BPC HIPMI Kendal mengundang seluruh New Member untuk hadir di acara seru dan penuh kehangatan: “Kopdar New Member & Buka Bersama DPR RI”! 🌙✨ Acara ini bukan sekadar kopdar, tapi juga momen silaturahmi, sharing inspiratif, dan tentunya buka puasa bareng dalam suasana santai namun berbobot.
Kali ini kita akan ngobrol langsung bersama Firnando H Ganinduto, Anggota Komisi VI DPR RI, yang akan berbagi insight seputar dunia usaha, peluang bisnis, serta peran pengusaha muda dalam mendorong ekonomi daerah dan nasional.
Siapkan pertanyaan terbaikmu, perluas relasi, dan nikmati suasana hangat kebersamaan keluarga besar HIPMI Kendal. Yuk hadir, kenalan, belajar, dan buka puasa bareng dalam satu momen yang inspiratif dan menyenangkan! 🚀
Sebuah unggahan di platform Facebook menampilkan testimoni positif dari seorang netizen di grup Liputan Kab Kendal yang memuji kualitas menu SPPG Tanjungmojo karena dinilai tidak pernah mengecewakan dan bahkan telah dicoba langsung di rumah dengan hasil yang memuaskan. Dalam gambar tersebut terlihat poster resmi bertajuk “Porsi Besar Menu Hari Ini 05 Februari 2026” yang memuat daftar hidangan seperti tahu goreng, dori crispy sambal matah, capcay, nasi putih, dan kurma, lengkap dengan tampilan foto makanan dalam kotak makan stainless serta analisis kandungan gizi untuk porsi kecil dan porsi besar. Poster tersebut juga mencantumkan logo Badan Gizi Nasional yang memperkuat kesan resmi dan terstandar, sehingga keseluruhan unggahan mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap kualitas, cita rasa, serta nilai gizi menu yang disajikan.
Jakarta, 24 Februari 2026 — Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria melantik pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan BP BUMN, Jakarta. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata dan Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf serta sejumlah Direksi BUMN.
Pelantikan pejabat struktural ini merupakan langkah strategis BP BUMN dalam memperkuat struktur kepemimpinan, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta mendorong akselerasi kinerja BUMN agar semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Dalam arahannya, Dony Oskaria menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari perjalanan panjang transformasi pengelolaan BUMN. Pelantikan ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang dan menjadi bentuk komitmen penuh kita semua untuk melakukan transformasi dalam pengelolaan BUMN ke depan.
“Transformasi membutuhkan komitmen, kerja keras, konsistensi, dan pengorbanan. Menjadi pejabat bukan saatnya untuk menikmati jabatan, melainkan saatnya untuk bekerja lebih keras dan menghadapi tantangan yang semakin besar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sudah saatnya BUMN naik kelas di seluruh aspek pengelolaan. “Hal-hal yang selama ini tidak baik harus kita tinggalkan. Perubahan yang kita lakukan bukan sekadar lips service, tetapi harus benar-benar kita wujudkan secara nyata,” lanjut Dony. Lebih lanjut, Dony menekankan pentingnya sinergi antara BP BUMN dan BPI Danantara. BP BUMN dan Danantara seperti satu koin dengan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Danantara mengelola perusahaan-perusahaan BUMN, sementara sesuai amanat undang-undang, tugas BP BUMN meliputi menetapkan kebijakan strategis pengelolaan BUMN.
Dony juga menyoroti besarnya agenda restrukturisasi BUMN ke depan. “Dalam waktu dekat, kita akan melakukan proses streamlining BUMN saat ini lebih dari 1.000 entitas akan menjadi 200-300 entitas melalui berbagai aksi korporasi seperti merger, divestasi, likuidasi, dan restrukturisasi. Ini adalah restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan, sehingga membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan kerja sama yang kuat dari seluruh jajaran,” jelasnya.
