BANDUNG — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Senin (20/4), bersama pimpinan BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM), guna meninjau dan memperkuat peran PT Bio Farma (Persero) sebagai BUMN strategis di sektor kesehatan.
Dalam arahannya, Dony menekankan bahwa dedikasi dan perubahan budaya kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan publik. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga menuntut standar integritas dan profesionalisme yang tinggi di setiap lini operasional.
“Bio Farma memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan produk serta layanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Karena itu, penguatan budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, akuntabilitas, dan pelayanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Dony.
Sebagai holding BUMN farmasi, Bio Farma diharapkan terus meningkatkan kapasitas produksi, inovasi, serta distribusi produk kesehatan yang aman, bermutu, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi krusial dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional, termasuk dalam menghadapi tantangan global di sektor farmasi dan bioteknologi.
BP BUMN bersama Danantara juga menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan kinerja dan integritas di seluruh ekosistem Bio Farma. Upaya ini dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi aset, serta percepatan transformasi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Melalui langkah tersebut, Bio Farma diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
BANDUNG — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melaksanakan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat, pada Senin (20/4). Pada agenda yang berlangsung di PT Pos Indonesia, dibahas penguatan peran perusahaan sebagai induk konsolidasi BUMN logistik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui Leadership Forum, Kepala BP BUMN memberikan pembekalan dalam memperkuat peran PT Pos Indonesia sebagai induk konsolidasi BUMN logistik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program transformasi dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadirkan layanan logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Dony Oskaria menekankan pentingnya kesamaan visi dalam menjalankan transformasi BUMN.
“Saya ingin semua kita memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi yang terjadi di perusahaan-perusahaan BUMN. Karna bagaimana pun seluruh transformasi ini tentu akan dialami oleh seluruh perusahaan BUMN. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden, dan itu bukan hanya diminta tetapi semua kita harus yakin dan believe kalau kita ingin memiliki satu perusahaan yang sustain, perusahaan yang berkembang, perusahaan yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dony.
Kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat kesiapan PT Pos Indonesia sebagai pusat logistik nasional yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta efektivitas distribusi di seluruh Indonesia.
Transformasi PT Pos Indonesia sebagai induk logistik nasional dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem logistik yang terintegrasi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendukung kelancaran distribusi barang di seluruh Indonesia.
BP BUMN juga mendorong PT Pos Indonesia untuk memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan langkah tersebut, perusahaan diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
BP BUMN terus mendukung PT Pos Indonesia untuk bertransformasi secara berkelanjutan, memperkuat kapabilitas digital, serta meningkatkan daya saing guna mendukung konektivitas logistik nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melaksanakan kunjungan kerja ke Bandung (20/4), bersama jajaran pimpinan BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM). Kunjungan ke PT Telkom Indonesia Tbk merupakan agenda kedua, guna memastikan percepatan transformasi perusahaan, khususnya dalam penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi operasional, serta penajaman fokus bisnis perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan bahwa transformasi Telkom harus segera terlaksana selaras dengan arahan Presiden.
“Rapat hari ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden tentunya. Pertama mengenai buku harus bersih, kita menata ulang pembukuan terhadap Telkom. Kedua membahas mengenai streamlining yang harus diselesaikan tahun ini. Ketiga mengenai pembersihan, karena kita mau perusahaan ini dijalankan dengan yang benar, tepat, dan bersih sehingga perusahaan Telkom ke depannya benar-benar menjadi lebih hebat lagi,” ujar Dony.
Lebih lanjut, Dony juga menekankan bahwa transformasi digital Telkom harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata. Kepemimpinan yang kuat dinilai menjadi kunci dalam memastikan setiap inisiatif perubahan berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, BP BUMN menyoroti sejumlah fokus strategis dalam percepatan transformasi Telkom. Penguatan tata kelola perusahaan menjadi perhatian utama, termasuk memastikan pencatatan dan pembukuan berjalan sesuai standar akuntansi serta mengacu pada benchmark industri. Di sisi lain, peningkatan daya saing didorong melalui proses streamlining anak perusahaan agar lebih fokus, efisien, dan adaptif terhadap dinamika industri. Selain itu, penegakan hukum juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan BUMN yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Kunjungan ini menegaskan peran BP BUMN dalam mengawal transparansi dan efektivitas operasional BUMN. Penguatan sistem pelaporan dan pengawasan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan optimal dan akuntabel.
