Menu MBG Sebaiknya Terapkan Pedoman “Isi Piringku”

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menuai sorotan publik setelah dinilai belum mencerminkan prinsip gizi seimbang. Kritik keras dilontarkan dr Tan Shot Yen dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (22/9) lalu, yang menilai menu MBG tidak cukup sehat untuk anak sekolah.

Perdebatan semakin meluas di kalangan masyarakat, akademisi, hingga praktisi kesehatan. Banyak pihak menilai bahwa menu MBG sebaiknya mengikuti standar nasional pedoman gizi yang sudah lama dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Program MBG sangat baik, tetapi harus didasarkan pada pedoman ‘Isi Piringku’ agar benar-benar menyehatkan. Pedoman ini dirancang oleh para ahli gizi Indonesia sebagai penyempurnaan terbaru untuk pola makan seimbang,” ujar Peneliti Kesehatan Masyarakat, Dani Satria, M.Kes di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (04/10/2025).

Menurut Dani, pedoman Isi Piringku bukan hanya menjelaskan jenis makanan dan minuman yang perlu dikonsumsi. Lebih dari itu, pedoman ini juga memberikan panduan terkait jumlah dan porsi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian secara menyeluruh.

“Dalam satu piring makan, setengahnya diisi sayuran dan buah, sementara setengah lainnya berisi makanan pokok serta lauk pauk. Pedoman ini juga mengingatkan pentingnya minum cukup air, rajin beraktivitas fisik, serta menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah makan,” imbuh Dani.

Seperti diketahui, Kemenkes menegaskan bahwa pedoman Isi Piringku adalah bagian dari kampanye gizi seimbang yang harus diterapkan di semua program makan masyarakat. Dengan demikian, MBG semestinya bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga memastikan anak-anak terbiasa dengan pola makan sehat sejak dini.

“Penerapan Isi Piringku dalam program MBG dapat mengurangi risiko kekurangan maupun kelebihan gizi pada anak sekolah. Selain itu, penerapan pedoman ini juga diyakini mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan produktif,” pungkas Dani. 

Kriminolog Apresiasi Gerak Cepat Polres Kendal Dalam Tangani Kreak

Polres Kendal, Polda Jawa Tengah, dipimpin langsung Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menggelar konferensi pers pada Rabu (1/10/2025) di Aula Polres Kendal. Konferensi pers ini membahas pengungkapan kasus gangster jalanan atau biasa disebut Kreak yang sempat meresahkan warga.

Kasus tersebut berawal pada Minggu dini hari (28/9/2025) sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Laut Desa Damarsari, Kecamatan Cepiring, Kendal. Kelompok Kreak melakukan aksi intimidasi dengan membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

Tim gabungan dari Polsek Cepiring, Polsek Patebon, dan Polres Kendal segera melakukan pengejaran setelah menerima laporan masyarakat. Hasilnya, dua pemuda pelaku berinisial Aimanul Fajri (23), warga Desa Lanji, Patebon, dan Muhammad Aldo, warga Cepiring, berhasil ditangkap pada Senin (29/9/2025).

“Saya mengapresiasi gerak cepat Polres Kendal dalam menangani Kreak. Seperti diketahui, kreak di Kendal termasuk dalam kategori gangster remaja yang lekat dengan perilaku menyimpang dan melanggar hukum. Perilaku ini selaras dengan teori asosiasi diferensial Edwin Sutherland, dimana remaja belajar perilaku menyimpang melalui interaksi dengan kelompok sebayanya,” kata kriminolog alumni Kriminologi Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani, di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (04/10/2025).

Kapolres Kendal menyampaikan, dari tangan para pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebilah celurit panjang, sepeda motor tanpa plat nomor, helm, bendera bertuliskan Teror 32 All dan rekaman video dalam sebuah flashdisk. Kedua pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kendal.

“Jenis penyimpangan dan pelanggaran hukum ini sangat berpotensi diimitasi oleh remaja lainnya jika tidak segera ditangani. Tindakan cepat dari aparat tentunya dapat mencegah efek domino atau proses penularan sosial yang berisiko memperluas tren kriminalitas di kalangan remaja,” imbuh Hardiat.

Dengan adanya penangkapan ini, Hardiat berharap masyarakat dapat kembali merasa aman saat beraktivitas pada malam hingga dini hari. Hardiat juga mengimbau agar warga segera melapor polisi jika melihat fenomena serupa untuk mencegah berkembangnya kembali Kreak di Kendal.