Dony menegaskan, “Saya meminta komitmen dan kerja keras seluruh jajaran untuk meninggalkan legacy terbaik bagi negara”, jabatan ini adalah amanah, bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, jagalah integritas, sebab kekuasaan yang tidak diawasi berpotensi disalahgunakan. Kita ingin melakukan perubahan fundamental agar BUMN semakin transparan, profesional, dan membanggakan, serta dapat diwariskan dengan baik kepada generasi berikutnya. Selamat kepada para pejabat yang dilantik, semoga amanah ini dijaga sebaik-baiknya, ujar Dony
Nama-nama pejabat Eselon I yang dilantik dan diambil sumpahnya diantaranya adalah Sekretaris Utama: Wahyu Kuncoro; Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi: Rabin Indrajad Hattari; Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan: Wahyu Setyawan; Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN: Endra Gunawan; Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan: Hambra; Deputi Bidang Hukum dan Kepatuhan: Rini Widyastuti.
Adapun nama-nama pejabat Eselon II yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah sebagai berikut: Inspektur: Rachman Ferry Isfianto Kepala Biro Perencanaan & Keuangan: Susi Meyrista Br Tarigan Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia: Faturohman Kepala Biro Administrasi dan Umum: Wahyu Wibowo Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan: YB Priyatmo Hadi Kepala Pusat Data dan Informasi: Anindita Eka W Plt. Kepala Pusat Transformasi dan Analisis Kebijakan: K. Seno Pamungkas Direktur Perencanaan Strategis: Abdi Mustakim Plt. Direktur Kebijakan Tata Kelola BUMN: Abdi Mustakim Direktur Kebijakan Kinerja BUMN: Romy Marcandi Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia BUMN: Muhammad Rizal Kamal Direktur Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan: Edi Eko Cahyono Plt. Direktur Keberlanjutan: Edi Eko Cahyono Direktur Pengelolaan Nilai BUMN Ketahanan Energi dan Infrastruktur: Bin Nahadi Direktur Peningkatan Nilai BUMN Ketahanan Pangan dan Industri Strategis: Rainoc Plt. Direktur Pengelolaan Nilai BUMN Keuangan, Telekomunikasi dan Jasa: Widia Jessti Direktur Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Bidang Ketahanan Energi: Fadjar Judisiawan Direktur Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Bidang Ketahanan Pangan :Liliek Mayasari Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum (Perum): M. Khoerur Roziqin Direktur Peraturan Perundang-Undangan: Bastian Plt. Direktur Hukum: Anas Puji Istanto Direktur Kepatuhan BUMN: M. Taufiq
Ke depan, jajaran pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara profesional dan berintegritas, serta mendorong sinergi lintas sektor untuk memastikan BUMN terus memberikan kontribusi maksimal bagi negara dan masyarakat.
🎓✨ Telah Dibuka! Penerimaan Mahasiswa Baru Magister Promosi Kesehatan 2026/2027
Saatnya melangkah lebih jauh dalam bidang promosi kesehatan dan menjadi bagian dari agen perubahan di masyarakat. Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan kesehatan publik secara komprehensif.
🗓 Pendaftaran: 19 Februari – 5 Maret 2026 📝 Ujian Tertulis: 12 Maret 2026 🎤 Wawancara: 12–13 Maret 2026 📢 Pengumuman: 26 Maret 2026
Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengembangkan kapasitas akademik dan profesional Anda!
Ketua Bidang X Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal, Dani Satria, mencatat adanya peningkatan permintaan tukang bangunan menjelang Hari Raya Idulfitri. Bidang yang ia koordinasikan meliputi infrastruktur, tata ruang, properti, dan perhubungan, sehingga dinamika sektor konstruksi menjadi salah satu fokus pemantauan organisasi di tingkat cabang.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat untuk melakukan renovasi rumah, perbaikan bangunan, hingga penyelesaian proyek kecil sebelum Lebaran. Momentum ini juga berdampak pada kenaikan aktivitas toko material bangunan dan perputaran ekonomi lokal, khususnya di wilayah Kendal dan sekitarnya, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan pembangunan perumahan dan fasilitas usaha.
Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang positif bagi pelaku usaha jasa konstruksi skala kecil dan menengah karena mampu menyerap tenaga kerja harian secara lebih luas. Di sisi lain, diperlukan pengelolaan jadwal kerja, ketersediaan bahan baku dan standar kualitas pekerjaan agar lonjakan permintaan menjelang Lebaran tetap diimbangi dengan hasil pembangunan yang aman, rapi dan berkelanjutan.
Fenomena “working poor” makin mengemuka di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa memiliki pekerjaan tidak selalu menjamin kesejahteraan hidup. Masyarakat telah bekerja keras namun penghasilannya masih minim bahkan berada di bawah garis kemiskinan, mencerminkan adanya fenomena lapangan kerja yang tidak layak di Indonesia. Penghasilan yang kecil dari pekerjaan yang tak layak tersebut tentunya tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Istilah working poor merujuk pada individu yang tetap bekerja namun hidup dalam kondisi miskin karena pendapatannya tidak mencukupi kebutuhan dasar. Secara umum, lapangan kerja tak layak ini sering kali berbentuk pekerjaan di berbagai sektor berupah rendah dengan perlindungan sosial minim.
Meskipun secara statistik working poor mengurangi tingkat pengangguran di beberapa wilayah, namun secara kualitas hidup perlu menjadi perhatian pemerintah. Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria mengatakan bahwa fenomena working poor adalah cerminan pasar kerja yang masih belum mampu menyediakan pekerjaan layak karena keadaan industri dalam negeri yang belum sepenuhnya kuat.
“Banyak pekerja masih terjebak dalam lapangan kerja berupah rendah dan kontrak sementara, sehingga pendapatan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. Penyebab utama working poor antara lain adalah jumlah upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup. Banyak pekerja di sektor informal cenderung menerima upah harian atau kontrak tanpa jaminan sosial, sehingga kerentanan ekonomi semakin tinggi bagi keluarga pekerja,” kata Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria, melalui siaran persnya di Kendal, Jawa Tengah, Senin (23/02/2026).
Dani juga menekankan pentingnya kebijakan ketenagakerjaan yang mampu menciptakan pekerjaan layak dan produktif. Menurut Dani, penciptaan lapangan kerja sejatinya tidak dapat hanya dibebankan semata kepada Kementerian Ketenagakerjaan, karena struktur ketenagakerjaan merupakan hasil dari dinamika sektor riil yang lintas bidang. Lapangan kerja lahir dari tumbuhnya industri manufaktur, berkembangnya perdagangan, meningkatnya produktivitas pertanian, ekspansi usaha mikro dan kecil, serta pengelolaan sumber daya alam yang baik.
“Artinya, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian UMKM, Kementerian ESDM hingga Kementerian Kehutanan memiliki peran langsung dalam menciptakan permintaan tenaga kerja melalui kebijakan investasi, hilirisasi, akses pasar, peningkatan nilai tambah dan penguatan rantai pasok domestik. Tanpa integrasi target penciptaan kerja dalam key performance indicator atau KPI masing-masing kementerian tersebut, kebijakan sektoral berisiko berjalan parsial dan tidak selaras dengan agenda besar penyerapan tenaga kerja nasional,” imbuh Dani.
Dani menambahkan, sudah semestinya pemerintah merumuskan KPI lintas kementerian yang secara eksplisit mengarah pada penciptaan dan kualitas lapangan kerja di dalam negeri, termasuk pengurangan pengangguran terbuka dan peningkatan lapangan kerja layak. Bahkan, apabila koordinasi antar sektor dinilai belum optimal, pembentukan lembaga khusus yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dapat menjadi opsi strategis.
