dari transformasi besar untuk menciptakan BUMN yang lebih efisien, adaptif, dan berdampak. Karena itu, fondasi tata kelola dan dasar hukum harus diperkuat sejak awal,” ujar Dony.

Pembahasan dalam rapat difokuskan pada penguatan regulasi yang jelas, terukur, dan selaras dengan arah transformasi BUMN. Dengan adanya dasar hukum dan tata kelola yang kuat, proses streamlining diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, transparan, serta memberikan manfaat optimal bagi perusahaan negara dan masyarakat luas.

Melalui proses streamlining, struktur BUMN diharapkan menjadi lebih sederhana, adaptif, dan responsif terhadap tantangan ekonomi ke depan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarperusahaan BUMN, mengurangi tumpang tindih fungsi, serta memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara lebih produktif.

BP BUMN menegaskan bahwa penyusunan tata kelola dan dasar hukum merupakan fondasi utama dalam setiap tahapan transformasi. Dengan pendekatan yang akuntabel dan berkelanjutan, proses penyederhanaan BUMN diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kelembagaan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Perlindungan Pekerja: BP BUMN Jalin Dialog dengan Serikat Pekerja

JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bertemu dengan perwakilan Serikat Pekerja BUMN dalam semangat memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, serta memastikan aspirasi pekerja sejalan dengan proses transformasi BUMN.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara BP BUMN dan Serikat Pekerja untuk mendengar secara langsung berbagai pandangan, masukan, serta aspirasi dari para pekerja. Dialog ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan memastikan kesejahteraan pekerja tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda transformasi BUMN.

“Pekerja adalah fondasi utama dalam keberlanjutan BUMN. Karena itu, transformasi BUMN harus berjalan dengan komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan tetap menempatkan kesejahteraan pekerja sebagai perhatian penting,” ujar Dony.

BP BUMN meyakini bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh penguatan struktur, tata kelola, dan strategi bisnis, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh insan BUMN. Serikat pekerja memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam membangun hubungan industrial yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui dialog yang konstruktif, BP BUMN berharap dapat tercipta pemahaman bersama mengenai arah transformasi BUMN, termasuk berbagai langkah yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, dan kualitas layanan kepada masyarakat. Pada kesempatan yang sama, BP BUMN juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan kinerja perusahaan dan perlindungan terhadap hak serta kesejahteraan pekerja.

Pertemuan ini juga mencerminkan komitmen BP BUMN untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pekerja sebagai bagian integral dari ekosistem BUMN. Dengan komunikasi yang semakin terbuka, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih baik, semangat kerja yang semakin solid, serta kontribusi yang lebih besar dari BUMN bagi perekonomian nasional.

Dari Sekolah ke Bisnis: Generasi Siap Jadi Pengusaha Indonesia Emas 2045

Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan sejak dini melalui kegiatan “HIPMI Goes to School” yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026 di SMKN 1 Kendal. Acara ini dihadiri sekitar 400 orang siswa SMKN 1 Kendal. Mengusung tema “Dari Sekolah ke Bisnis: Generasi Siap Jadi Pengusaha Indonesia Emas”, kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan semangat kemandirian ekonomi kepada para siswa sebagai bagian dari upaya menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Gus Fath yang akan membawakan materi dasar kewirausahaan serta Edy Bagya yang akan mengupas strategi digital marketing di era modern. Kehadiran kedua pembicara ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang seimbang antara pondasi bisnis dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sehingga siswa memiliki bekal yang relevan dengan tantangan zaman.

Ketua Umum BPC HIPMI Kendal Rizky Imhan Rochansa menyoroti peluang besar Indonesia Emas 2045. Ekky juga menyebut bahwasanya jumlah usia produktif saat ini lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak produktif. Tentunya, ketika pencari kerja banyak tapi tidak ada lapangan kerja juga akan menjadi masalah.