Bakonardes: Pemulangan 30.000 Artefak dan Fosil Dari Belanda Merupakan Momentum Besar Kebudayaan Indonesia

Pemulangan 30.000 artefak dan fosil dari Belanda ke Indonesia menjadi tonggak bersejarah dalam upaya pelestarian budaya bangsa. Penyerahan ini dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Belanda yang disambut baik oleh Raja Belanda.

Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes), Dani Satria menyebut Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berhasil melakukan diplomasi sehingga mampu menyelamatkan aset berharga bangsa berupa koleksi artefak yang sebelumnya tersimpan di Belanda. Momentum ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembalikan harta intelektual bangsa dan bernilai sejarah tinggi ke tanah air.

Pemulangan 30.000 artefak dan fosil dari Belanda merupakan momentum besar nan bersejarah dalam kebudayaan Indonesia. Meskipun setiap tahun, puluhan hingga ratusan artefak dikembalikan, tapi momentum kali ini sungguh menggembirakan karena kuantitas artefak dan fosil yang sangat besar,” kata Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes), Dani Satria, di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (01/10/2025).

Dani menambahkan, salah satu koleksi penting yang dia dinantikan adalah temuan Eugene Dubois saat melakukan eksplorasi di Jawa dan Sumatera. Fosil “Manusia Jawa” yang ditemukan Dubois telah menjadi artefak krusial dalam sejarah evolusi kognitif yang sempat menggemparkan dunia ilmiah.

“Salah satu artefak yang sangat saya tunggu adalah koleksi dari temuan Eugene Dubois. Fosil manusia Jawa adalah artefak penting dalam sejarah evolusi manusia dan evolusi kognitif,” imbuh Dani.

Dani beterima kasih kepada Belanda atas upaya penjagaan terhadap artefak-artefak tersebut selama berada di negeri mereka. Kini, dengan kembalinya benda-benda bersejarah itu, Indonesia dapat lebih memperkuat identitas budayanya.

Dani berharap, kembalinya artefak bersejarah ini tidak hanya meningkatkan kualitas koleksi museum nasional, tetapi juga memperkuat edukasi masyarakat. Harta karun kebudayaan ini dapat menjadi sumber ilmu bagi generasi muda dan mendorong tumbuhnya apresiasi terhadap warisan sejarah bangsa.

Fenomena Kreak di Kendal: Lemahnya Kontrol Sosial Berakibat Pada Munculnya Subkultur Remaja Menyimpang

Sekelompok remaja dengan perilaku menyimpang atau yang kerap disebut “kreak” terlihat berkumpul di Jalan Desa Damarsari, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah, pada Minggu (28/09/2025) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Mereka membawa senjata tajam berukuran panjang sambil melakukan aksi yang dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga sekitar.

Masyarakat yang melintas di jalan tersebut merasa resah karena aksi itu tidak hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan tindak kriminal. Kondisi jalan Damarsari yang lurus membentang dari selatan ke utara serta sepi pada dini hari membuat lokasi ini rawan menjadi tempat berkumpulnya anak muda.

“Perilaku ini menunjukkan lemahnya kontrol sosial dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan. Ketika ikatan sosial melemah, remaja lebih mudah terjerumus dalam kenakalan dan kekerasan,” kata kriminolog Hardiat di Kendal, Jawa Tengah, Senin (29/09/2025).

Fenomena kreak dipandang sebagai munculnya subkultur remaja yang menyimpang dari norma dominan. Mereka berusaha membangun identitas kelompok dengan melawan aturan yang berlaku, bahkan menggunakan sajam sebagai simbol status dan kekuatan.

“Remaja mencari pengakuan dengan cara menyimpang, karena bagi mereka itu dianggap lebih cepat mendapat status di lingkungannya. Penggunaan sajam bukan sekadar untuk melukai, tapi juga simbolisasi keberanian dan eksistensi kelompok,” imbuh Hardiat.

Belakangan ini, sejumlah lokasi di Kendal juga dilaporkan menjadi arena aktivitas kreak, termasuk di jalur Pantura dari Purin hingga Weleri. Selain dijadikan tempat nongkrong, kawasan itu disebut kerap dimanfaatkan untuk ajang balap liar, khususnya pada malam minggu.

“Pola perilaku seperti ini rentan membuka peluang masuknya penyalahgunaan narkoba. Jaringan pengedar kerap memanfaatkan kelompok remaja yang minim pengawasan dan mudah dipengaruhi untuk memperluas pasar mereka,” ujar Hardiat.