BP BUMN bersama Danantara akan terus mendorong PT Telkom Indonesia Tbk dalam memperkuat fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan digital yang semakin andal, meningkatkan daya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) sejatinya merupakan langkah progresif dalam mendekatkan akses pelatihan kerja ke masyarakat akar rumput. Dengan menempatkan fasilitas pelatihan di lingkungan pesantren, yayasan dan organisasi masyarakat, negara berupaya memotong jarak antara kebutuhan keterampilan dan ketersediaan lembaga pelatihan formal.
Menurut Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria, secara konseptual, BLK Komunitas tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang potensial menggerakkan kemandirian masyarakat desa. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit BLK Komunitas di berbagai daerah yang terpantau belum berjalan optimal. Sejumlah fasilitas tampak berdiri, tetapi minim aktivitas pelatihan yang berkesinambungan. Maka dari itu, BLK Komunitas di daerah perlu dihidupkan secara maksimal.
“Fenomena ini tidak dapat disederhanakan sebagai kegagalan program semata, melainkan lebih tepat dilihat sebagai tantangan dalam tahap implementasi. Setelah fase pembangunan dan pemberian bantuan awal, banyak pengelola komunitas belum sepenuhnya siap menjalankan fungsi operasional secara mandiri, baik dari sisi manajerial, jaringan kemitraan, maupun keberlangsungan program. Persoalan mendasar terletak pada belum terbangunnya ekosistem pendukung yang kuat. BLK Komunitas idealnya tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kebutuhan pasar kerja lokal, pelaku usaha, serta potensi ekonomi setempat,” kata Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria melalui siaran persnya di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (21/04/2026).
Dani berpendapat, ketika pelatihan yang diberikan tidak selaras dengan peluang kerja di sekitarnya, maka output pelatihan kehilangan relevansi. Di sisi lain, keterbatasan instruktur, kurangnya inovasi program, serta ketergantungan pada bantuan pemerintah juga memperlemah dinamika kegiatan. Dalam konteks ini, terlihat adanya kesenjangan antara desain kebijakan yang top-down dengan realitas kapasitas komunitas di lapangan.
“Oleh karena itu, upaya menghidupkan kembali BLK Komunitas memerlukan pendekatan kolaboratif yang lebih adaptif. Pengelola komunitas perlu didorong untuk bertransformasi dari sekadar penerima bantuan menjadi aktor penggerak yang proaktif. Pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih strategis dalam pendampingan dan penguatan jejaring, sementara sektor swasta dan pelaku usaha lokal dapat dilibatkan sebagai mitra pelatihan maupun pengguna tenaga kerja. Integrasi dengan potensi ekonomi lokal, seperti pertanian, industri kreatif, atau usaha berbasis kesehatan juga menjadi kunci agar pelatihan memiliki nilai guna yang nyata,” imbuh Dani.
Dani berharap, kedepannya BLK Komunitas dapat menjadi investasi sosial yang tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Menghidupkan BLK Komunitas bukan hanya tentang mengaktifkan kembali gedung dan peralatan, tetapi juga menghidupkan harapan akan kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput. Jika dikelola dengan tepat, program ini berpotensi menjadi pondasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang adaptif dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.
JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bandung, Senin (20/4), bersama jajaran pimpinan BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM), dengan agenda pertama mengunjungi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kunjungan ini sebagai upaya mendorong percepatan elektrifikasi sektor transportasi nasional guna mewujudkan sistem mobilitas yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas layanan publik.
Dalam kunjungan tersebut, dibahas program elektrifikasi kereta yang akan dioperasionalkan pada tiga jalur strategis, yakni Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cigombong, dan Jakarta–Rangkasbitung. Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transportasi, menurunkan emisi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP BUMN menegaskan komitmen penuh Pemerintah dalam mendorong dan mendukung langkah transformasi transportasi massal nasional.