“SMK disiapkan untuk siap kerja tapi tidak harus bekerja, peluang menciptakan usaha juga diharapkan,” kata Ketua Umum BPC HIPMI Kendal Rizky Imhan Rochansa atau biasa disapa Ekky, di SMKN 1 Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (27/04/2026).

Ekky juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis organisasi dalam mencetak wirausaha muda dari kalangan pelajar. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat menyiapkan lulusan untuk mencari kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Gus Fath dalam keterangannya menegaskan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini.

“Kewirausahaan bukan hanya soal berdagang, tetapi tentang cara berpikir—berani mengambil peluang, siap menghadapi risiko, dan mampu menciptakan nilai. Siswa harus mulai melihat diri mereka sebagai calon pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Bagya menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang yang sangat luas bagi generasi muda untuk memulai bisnis.

“Di era sekarang, siapapun bisa memulai usaha dari nol dengan memanfaatkan platform digital. Kuncinya adalah konsistensi, kreativitas dan keberanian untuk mencoba. Anak muda hari ini punya peluang lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga dorongan motivasi untuk mulai merancang langkah nyata dalam dunia usaha. Interaksi langsung dengan para praktisi bisnis menjadi nilai tambah tersendiri yang mampu memperkuat kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia pasca sekolah.

Program “HIPMI Goes to School” juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan terjadi percepatan dalam membangun generasi muda yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional. Dengan semangat “Dari Sekolah ke Bisnis”, generasi muda di Kendal diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

HA-Medika Kendal Hadirkan Layanan EKG Jantung, Akses Pelayanan Kardiovaskular Kini Makin Dekat

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa arah pembangunan kesehatan Indonesia harus bergeser dari yang semula berfokus pada pengobatan (kuratif) menuju pendekatan promotif dan preventif, dengan mendorong peran aktif masyarakat serta membuka peluang besar bagi sektor swasta untuk menghadirkan layanan kesehatan berbasis pencegahan dan deteksi dini. Kebijakan ini juga menjadi strategi penting untuk menekan beban pembiayaan penyakit katastropik yang selama ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, usaha layanan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) memiliki relevansi yang sangat kuat, karena tidak hanya berfungsi sebagai alat diagnostik, tetapi juga dapat diposisikan sebagai bagian dari upaya preventif sekunder melalui deteksi dini penyakit jantung pada masyarakat berisiko, sehingga memungkinkan intervensi lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan terus dilakukan oleh fasilitas kesehatan di daerah bahkan pelosok desa, termasuk dengan menghadirkan layanan pemeriksaan jantung yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Klinik HA-Medika Kendal di Desa Tanjungmojo, Dusun Gambiran, Kecamatan Kangkung yang kini resmi menghadirkan layanan pemeriksaan jantung menggunakan metode EKG. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mendekatkan akses deteksi dini penyakit kardiovaskular bagi masyarakat Kendal dan sekitarnya.

Pemeriksaan EKG merupakan salah satu metode skrining yang efektif untuk mendeteksi gangguan jantung, seperti aritmia, tanda serangan jantung, hingga kelainan fungsi jantung lainnya. Dengan teknologi yang relatif sederhana dan proses yang cepat, masyarakat pelosok desa kini tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke rumah sakit besar untuk mendapatkan pemeriksaan awal kondisi jantung. Hal ini menjadi langkah penting dalam menekan angka kejadian penyakit tidak menular yang terus meningkat.

Menurut dr. Hayin Naila dari HA-Medika Kendal, kehadiran layanan EKG di tingkat klinik merupakan bentuk komitmen untuk memperluas layanan preventif.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar bahwa pemeriksaan jantung tidak harus menunggu gejala berat. Dengan adanya EKG di klinik desa, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat dan lebih mudah diakses,” kata dr. Hayin Naila dari HA-Medika Kendal, di Kendal, Jawa Tengah, Minggu (26/04/2026).

Selain memberikan kemudahan akses, layanan ini juga menjadi bagian dari edukasi kesehatan kepada masyarakat. Klinik HA-Medika Kendal berupaya mendorong pasien untuk lebih peduli terhadap faktor risiko penyakit jantung, seperti pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta riwayat penyakit tertentu. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan.