Fenomena kreak di Kendal menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya penguatan kontrol sosial. Jika dibiarkan, subkultur menyimpang ini dapat terus berkembang dan menimbulkan masalah sosial yang lebih serius di masyarakat.

Upaya pencegahan fenomena kreak di Kendal perlu dilakukan melalui penguatan peran keluarga, sekolah dan masyarakat. Mulai dari pola asuh, pemberian perhatian hingga pendidikan karakter. Selain itu, aparat penegak hukum dan pemerintah daerah perlu melakukan patroli rutin di titik rawan serta menciptakan program pembinaan remaja berbasis komunitas.

Kendal Perlu Kembangkan Destinasi Wisata Heritage

Kabupaten Kendal di Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata heritage yang hingga kini masih belum tergarap secara maksimal. Salah satu aset yang bisa diangkat adalah kawasan Pabrik Gula Cepiring yang menyimpan nilai historis dan budaya tinggi. Meskipun kawasan ini terlihat masih beroperasi di bawah naungan PT Industri Gula Nusantara (IGN), namun ada beberapa bagian dari bagian bangunan yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata heritage.

Sebagai kabupaten yang memiliki jejak kolonial VOC, Jepang dan peninggalan industri gula, Kendal dapat mencontoh berbagai daerah lain yang telah berhasil melakukan revitalisasi kawasan serupa. Heritage tourism bukan hanya sekadar melestarikan bangunan tua, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat sekitarnya.

Ketua Bidang X (yang membawahi Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) Badan Pengurus Cabang (BPC), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal, Dani Satria, saat studi banding ke kawasan De Tjolomadoe di Colomadu, Karanganyar, menyampaikan kekagumannya pada kawasan tersebut. “Museum De Tjolomadoe ini sangat menginspirasi, karena mampu menjadi destinasi heritage yang mengangkat potensi lokal. Tentu tidak mudah membangun destinasi wisata heritage, namun hal ini perlu diusahakan di Kabupaten Kendal agar perekonomian lokal dapat semakin berdaya,” kata Ketua Bidang X, BPC Hipmi Kendal, Dani Satria di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (26/09/2025).

Menurut Dani, kawasan De Tjolomadoe mampu difungsikan untuk berbagai kegiatan, mulai dari, pusat aktivitas olahraga, hajatan, konser, hingga pameran produk dan bazar dengan balutan suasana cagar budaya. Konsep multifungsi ini, tentunya bisa menjadi model pengembangan heritage tourism di Kendal khususnya di kawasan sekitar Pabrik Gula Cepiring.

“Bayangkan bila Pabrik Gula Cepiring bisa direvitalisasi dan dikembangkan seperti De Tjolomadoe, tentu akan menjadi wisata sejarah yang membanggakan, meskipun revitalisasi membutuhkan biaya besar, dukungan dari semua pihak akan membuka jalan agar Kendal lebih maju di sektor pariwisata,” imbuh Dani.

Selain nilai sejarah, akses menuju Pabrik Gula Cepiring juga sangat strategis. Lokasinya berada di jalur Pantura dengan kedekatan transportasi umum seperti Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Terminal Mangkang dan Stasiun Weleri.

Dengan pengelolaan yang tepat, wisata heritage di Kendal diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Revitalisasi Pabrik Gula Cepiring ini diprediksi akan mampu menghadirkan peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pariwisata dan masyarakat lokal.

Dani Satria Sebut Erick Thohir Sebagai Salah Satu Kader Terbaik HIPMI

Ketua Bidang X (bidang infrastruktur, tata ruang, properti dan perhubungan) Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kendal, Dani Satria, menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebagai salah satu kader terbaik yang pernah dimiliki HIPMI. Menurutnya, kiprah Erick di dunia usaha hingga kini dipercaya mengemban jabatan menteri adalah bukti nyata kontribusi kader HIPMI bagi bangsa dan pemerintahan.

Dani menegaskan bahwa Erick Thohir memiliki pengalaman yang berpengaruh di sektor bisnis, serta juga memiliki visi yang kuat untuk membangun kepemudaan dan olahraga di Indonesia.

Pak Erick Thohir akan membawa harapan baru di bidang kepemudaan dan olahraga. Sejak awal masuk kabinet di era Pak Jokowi sebelumnya, banyak yang menginginkan Pak Erick Thohir menjadi Menpora,” kata Ketua Bidang X BPC Hipmi Kendal, Dani Satria, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/09/2025).