“Nah ini sudah berpuluh tahun, kita berharap tentu di tangan Bapak Presiden Prabowo, transformasi di sisi transportasi massal ini akan terjadi dan lokomotif di depannya adalah Kereta Api Indonesia. Silakan apa yang dibutuhkan nanti Pak Dirut sampaikan, kita akan pastikan bahwa dukungan dari Danantara dan BP BUMN 100% akan mendukung seluruh transformasi yang akan dilakukan oleh Kereta Api Indonesia,” ujar Dony.
Pada kesempatan yang sama, turut dibahas optimalisasi kapasitas sarana dan prasarana khususnya di wilayah Jabodetabek, rencana replacement unit lokomotif, serta peremajaan dan modernisasi sarana dan teknologi. Penguatan inovasi layanan dan penataan anak usaha, termasuk pengembangan angkutan barang melalui KAI Logistik dan kerja sama dengan INKA, juga menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi dan daya saing sektor perkeretaapian nasional.
Dalam pertemuan tersebut, BP BUMN menegaskan pentingnya transformasi BUMN yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut harus dijalankan dengan tata kelola yang baik, mengedepankan transparansi, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam setiap proses bisnis.
Direksi KAI menyambut arahan tersebut dengan komitmen kuat untuk terus berbenah dan melakukan pembaruan di berbagai lini. KAI menegaskan kesiapannya untuk mendorong pengembangan sistem transportasi yang lebih modern, aman, dan andal guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa seluruh proses transformasi di KAI berjalan secara konsisten dengan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan serta keselarasan dengan kebijakan nasional dan terutama mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
BP BUMN bersama Danantara terus mendorong KAI agar bertransformasi menjadi perusahaan transportasi yang modern, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung target Pemerintah menuju zero emisi.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri penandatanganan traktat komitmen pelaksanaan program penataan anak usaha di lingkungan grup Pertamina. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi struktural BUMN energi melalui langkah streamlining yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Langkah penataan ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk memperkuat struktur bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Melalui konsolidasi dan penyederhanaan entitas usaha, diharapkan BUMN energi dapat bergerak lebih lincah, fokus, dan adaptif terhadap dinamika industri.
Dalam kesempatan tersebut, Dony Oskaria menegaskan bahwa langkah streamlining bukan sekadar efisiensi organisasi, tetapi merupakan bagian dari transformasi fundamental dalam membangun BUMN yang sehat dan kompetitif.
“Jadi Bapak-Ibu sekalian, inilah kenapa kita melakukan streamlining, untuk memastikan bahwa dari seribu sekian menjadi dua ratus lima puluhan perusahaan ke depannya, itu betul-betul perusahaan yang sangat kompetitif, perusahaan yang sehat. Dan yang paling utama adalah governance. At some point Indonesia harus berubah. Inilah yang sebetulnya dilakukan oleh Bapak Presiden Prabowo. Tidak mungkin BUMN ini begini terus. Dan saya punya keyakinan untuk itu,” ujar Dony.
Lebih lanjut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan ekosistem BUMN sektor energi agar semakin terintegrasi dan memiliki fokus bisnis yang jelas. Upaya ini diyakini akan meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperkuat kontribusi BUMN dalam menjaga ketahanan energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Transformasi yang tengah dijalankan ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem BUMN yang lebih ramping namun berdampak besar, dengan orientasi pada kinerja, keberlanjutan, dan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap keberadaan industri rumahan atau clandestine laboratory narkotika golongan I jenis Zenith Carnophen atau biasa disebut ‘Pil Jin’ berskala besar di Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Barat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga petugas mengamankan seorang pria berinisial P di Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti sebanyak 120.000 butir Zenith. Dari hasil pengembangan kasus tersebut, aparat berhasil menelusuri jaringan hingga menemukan lokasi produksi di Semarang. Dalam prosesnya, Polda Metro Jaya juga membenarkan keterlibatan seorang oknum anggota Polri berpangkat Bharaka (Bhayangkara Kepala) berinisial P dalam kasus ini, yang saat ini turut menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut.
Menurut kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI) Hardiat Dani, kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan narkoba di daerah telah mengalami industrialisasi. Produksi tidak lagi dilakukan secara sederhana, melainkan menggunakan metode yang menyerupai industri legal, yaitu ada perencanaan, pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi yang terorganisir.
