Panselnas Sesuaikan Ketentuan Seleksi SDM KDKMP dan KNMP Tahun 2026

JAKARTA – Panitia Seleksi Nasional atau Panselnas melakukan penyesuaian ketentuan dalam Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari penyempurnaan berkelanjutan agar proses seleksi tetap berjalan terbuka, akuntabel, dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa untuk berkontribusi dalam program prioritas pemerintah.

Melalui Pengumuman Nomor 09 Tahun 2026, Panselnas mencabut dan menyatakan tidak berlaku ketentuan konsekuensi finansial berupa penalti sebesar Rp100 juta sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Surat Pernyataan Poin 13.

“Dengan demikian, setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan pembinaan SDM dengan lebih leluasa dan berfokus penuh pada pengembangan kapasitas diri,” demikian disampaikan dalam pengumuman resmi Panselnas.

Dalam pengumuman tersebut, Panselnas juga menegaskan harapan agar seluruh peserta yang dinyatakan lulus tetap mengedepankan komitmen, kesungguhan, dan dedikasi penuh dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tahapan program sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi peserta lulus yang sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri terkait ketentuan tersebut, Panselnas membuka kesempatan untuk kembali menyampaikan konfirmasi kesediaan mengikuti tahapan pelatihan dan pembinaan SDM melalui portal resmi Panselnas pada 17–23 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.

Penyesuaian ini menegaskan komitmen Panselnas untuk menjalankan proses seleksi yang berintegritas, akuntabel, dan responsif terhadap masukan publik, sekaligus memastikan kebutuhan SDM bagi KDKMP dan KNMP dapat terpenuhi secara optimal guna mendukung keberhasilan program prioritas pembangunan.

Evaluasi Kinerja, Kepala BP BUMN Kumpulkan Direksi-Komisaris Himbara

JAKARTA – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Komisaris Utama dan Direktur Utama bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Senin (15/06). Pertemuan tersebut membahas evaluasi kinerja perbankan BUMN serta langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran sektor perbankan dalam mendukung agenda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam rapat tersebut, Dony menekankan bahwa kinerja positif yang terus ditunjukkan bank-bank Himbara menjadi fondasi penting bagi stabilitas sistem keuangan sekaligus penggerak aktivitas ekonomi nasional. Perbankan BUMN diharapkan terus meningkatkan kontribusinya melalui penyaluran pembiayaan yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi perekonomian.

“Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dony.

Pembahasan dalam rapat mencakup berbagai sektor prioritas yang menjadi fokus pembiayaan, antara lain industri manufaktur, program hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor-sektor lain yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap perekonomian nasional.

Selain meninjau capaian kinerja, pertemuan juga membahas penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta strategi untuk menjaga daya tahan dan daya saing perbankan BUMN di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang terus berkembang.

BP BUMN bersama Danantara dan jajaran Himbara berkomitmen memastikan perbankan BUMN terus tumbuh secara sehat, profesional, dan berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pemegang saham, dewan komisaris, dan manajemen diharapkan dapat memperkuat fungsi intermediasi perbankan sekaligus mendukung percepatan pencapaian target pembangunan nasional.

Panggil Dony Oskaria dan Menteri Bidang Ekonomi, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Investasi Strategis

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih bidang ekonomi di Jakarta, Minggu (14/6).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan mengenai meningkatnya ketertarikan investor global terhadap Indonesia serta berbagai peluang investasi strategis yang tengah dijajaki. Tingginya minat investor tersebut mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap prospek perekonomian Indonesia dan arah pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga momentum positif tersebut melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas kementerian maupun lembaga agar berbagai peluang investasi yang tersedia dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Presiden juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan investasi dan berbagai capaian yang telah diraih. Transparansi dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik sekaligus menunjukkan kemajuan upaya pemerintah dalam menarik investasi berkualitas ke Indonesia.

“Arahan Presiden jelas, yaitu memastikan setiap peluang investasi strategis dapat dikawal dengan baik, dipercepat realisasinya, serta dikomunikasikan secara transparan kepada masyarakat,” begitu pernyataan BP BUMN mengutip akun instagram resminya.

Pemerintah memandang investasi sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing nasional. Karena itu, berbagai peluang investasi yang tengah dijajaki akan terus dikawal agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perekonomian dan masyarakat.