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif hingga umur 6 bulan merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. ASI tidak hanya menyediakan nutrisi lengkap sesuai kebutuhan bayi, tetapi juga memberikan perlindungan imunitas yang kuat, membantu mencegah infeksi dan mengurangi risiko berbagai penyakit jangka panjang pada anak. Di sisi ibu, praktik menyusui telah terbukti mempercepat pemulihan pascapersalinan serta menurunkan risiko beberapa penyakit kronis seperti kanker payudara dan diabetes tipe 2. WHO dan UNICEF merekomendasikan agar semua ibu memiliki akses pada dukungan menyusui yang profesional untuk mencapai target pemberian ASI eksklusif ini demi kesehatan ibu dan anak yang lebih baik.
Namun kenyataannya, banyak ibu baru menghadapi kendala praktik menyusui, mulai dari kurangnya pengetahuan teknik yang benar, permasalahan produksi ASI, hingga tantangan psikososial yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Data dan pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa intervensi seperti konseling dan layanan laktasi terstruktur terbukti meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui serta meningkatkan angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Konseling prenatal dan dukungan laktasi terbukti efektif memperbaiki teknik menyusui serta perilaku menyusui ibu, sekaligus mengurangi masalah seperti nyeri dan engorgement payudara yang sering menjadi penyebab putusnya menyusui dini.
Di Kabupaten Kendal, kebutuhan akan layanan Poli Laktasi semakin mendesak karena masih terbatasnya akses informasi yang berkualitas untuk ibu menyusui. Di banyak fasilitas kesehatan, ibu hanya menerima informasi dasar tanpa pendampingan praktis yang berkesinambungan. Padahal, layanan yang terintegrasi—mulai dari edukasi teknik menyusui, pemantauan produksi ASI, hingga dukungan emosional—dapat menjadi faktor penentu keberhasilan ibu dalam memberikan ASI. Kelas laktasi dan layanan konsultasi yang tersedia secara rutin akan memberikan ruang bagi ibu untuk belajar serta berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat peran tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu secara holistik.
Menurut dr. Hayin Naila, konselor laktasi yang berpraktik di Kendal, layanan Poli Laktasi bukan sekadar tempat berkonsultasi, melainkan jantung dari upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah ini. Di banyak kasus, ibu merasa bingung dan stres menghadapi masalah menyusui karena kurangnya dukungan yang tepat. Dengan adanya Poli Laktasi yang mudah diakses, konselor laktasi dapat memberikan edukasi yang personal, demonstrasi teknik menyusui dan penanganan cepat terhadap masalah seperti produksi ASI rendah atau pelekatan yang kurang tepat. Layanan ini juga melibatkan keluarga karena dukungan lingkungan sangat memengaruhi keberhasilan ibu dalam memberikan ASI.
Kesimpulannya, kehadiran Poli Laktasi di Kendal merupakan kebutuhan strategis yang tidak bisa diabaikan. Layanan ini akan memperkuat dukungan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif, serta mengurangi masalah kesehatan yang berkaitan dengan masa menyusui yang kurang optimal. Dengan struktur layanan yang profesional dan berkesinambungan, Kendal berpotensi menjadi contoh daerah yang berhasil meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui upaya promotif dan preventif berbasis laktasi.
Sangiran memang bukan desa dalam pengertian administratif. Ia adalah kawasan situs prasejarah yang membentang di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Namun sejak ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1996, Sangiran telah melampaui batas geografisnya. Ia menjadi ruang kecil di Jawa yang menyimpan jejak evolusi manusia purba, sekaligus simpul pengetahuan global tentang asal-usul peradaban. Dalam konteks inilah, Sangiran layak dibayangkan sebagai “desa dunia” — sebuah entitas lokal yang maknanya berskala universal.