“Tentunya, pengungkapan pabrik obat keras ilegal ini merupakan keberhasilan aparat dalam membongkar satu kasus peredaran narkoba. Peristiwa ini menandai pergeseran penting dalam lanskap kejahatan narkotika di Indonesia, dari yang sebelumnya didominasi pola street crime menuju bentuk organized crime yang lebih kompleks, sistematis dan berbahaya. Jika dahulu peredaran narkoba identik dengan transaksi kecil di tingkat jalanan, kini kita dihadapkan pada realitas baru yaitu produksi massal, distribusi lintas wilayah dan keterlibatan jaringan terstruktur,” kata kriminolog alumni Universitas Indonesia (UI) Hardiat Dani di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/04/2026).
Hardiat berpendapat, bahwa evolusi kejahatan ini tentu membawa implikasi serius bagi upaya penegakan hukum. Pendekatan yang selama ini berfokus pada penangkapan pengguna atau pengedar kecil menjadi tidak lagi memadai. Penegakan hukum harus mampu menembus struktur jaringan hingga ke aktor intelektual dan sumber produksi.
“Dalam konteks street crime, kejahatan narkoba biasanya melibatkan aktor individu atau kelompok kecil dengan peran yang terbatas, seperti pengedar eceran atau kurir. Aktivitas ini bersifat oportunistik, dengan jangkauan lokal dan tanpa sistem produksi yang mapan. Namun, kasus di Semarang menunjukkan karakter yang berbeda. Ditemukannya laboratorium produksi, bahan baku dalam jumlah besar, serta jaringan distribusi hingga ke luar daerah mengindikasikan adanya organisasi yang bekerja secara sistematis. Fenomena ini bukan lagi menunjukkan sekadar kejahatan jalanan, melainkan bagian dari industri ilegal yang dirancang untuk menghasilkan keuntungan dalam skala besar,” imbuh Hardiat.
Dalam kajian kriminologi, fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori Routine Activity dari Lawrence Cohen dan Marcus Felson juga relevan untuk menjelaskan mengapa kejahatan seperti ini dapat berkembang. Teori ini menekankan bahwa kejahatan terjadi ketika tiga elemen bertemu: pelaku yang termotivasi, target yang sesuai dan ketiadaan pengawasan yang efektif. Dalam kasus pabrik Zenith, ketiga elemen ini tampak hadir secara bersamaan. Tingginya permintaan pasar terhadap obat tertentu menciptakan target yang menguntungkan, sementara lemahnya pengawasan terhadap distribusi bahan kimia dan wilayah tertentu membuka peluang bagi pelaku untuk membangun operasi ilegal tanpa terdeteksi dalam waktu lama.
“Peran masyarakat juga menjadi krusial dalam menghadapi perubahan ini. Lingkungan sosial yang permisif terhadap penyalahgunaan obat-obatan dapat menjadi lahan subur bagi berkembangnya jaringan kejahatan. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada kesadaran kolektif untuk menolak dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar kita,” pungkas Hardiat.
JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama jajaran Direksi seluruh BUMN Karya untuk membahas langkah strategis dalam mempercepat transformasi dan penyehatan kinerja perusahaan.
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya BP BUMN dan Danantara dalam memperkuat langkah restrukturisasi BUMN Karya guna membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.
Dalam pertemuan itu, ditegaskan pentingnya perbaikan laporan keuangan yang lebih realistis dan kredibel, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan prinsip transparansi sebagai fondasi utama tata kelola perusahaan yang baik.
BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola dan perbaikan kinerja keuangan BUMN Karya sebagai bagian dari langkah restrukturisasi yang berkelanjutan. Upaya ini diarahkan untuk memastikan fondasi perusahaan yang lebih sehat serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.
“Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi. Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Dony.
Dengan langkah restrukturisasi yang semakin terarah dan terukur, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
BP BUMN bersama Danantara akan terus mengawal proses transformasi ini secara berkelanjutan agar BUMN Karya mampu memainkan peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.
JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, serta perwakilan Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Jalin Pembayaran Nusantara, untuk membahas pengembangan sistem pembayaran pajak atas transaksi digital luar negeri yang terintegrasi.
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada penguatan integrasi sistem pembayaran pajak atas transaksi digital luar negeri guna mendukung proses transaksi yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi layanan publik yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui keterhubungan antar sistem yang semakin baik, proses transaksi diharapkan dapat berjalan lebih cepat, real-time, serta mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, integrasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem serta meminimalkan potensi hambatan dalam proses administrasi.