Komitmen terhadap tata kelola yang baik, kepastian kebijakan, dan iklim usaha yang kondusif juga terus diperkuat guna meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong masuknya investasi berkualitas yang mampu menciptakan nilai tambah dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan terus meningkat, sejalan dengan percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional dan penguatan fondasi ekonomi jangka panjang.

HIPMI Kendal: Balai Ternak BAZNAS Jadi Contoh Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas

Program Balai Ternak yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah patut diapresiasi sebagai salah satu model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan. Program yang melibatkan puluhan peternak penerima manfaat tersebut tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha dan penguatan kapasitas masyarakat. Melalui pendekatan ini, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang.

Menurut Ketua Bidang X (Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) Badan Pengurus Cabang, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI Kendal), Dani Satria, program Balai Ternak menunjukkan bagaimana pemberdayaan ekonomi dapat dibangun dari tingkat komunitas. Menurut Dani, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari investasi berskala besar, tetapi dapat tumbuh melalui penguatan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki potensi usaha produktif. Sektor peternakan sendiri memiliki prospek yang baik karena mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat pedesaan.

“Konsep yang diterapkan dalam Balai Ternak BAZNAS memiliki kesesuaian dengan semangat kewirausahaan yang selama ini didorong HIPMI. Selain menghasilkan komoditas ternak, program tersebut juga mengembangkan ekosistem usaha yang mencakup pengelolaan pakan, pengolahan limbah menjadi pupuk organik, hingga penguatan kelembagaan kelompok peternak. Pendekatan seperti ini dinilai penting karena menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” kata Ketua Bidang X (Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) BPC HIPMI Kendal, Dani Satria di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (12/06/2026).

Dani berpendapat, pemberdayaan berbasis komunitas memiliki keunggulan karena masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, melainkan juga pelaku utama dalam proses pembangunan ekonomi. Ketika masyarakat dilibatkan dalam perencanaan, pengelolaan dan pengembangan usaha, maka rasa memiliki terhadap program akan tumbuh sehingga keberlanjutannya lebih terjamin. Model seperti ini juga dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak yang ingin mengembangkan program ekonomi produktif di wilayah pedesaan.

“HIPMI Kendal berharap program Balai Ternak BAZNAS di Kalirejo dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, program tersebut juga berpotensi melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor peternakan dan agribisnis. Dengan kolaborasi antara lembaga pemberdayaan, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, pembangunan ekonomi berbasis komunitas dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” pungkas Dani.

IHSG Tembus 6.000: BUMN Solid, Rupiah Kuat, Optimisme Terjaga

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan hari Jumat (12/6/2026) dengan melesat kembali menembus level psikologis 6.000. Kebangkitan pasar modal ini berjalan beriringan dengan nilai tukar Rupiah yang kembali menguat ke level Rp 17.900-an.

​Penguatan indeks ini secara dominan ditopang oleh kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor pertambangan yang melesat hingga di kisaran 7 persen, sektor perbankan pelat merah (Himbara), dan Telkom. Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif dari investor domestik maupun asing.

​Menanggapi momentum positif ini, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya kepercayaan pasar.
​”Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar Rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar. Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita,” ujar Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

​Dony menegaskan, dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG adalah refleksi nyata dari kualitas fundamental bisnis yang sehat berkat transformasi berkelanjutan. Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk terus merawat optimisme, karena stabilitas ini akan berdampak langsung pada ekonomi riil.
​”Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi. Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme,” ungkap Dony.

​Kebangkitan IHSG dan Rupiah hari ini tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50%, sebuah keputusan krusial yang langsung memulihkan kepercayaan pasar.

​Langkah ini diperkuat dengan konsolidasi yang diinisiasi Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sepekan terakhir, Dasco menggelar rangkaian pertemuan intensif untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter. Dimulai pada 6 Juni dengan pertemuan tertutup bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan pimpinan Komisi XI DPR. Konsolidasi berlanjut pada 9 Juni dengan mempertemukan perwakilan Danantara, Himbara, BPJS, hingga asuransi BUMN.

​Menyikapi sinergi tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, meminta publik untuk tetap tenang dan tidak khawatir karena instrumen pengaman ekonomi Indonesia bekerja dengan sangat baik dan fundamental perbankan terbukti kuat.

​”Terima kasih kepada Mas Dasco yang terus memfasilitasi ruang diskusi. Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan.