Secara ilmiah, Sangiran merupakan salah satu situs manusia purba terpenting di Asia. Ribuan fosil hominin, fauna purba dan artefak budaya ditemukan di kawasan ini, menjadikannya laboratorium alam bagi studi paleoantropologi. Temuan-temuan tersebut berkontribusi besar dalam memahami dinamika migrasi dan evolusi manusia di Asia Tenggara. Dalam perspektif ilmu pengetahuan, Sangiran bukan hanya milik masyarakat sekitar, melainkan milik komunitas akademik dunia. Statusnya sebagai warisan dunia mempertegas bahwa nilai yang dikandungnya bersifat lintas bangsa dan lintas generasi.
Namun, menyebut Sangiran sebagai “desa dunia” bukan semata-mata karena pengakuan internasional. Konsep ini juga menyentuh dimensi sosial dan kultural. Desa-desa di sekitar kawasan situs hidup berdampingan dengan sejarah purba yang mendunia. Interaksi antara masyarakat lokal, peneliti, wisatawan dan institusi pendidikan membentuk ekosistem global dalam ruang yang relatif kecil. Di sinilah terjadi perjumpaan antara lokalitas dan globalitas: tradisi masyarakat Jawa berjalan beriringan dengan arus pengetahuan internasional. Sangiran menjadi contoh konkret bagaimana identitas global dapat tumbuh dari akar lokal.
Tentunya, penguatan identitas Sangiran sebagai ruang warisan dunia harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat sekitar. Bakonardes menekankan bahwa konservasi tidak hanya soal menjaga fosil dan lapisan tanah purba, tetapi juga merawat kesadaran kolektif warga sebagai penjaga sejarah umat manusia. Pengembangan edukasi publik, pelibatan generasi muda desa, serta tata kelola wisata berbasis konservasi adalah kunci agar Sangiran tidak terjebak menjadi sekadar objek wisata, melainkan pusat pembelajaran global yang berkelanjutan.
Karena itu, membayangkan Sangiran sebagai “desa dunia” adalah sebuah visi, bukan klaim administratif. Ia adalah upaya menempatkan kawasan ini sebagai titik temu antara sains, budaya dan identitas kebangsaan. Dari tanah purba yang menyimpan jejak Homo erectus hingga diskursus akademik internasional, Sangiran menunjukkan bahwa ruang kecil dapat memiliki arti besar bagi dunia. Tantangannya kini adalah memastikan bahwa pengakuan global tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan, pendidikan dan partisipasi publik yang menguatkan posisi Sangiran sebagai identitas Indonesia di panggung peradaban dunia.
Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes)
RS Baitul Hikmah Kendal menyelenggarakan kegiatan inhouse training Poli Laktasi pada Senin, 16 Februari 2026, sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung di ruang pelatihan internal ini diikuti oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan, dengan tujuan memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam memberikan pendampingan menyusui kepada ibu dan bayi. Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak.
Materi disampaikan oleh dr. Hayin Naila yang memaparkan pentingnya manajemen laktasi, teknik menyusui yang benar, serta penanganan permasalahan umum dalam proses pemberian ASI. Selain sesi teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung dan simulasi untuk memastikan kesiapan tenaga medis dalam memberikan edukasi kepada pasien. Melalui pelatihan ini, RS Baitul Hikmah Kendal menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan Poli Laktasi yang profesional, edukatif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan ibu dan bayi.
Kabar baik untuk para ibu di Kendal dan sekitarnya! RS Baitul Hikmah kini menghadirkan Poli Laktasi bersama dr. Hayin Naila Nikmatika, Dokter Konselor Laktasi yang siap mendampingi perjalanan menyusui Anda dengan profesional dan penuh empati. Mulai dari konseling laktasi, program relaktasi dan induksi laktasi, hingga teknik menyusui dan pendampingan bagi ibu bekerja, semua dirancang untuk membantu ibu memberikan ASI terbaik bagi buah hati. Dengan jadwal praktik setiap Selasa pukul 08.00 hingga selesai, layanan ini menjadi solusi terpercaya untuk mengatasi berbagai tantangan menyusui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dan dapatkan dukungan terbaik demi tumbuh kembang optimal si kecil.