Lebih lanjut, dr. Hayin Naila menegaskan bahwa pemeriksaan EKG sangat dianjurkan bagi individu dengan faktor risiko maupun yang ingin melakukan pemeriksaan rutin.

“EKG adalah langkah awal yang sederhana, tetapi memiliki peran besar dalam mengetahui kondisi jantung. Dengan hasil pemeriksaan ini, kami dapat menentukan langkah lanjutan yang tepat bagi pasien,” imbuh dr. Hayin.

Dengan hadirnya layanan EKG di Klinik HA-Medika Kendal, diharapkan masyarakat semakin mudah dalam mengakses layanan kesehatan kardiovaskular yang berkualitas. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai terwujud di tingkat lokal demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

HIPMI Kendal Goes To School: Menanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Bangku Sekolah

KENDAL – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang mandiri melalui program “HIPMI Kendal Goes To School”. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memberikan edukasi kewirausahaan sejak dini kepada para siswa SMA, SMK dan MA di Kabupaten Kendal.

Program ini akan dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026, bertempat di SMKN 1 Kendal. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret HIPMI Kendal dalam mendorong pelajar agar tidak hanya berorientasi pada dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Dalam kegiatan ini, HIPMI Kendal menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah berpengalaman di dunia bisnis. Mereka adalah Fathur Rahman selaku CEO Fresh Group dan Edy Bagya selaku CEO Istana Laundry. Keduanya akan berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Para siswa nantinya tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga kisah nyata perjalanan bisnis dari para narasumber. Hal ini diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan siswa tentang peluang usaha di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga jasa.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi langsung antara pelajar dan pelaku usaha. Sesi diskusi dan tanya jawab akan dimanfaatkan untuk menggali lebih dalam mengenai langkah-langkah praktis memulai bisnis, menghadapi kegagalan, serta membangun mental tangguh sebagai seorang entrepreneur.

HIPMI Kendal berharap program “Goes To School” ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak sekolah di masa mendatang. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memiliki pola pikir mandiri, inovatif dan siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

Melalui kegiatan ini, HIPMI Kendal menegaskan bahwa semangat pengusaha pejuang bukan hanya milik mereka yang sudah terjun ke dunia bisnis, tetapi juga harus mulai ditanamkan sejak dini kepada para pelajar sebagai calon pemimpin ekonomi masa depan.

Temuan Artefak Kerajaan Hindu-Buddha di Desa Tanjungmojo

Sebuah temuan artefak kuno di wilayah pesisir utara Kabupaten Kendal kembali membuka kemungkinan adanya jejak peradaban awal Hindu–Buddha di daerah tersebut. Artefak berupa bongkahan batu bata kuno dan bebatuan ditemukan di area persawahan Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Meskipun benda-benda tersebut telah ditemukan oleh petani sejak tahun 2020, proses identifikasi baru selesai dilakukan pada tahun 2026 dan menunjukkan bahwa artefak tersebut berasal dari masa kerajaan Hindu–Buddha di kawasan pantai utara Jawa.

Penemuan ini bermula ketika sejumlah petani setempat menemukan bongkahan batu bata yang tidak biasa saat mengolah lahan sawah. Ukuran dan bentuknya berbeda dengan bata modern yang digunakan masyarakat saat ini. Menyadari adanya kemungkinan nilai sejarah dari temuan tersebut, para petani kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes), Dani Satria (34), yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan dokumentasi dan pelaporan temuan-temuan sejarah lokal di wilayah Jawa Tengah.

“Setelah melalui proses pengumpulan data dan pencocokan dengan berbagai dokumen kepurbakalaan, artefak tersebut akhirnya dapat diidentifikasi secara lebih jelas. Analisis menunjukkan bahwa batu bata tersebut memiliki karakteristik yang serupa dengan bata kuno yang digunakan dalam konstruksi bangunan pada masa Hindu–Buddha awal di Jawa. Berdasarkan kajian terhadap sumber-sumber arkeologis dan dokumentasi sejarah, batu bata tersebut diperkirakan dibuat pada sekitar tahun 630 hingga 640 Masehi,” kata Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes), Dani Satria (34), di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (24/04/2026).