Dani menambahkan, harapan publik tersebut akhirnya terealisasi dengan pengangkatan Erick sebagai Menpora saat ini. Menurutnya, ini adalah langkah strategis yang dapat menjadi tonggak baru bagi pembangunan kepemudaan dan olahraga nasional.

“Harapan publik waktu itu akhirnya terealisasi sekarang dan ini akan menjadi langkah strategis bagi masa depan kepemudaan dan olahraga nasional,” imbuh Dani.

Dengan pengangkatan Erick Thohir sebagai Menpora, Dani optimistis HIPMI akan semakin menunjukkan peran aktifnya dalam menelurkan kader terbaik. Dani menilai Erick Thohir bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda HIPMI untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

Keindahan Kalikesek: Murah, Sejuk Dengan Sajian Kuliner Otentik

Kalikesek adalah sebuah desa wisata yang terletak di Dusun Kalikesek, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah, yang menawarkan suasana alam pegunungan yang hijau dan udara sejuk. Hamparan persawahan, sungai bening dan perbukitannya masih asri, sehingga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin sejenak lepas dari kesibukan kota.

Harga tiket masuk ke Kalikesek sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 2.000 per orang, dengan biaya parkir motor sekitar Rp 2.000, mobil Rp 5.000 dan bus Rp 10.000. Fasilitas yang tersedia mencakup kolam renang, terapi ikan, kolam pancing, camping ground dan area outbound, yang memberikan pengalaman wisata lengkap dan memuaskan.

“Kalikesek benar-benar menawarkan pengalaman healing yang murah tapi memuaskan, terutama untuk saya yang sehari-hari sibuk. Udara sejuknya serta pemandangannya yang kadang berkabut, benar-benar menyejukkan fisik dan pikiran,” kata seorang pengunjung, Dani Satria (34) yang sekaligus founder aplikasi Swadaya27.com, di Kendal, Jawa Tengah, Senin (15/09/2025).

Pesona alam pada Kalikesek sangat indah. Bentangan perbukitan yang masih asri, terkadang masih berkabut tebal menyelimuti kanopi hutan.

Kita bisa menemukan fasilitas terapi ikan, dimana kita akan menikmati sensasi digigit kecil-kecil oleh ikan di kolam, yang dipercaya bisa meredakan gejala penyakit. Ditambah lagi kolam renang yang sejuk dan indah dengan panorama sawah, sungai kecil dan hamparan pegunungan.

“Ketika saya mencoba terapi ikan di kolam, ada sensasi geli dengan sedikit sakit kecil-kecil ketika koloni ikan menggigit kaki saya. Kolam renangnya juga bersih, airnya jernih, dan latar sawah dengan gunung di belakangnya memberikan suasana yang luar biasa,” imbuh Dani.

Selain itu, ada beraneka ragam kuliner dan jajanan khas Kalikesek. Produk pertanian seperti gula aren dan talas juga tersedia. Kuliner otentik di daerah ini adalah gendar pecel yang sangat jarang ditemui di tempat lain. Sangat lezat, murah dan mengenyangkan.

Kalikesek menunjukkan bahwa wisata alam yang natural tidak harus mahal untuk dinikmati. Dengan keindahan lanskap, fasilitas lengkap dan kuliner autentik, tempat ini cocok untuk wisata keluarga, teman ataupun solo traveler yang menginginkan pengalaman sederhana tapi bermakna.

Paleontolog Dani: Ada Temuan Fosil Kayu di Grobogan

Seorang warga Kendal, yang sekaligus paleontolog Dani Satria (34) menemukan sebuah fosil kayu di daerah Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah. Fosil tersebut ditemukan di sebuah gundukan yang berisi banyak bongkahan limestone atau batu kapur.

Penemuan ini dianggap penting karena menunjukkan sejarah geologi wilayah Grobogan dan sekitarnya. Berdasarkan penemuan ini, dapat diprediksi bahwa dahulu kawasan Grobogan merupakan daratan, kemudian berubah menjadi lautan dan akhirnya kembali terangkat menjadi daratan.

Fragmen fosil kayu itu terjebak di dalam batu karang berkapur yang keras. Para ahli, berdasarkan temuan serupa di luar negeri, memperkirakan usia fosil kayu ini bisa mencapai jutaan tahun.

“Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan studi Paleobotani di Indonesia. Fosil kayu yang tersimpan dalam batu kapur dapat menjadi jejak kehidupan tumbuhan purba di Jawa Tengah,” kata Paleontolog Dani Satria (34) di Kendal, Jawa Tengah, Senin (15/09/2025).

Berdasarkan pengamatan visual, permukaan fosil masih jelas menunjukkan serat-serat kayu. Polanya memanjang sejajar, agak rapat, mirip dengan kayu jati (Tectona grandis) modern yang telah mengalami mineralisasi.

“Selain dugaan jati, ada pula kemungkinan fosil ini berasal dari pohon cedar karena kemiripan tekstur luarnya. Pohon ini biasanya tumbuh di iklim sedang, khususnya di kawasan pegunungan Mediterania dan Himalaya. Namun, untuk memastikan asal usulnya diperlukan analisis paleobotani yang lebih mendalam. Pemeriksaan pola anatomi mikroskopis, seperti susunan pembuluh xilem, dapat mengungkap jenis pohon purba tersebut,” imbuh Dani.

Temuan ini menjadi kabar baik bagi dunia ilmu pengetahuan. Selain menambah data sejarah geologi, fosil kayu ini juga memperkaya khazanah penelitian tumbuhan purba di Indonesia. Sekarang, fosil kayu ini disimpan di Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes) di Kendal.

Konferensi Kelurahan LPDP UI 2025

Indonesia Emas 2045: Ragam Perspektif untuk Masa Depan Bangsa 🇮🇩

Bagaimana wujud Indonesia Emas 2045?
Yuk, simak pandangan para tokoh inspiratif dalam Konferensi Kelurahan LPDP UI 2025 yang akan membahas berbagai perspektif untuk masa depan bangsa.

🎙 Pembicara Utama:

Leonardo Henry Gavaza, M.B.A.
Ketua Umum Mata Garuda LPDP 5.0 (2022–2025)

Prof. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D.
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D.
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

🎤 MC:
Nadia Putri – Magister Epidemiologi FKM UI

👨‍💼 Moderator:
Andang Evrilianto, S.HG – Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat UI
Muhammad Fadli Muslimin – Doktor Ilmu Susastra UI
Lidya Alvira – Magister Epidemiologi Komunitas UI
Muh. Fandi Nursalam – Magister Ilmu Hukum UI
Yulita Rizki Prawidyanti – Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat UI

📅 Rabu, 10 September 2025
🕗 08.00 – 15.30 WIB
💻 Diselenggarakan secara daring melalui Zoom

📌 Daftar di: bit.ly/RegistConfdayLPDPUI

Jangan lewatkan kesempatan untuk menyerap wawasan, berdialog, dan ikut berkontribusi dalam merancang masa depan Indonesia menuju 2045! 🚀

📢 Update terus info kegiatan LPDP UI di:
📷 Instagram: @lpdp.ui
▶️ YouTube: LPDP UI
💼 LinkedIn: Kelurahan LPDP UI
🌐 Website: lpdpui.com

#KonferensiLPDPUI#IndonesiaEmas2045#LPDPUI#MajuBersama#ImpactForNation

Rapat dengan DPR, Erick Pastikan Prioritas BUMN Sejalan dengan Visi-Misi Presiden

JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memaparkan rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN tahun anggaran 2026. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, Erick mengatakan, Kementerian BUMN bertransformasi menjalankan sejumlah peran strategis sebagai regulator merumuskan regulasi yang berorientasi pada kontribusi BUMN dan ekonomi nasional.

“Kementerian BUMN juga diharapkan menjadi katalisator untuk regulasi terkait BUMN dengan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah,” ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR terkait rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN tahun anggaran 2026 di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Erick menjelaskan peran sebagai pengawas mencakup pemantauan risiko portofolio, audit kepatuhan berbasis regulasi. Erick menegaskan Kementerian BUMN juga memastikan prioritas BUMN sejalan dengan visi-misi Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kepentingan negara.

“Kami juga sebagai pemegang saham seri A dan Perum memastikan kesempurnaan strategi antara portofolio BUMN yang dikelola Danantara terhadap program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Erick.

Dalam paparannya, Erick menyampaikan Kementerian BUMN memperoleh pagu anggaran 2026 sebesar Rp 280 miliar. Dana tersebut akan dibagi untuk berbagai fungsi sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Kalau kita lihat dari empat tahun terakhir yaitu kami berhasil menyerap rata-rata 96 persen,” lanjut Erick.