​Prasetyo juga secara khusus mengapresiasi kolaborasi para pelaku pasar negara. “Kami berterima kasih kepada Pak Dony (Oskaria) beserta seluruh jajaran di Himbara, kemudian dari Taspen, BPJS, dan INA yang terus berkoordinasi. Kita akan terus bekerja keras mengatasi tantangan ekonomi demi menciptakan kondisi yang stabil sebagaimana harapan kita bersama,” sambungnya.

​Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal performa seluruh portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global, serta secara konsisten hadir memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

JAKARTA – BP BUMN dan Danantara bergerak cepat dan sistematis untuk perbaikan tata kelola BUMN. Sebagai langkah awal dan mendasar dalam mewujudkan transformasi tersebut, pendataan serta konsolidasi terpadu terhadap seluruh entitas perusahaan menjadi fondasi utama sebelum mengeksekusi restrukturisasi besar-besaran BUMN guna mengoptimalkan aset negara.

​Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan bahwa langkah sistematis ini dimulai dengan memastikan data jumlah seluruh perusahaan secara akurat. “Pada saat awal dihitung, angkanya berubah-ubah, mulai dari 888, kemudian 900, 972, 1.000, hingga 1.077. Akhirnya sekarang kami sudah punya angka yang benar. Artinya, jumlah perusahaan BUMN saja kita tidak tahu,” ujar Dony mengutip tayangan Podcast, Kamis (11/6/2026).

​Setelah memegang data portofolio yang tervalidasi dengan baik, Dony menjelaskan bahwa agenda selanjutnya adalah melakukan restrukturisasi BUMN secara menyeluruh dan mendalam. Ia menegaskan bahwa perbaikan tata kelola perusahaan pelat merah tidak boleh hanya terfokus pada penyelesaian masalah keuangan semata. Menurutnya, langkah restrukturisasi BUMN tidak sekadar tentang financial restructuring, melainkan harus secara beriringan dengan pelaksanaan business restructuring agar perusahaan benar-benar sehat hingga ke akar operasional dan model bisnisnya.

“Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu, baru kita kasih inject equity jika mereka memerlukan,” ujar Dony.

​Sebagai contoh konkret dari pendekatan komprehensif tersebut, Dony menyoroti proses perbaikan yang dilakukan pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Restrukturisasi pada perusahaan baja nasional itu dipastikan tidak hanya berpusat pada penataan ulang beban utang atau struktur pendanaannya, tetapi juga difokuskan pada perombakan model bisnis perusahaan agar kembali efisien, kompetitif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Langkah sistematis dan menyeluruh ini mampu membangkitkan BUMN yang tadinya merugi menjadi untung. Sebagai contoh Krakatau Steel yang kini untung sekitar Rp 5 triliun.

Ketua Bidang Infrastruktur BPC HIPMI Kendal: Kepemimpinan Ade Jona Prasetyo Membawa Harapan Baru bagi HIPMI

Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Bandar Lampung disambut positif oleh berbagai kader HIPMI di daerah. Salah satunya datang dari Ketua Bidang Infrastruktur, Tata Ruang, Properti, dan Perhubungan BPC HIPMI Kendal, Dani Satria, yang menilai kepemimpinan baru tersebut membawa harapan baru bagi penguatan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia.

Menurut Dani, HIPMI memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kepemimpinan Ade Jona Prasetyo diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi bagi para pengusaha muda untuk berkembang di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.

Ia juga menilai bahwa tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim investasi, perkembangan teknologi digital, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur yang merata. Dalam konteks tersebut, HIPMI membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjembatani aspirasi anggota di berbagai daerah serta membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran Ade Jona Prasetyo sebagai nahkoda baru organisasi dinilai menjadi momentum untuk memperkuat peran HIPMI dalam menjawab tantangan tersebut.

Dani menambahkan bahwa sektor infrastruktur, tata ruang, properti, dan perhubungan memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan dunia usaha. Infrastruktur yang memadai akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan konektivitas, serta membuka peluang investasi baru di berbagai wilayah. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru BPP HIPMI dapat terus mengawal berbagai kebijakan yang mendukung iklim usaha dan pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia.

Sebagai kader HIPMI di daerah, Dani menyampaikan ucapan selamat kepada Ade Jona Prasetyo atas amanah yang diberikan oleh peserta Munas XVIII HIPMI. Ia optimistis bahwa kepemimpinan yang baru akan membawa semangat pembaruan, memperkuat solidaritas antaranggota, serta meningkatkan kontribusi HIPMI dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan membangun perekonomian nasional yang lebih maju dan berdaya saing.