Temuan ini menarik karena diduga memiliki keterkaitan dengan Situs Boto Tumpang yang berada di Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Situs tersebut sebelumnya telah diidentifikasi sebagai struktur bangunan kuno yang berasal dari sekitar abad ke-6 hingga abad ke-7 Masehi. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari lokasi penemuan di Desa Tanjungmojo, para peneliti menduga bahwa kedua lokasi tersebut mungkin merupakan bagian dari jaringan permukiman atau kompleks aktivitas masyarakat pada masa yang sama.

Pada periode tersebut, wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah berada dalam pengaruh Kerajaan Kalingga atau Holing, sebuah kerajaan Hindu–Buddha yang berkembang pada abad ke-7. Kerajaan ini dikenal dalam berbagai sumber sejarah, termasuk catatan Tiongkok, dan sering dikaitkan dengan kepemimpinan Ratu Shima yang terkenal dengan kebijaksanaan dan ketegasan hukumnya. Keberadaan artefak di wilayah Kendal memperkuat dugaan bahwa kawasan pantura tidak hanya menjadi jalur perdagangan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas keagamaan dan permukiman pada masa itu.

“Bangunan semacam ini biasanya digunakan sebagai tempat pemujaan atau pusat ritual spiritual masyarakat pada masa itu. Jika dugaan ini benar, maka temuan di Desa Tanjungmojo dapat menjadi petunjuk penting mengenai persebaran pengaruh budaya dan agama Hindu–Buddha di wilayah pesisir Jawa sebelum berkembangnya kerajaan besar seperti Mataram Kuno,” imbuh Dani.

Tinggalkan Pertumbuhan Artifisial, BP BUMN Kawal Visi Ketahanan Fundamental Presiden Prabowo

​JAKARTA – Pemerintahan Prabowo secara tegas memilih model pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif. Pernyataan ini ditekankan oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, saat memberikan arahan strategis di hadapan pimpinan Defend.id, Rabu (22/4/2026).

​Menurut Dony, pertumbuhan ekonomi yang hanya berpatokan pada angka persentase makro akan sulit menciptakan kesejahteraan merata dan justru memperlebar tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara sedang melakukan “restorasi” dengan fokus utama pada dua pilar keberlanjutan: Ketahanan dan Pertahanan.

​”Kita ingin shifting dari artificial menjadi fundamental economic growth. Tidak ada negara yang berdaulat kalau tidak mampu memenuhi pangannya sendiri, mengamankan energinya, dan memiliki SDM yang tangguh,” ujar Dony.

​Untuk menerjemahkan visi tersebut, BP BUMN langsung mengawal berbagai program strategis di lapangan, meliputi Ketahanan Pangan, ketahanan energi, dan ketahanan SDM. Ketahanan pangan adalah program nyata pemerintah Prabowo yang sukses mendorong swasembada beras. Dony menjelaskan langkah terstruktur pemerintah menciptakan swasembada melalui pencetakan sawah baru, penambahan infrastruktur irigasi, dan penyesuaian model bisnis pupuk (mark to market) yang berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.

Sedang dalam ketahanan energi, pemerintah terus mendorong proyek hilirisasi seperti konversi batu bara menjadi gas (Dimethyl Ether/DME), penghentian impor solar, serta pengembangan bahan bakar nabati (etanol dan B50) untuk menekan capital outflow.

BUMN juga mendukung program intervensi gizi nasional (Makan Bergizi Gratis) sebagai pilar ketahanan SDM guna memutus rantai stunting yang masih di angka 23 persen. Pun halnya pembangunan ‘Sekolah Rakyat’ dan ‘Sekolah Garuda’ untuk pemerataan akses pendidikan.