Kepala BP BUMN menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pembayaran pajak digital luar negeri yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Integrasi sistem pembayaran pajak digital luar negeri merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan penerimaan negara, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi secara aman dan real-time,” ujar Dony.
BP BUMN turut menyatakan komitmennya dalam mendukung penugasan Pemerintah kepada PT Jalin Pembayaran Nusantara dalam pengembangan ekosistem keuangan digital nasional sebagai fondasi peningkatan kualitas layanan publik sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkontribusi pada penerimaan Negara khususnya yang bersumber dari transaksi digital luar negeri, sesuai Perpres Nomor 68 Tahun 2025 Tentang Sistem Pemungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri.
Dengan sinergi antara Pemerintah, BUMN, dan pelaku industri, pengembangan sistem pembayaran diharapkan mampu memperkuat tata kelola layanan penerimaan negara serta menghadirkan layanan yang lebih efisien dan andal.
Jakarta, 13 April 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menjadi momentum untuk menegaskan kembali semangat transformasi yang terus dijalankan dalam memperkuat peran BUMN untuk negeri. Mengusung tema “28 Tahun BP BUMN: Bergerak dalam Transformasi, Menguatkan Peran untuk Negeri,” peringatan ini tidak hanya merefleksikan perjalanan panjang kelembagaan, tetapi juga menegaskan komitmen BP BUMN untuk terus mendorong BUMN agar semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Tema tersebut mencerminkan arah perubahan yang selama ini terus diperkuat BP BUMN, baik melalui penguatan kelembagaan, perbaikan tata kelola, maupun penajaman fungsi pengaturan dan pengawasan yang semakin adaptif terhadap dinamika global. Dalam konteks tersebut, transformasi tidak dimaknai semata sebagai perubahan struktur, melainkan sebagai upaya berkelanjutan untuk membangun BUMN yang lebih sehat, efisien, kompetitif, dan siap menjawab tantangan pembangunan dalam menghadapi disrupsi dan tantangan masa depan.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi tersebut hanya dapat berjalan melalui komitmen bersama dan kerja yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan. “Transformasi ini tidak mungkin terjadi tanpa komitmen bersama. Konsolidasi yang telah dilakukan menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan keseriusan, BUMN mampu menjadi entitas yang lebih kuat dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Dony.
Salah satu wujud konkret dari transformasi tersebut terlihat dalam langkah konsolidasi BUMN dan streamlining agar menjadi lebih terfokus dengan fungsi yang lebih jelas dan fondasi usaha yang lebih kuat. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun BUMN yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif, sehingga semakin siap menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian nasional.
Peringatan HUT ke-28 BP BUMN juga diwarnai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilaksanakan di Kantor BP BUMN sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan dan capaian yang telah diraih. Prosesi tersebut dilakukan oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, serta turut dihadiri oleh Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, sebagai simbol kebersamaan, soliditas, dan komitmen seluruh insan BUMN untuk terus melanjutkan transformasi secara berkelanjutan.
Bagi BP BUMN, peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi titik pijak untuk memperkuat tekad dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Dony menegaskan bahwa kematangan BUMN yang telah terbentuk selama ini harus terus dijaga melalui soliditas, kesamaan visi, dan tujuan bersama.
“Di usia yang ke28 ini, BUMN telah semakin matang. Ke depan, tantangan tentu tidak semakin ringan. Kita harus tetap solid, memiliki satu visi dan satu tujuan, sehingga dapat membawa BUMN-BUMN ke depan menjadi lebih baik lagi,” ujar Dony.
Dony menambahkan, arah transformasi tersebut pada akhirnya harus tetap berpijak pada tujuan utama pendirian BUMN, yakni memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat. “Tentu kita harus mengingat bahwa ikhtiar awal dari lahir BUMN ini ingin memberikan kontribusi maksimal bagi negara,” tutupnya.
Ke depan, BP BUMN akan terus memperkuat transformasi melalui kebijakan yang lebih tajam, pengawasan yang semakin kuat, serta sinergi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui langkah tersebut, BP BUMN berkomitmen memastikan BUMN terus berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.