​”Ini bukan sekadar program biasa, ini adalah sebuah proses restorasi tentang keberlanjutan Indonesia ke depan. BUMN harus menjadi motor penggerak utama yang memastikan negara ini berdaulat,” tutup Dony.

Arsiteki Transformasi BUMN, Dony Oskaria Segera Pangkas 1.000-an BUMN Hingga Tinggal 300-an!

​JAKARTA – Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi dan restrukturisasi menyeluruh di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini disampaikan dalam pertemuannya dengan jajaran direksi holding BUMN industri pertahanan, Defend.id, pada Rabu (22/4/2026).

​Langkah strategis ini dilakukan seiring dengan pembentukan Sovereign Wealth Fund Danantara, yang akan mengonsolidasikan aset-aset negara agar lebih terarah dan berdaya saing global. Dony memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.077 perusahaan di ekosistem BUMN yang sedang ditinjau secara fundamental untuk dirampingkan menjadi sekitar 200-300-an perusahaan pada tahun ini.

​”Kita melakukan asesmen mendalam melalui empat tahapan, mulai dari global benchmark, potensi pasar, hingga kapabilitas internal,” tegas Dony.

​Dari hasil asesmen tersebut, BP BUMN membagi perusahaan ke dalam empat kuadran utama. Pertama adalah ​likuidasi bagi perusahaan yang beban utangnya jauh melebihi aset dan tidak memiliki daya saing pasar. Kemudian ​divestasi bagi perusahaan berskala kecil yang berada di luar bisnis inti (misalnya agen perjalanan milik BUMN energi).

​Langkah yang krusial lain adalah penggabungan atau konsolidasi perusahaan berdasarkan sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, hingga perhotelan agar memiliki skala ekonomi yang besar. Kemudian pengembangan bagi BUMN strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi dan pertahanan.

​Selain perampingan, Dony juga menegaskan perubahan paradigma mendasar dalam interaksi antar-BUMN. Istilah “Sinergi BUMN” kini secara tegas diganti dengan kewajiban.

​”Sekarang pemiliknya adalah Danantara. Bukan sinergi lagi, tapi namanya ‘wajib’ menggunakan perusahaan BUMN. Seluruh kebutuhan di lingkungan BUMN yang bersinggungan dengan perusahaan seperti di Defend.id hukumnya wajib,” ujarnya.

Dony mencontohkan industri pertahanan, seperti PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, hingga PT LEN Industri, tidak boleh lagi berjuang sendirian tanpa sinergi BUMN lain. ​”Industri pertahanan kita harus menjadi unggulan. Tidak mungkin sebuah industri bisa berkembang dan melakukan transfer teknologi jika kita tidak memiliki keberpihakan. Saya wajibkan seluruh BUMN, seperti Pelni, ASDP, dan Pertamina International Shipping (PIS) untuk membangun kapalnya di PT PAL,” tegas Dony Oskaria.

Perkuat Layanan Kesehatan Nasional, BP BUMN Dorong Bio Farma Lebih Unggul

BANDUNG — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Senin (20/4), bersama pimpinan BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM), guna meninjau dan memperkuat peran PT Bio Farma (Persero) sebagai BUMN strategis di sektor kesehatan.

Dalam arahannya, Dony menekankan bahwa dedikasi dan perubahan budaya kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan publik. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga menuntut standar integritas dan profesionalisme yang tinggi di setiap lini operasional.

“Bio Farma memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan produk serta layanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Karena itu, penguatan budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, akuntabilitas, dan pelayanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Dony.

Sebagai holding BUMN farmasi, Bio Farma diharapkan terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi, serta distribusi produk kesehatan yang aman, bermutu, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi krusial dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional, termasuk dalam menghadapi tantangan global di sektor farmasi dan bioteknologi.

BP BUMN bersama Danantara juga menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan kinerja dan integritas di seluruh ekosistem Bio Farma. Upaya ini dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi aset, serta percepatan transformasi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Melalui langkah tersebut, Bio Farma diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.