RKA dan RKP 2027 Jadi Fondasi Penguatan Tata Kelola dan Transformasi BUMN

JAKARTA – Transformasi BUMN yang terus berlangsung memerlukan dukungan tata kelola yang kuat, sistem pengawasan yang efektif, serta perencanaan program yang terukur dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, penguatan kelembagaan BP BUMN menjadi salah satu prasyarat penting untuk memastikan agenda transformasi, streamlining, serta pelaksanaan berbagai penugasan strategis pemerintah dapat berjalan secara optimal, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Pada Selasa (10/6), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI dengan agenda pembahasan RKA dan RKP BP BUMN Tahun 2027. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan program, dukungan anggaran, serta penguatan fungsi kelembagaan dalam mengawal transformasi BUMN ke depan.

Dalam rapat tersebut, BP BUMN memaparkan arah kebijakan, prioritas program, serta berbagai agenda strategis yang akan menjadi fokus pada tahun 2027. Sejumlah program yang disampaikan meliputi percepatan streamlining dan restrukturisasi BUMN, penguatan tata kelola dan sistem pengawasan, peningkatan nilai perusahaan, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berkomitmen memastikan transformasi BUMN berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi negara serta masyarakat,” ujar Dony.

Selain itu, BP BUMN menegaskan pentingnya penguatan fungsi pengaturan dan pengawasan guna memastikan BUMN mampu menjalankan perannya secara profesional, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Melalui perencanaan yang terukur dan dukungan sumber daya yang memadai, transformasi BUMN diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, DPR, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung agenda transformasi BUMN. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat implementasi berbagai program strategis sekaligus memperkuat kontribusi BUMN terhadap pembangunan nasional.

Melalui penyusunan RKA dan RKP Tahun 2027, BP BUMN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta mendukung transformasi BUMN agar semakin kompetitif, berdaya saing global, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Danantara Corporate University Siapkan Talenta Kelas Dunia

JAKARTA – Pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menciptakan BUMN yang kompetitif dan berdaya saing global. Di tengah transformasi bisnis dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, dibutuhkan sistem pembelajaran yang mampu menghasilkan talenta unggul, pemimpin masa depan, serta SDM yang adaptif terhadap perubahan.

Pada Selasa (9/6), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Agus Dwi Handaya untuk membahas pengembangan Danantara Corporate University sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kapabilitas insan BUMN.

Sejumlah agenda strategis yang dibahas meliputi penyusunan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, pengembangan program kepemimpinan dan talenta unggul, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan mitra global, serta penguatan kompetensi strategis yang dibutuhkan dalam menghadapi transformasi industri. Danantara Corporate University diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta yang mampu mendukung kebutuhan bisnis BUMN sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Pengembangan Danantara Corporate University merupakan langkah strategis untuk memastikan tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi unggul, karakter kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika industri dan tantangan global. Kehadiran institusi ini juga diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan yang mendorong peningkatan produktivitas, inovasi, dan profesionalisme di lingkungan BUMN.

“Talenta unggul merupakan kunci untuk memastikan BUMN mampu tumbuh, bertransformasi, dan bersaing di tingkat global,” ujar Dony.

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan transformasi bisnis yang tengah dilakukan BUMN. Menurutnya, investasi pada pengembangan talenta merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan keberhasilan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan memenangkan persaingan global.

Melalui Danantara Corporate University, diharapkan lahir generasi pemimpin BUMN yang profesional, berintegritas, berwawasan global, serta mampu mendorong terciptanya inovasi dan nilai tambah bagi perusahaan maupun perekonomian nasional. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen BP BUMN dan Danantara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama transformasi dan pertumbuhan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Siap Ditempati Rakyat, 324 Unit Hunian Danantara di Pinggir Rel Senen Rampung

JAKARTA – Upaya pemerintah dalam menghadirkan hunian yang layak dan aman bagi masyarakat terus menunjukkan progres positif. Sebanyak 324 unit hunian untuk warga bantaran rel di kawasan Senen telah rampung dibangun dengan progres mencapai 100 persen. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka menata kawasan bantaran rel, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta menyediakan hunian yang lebih layak melalui kolaborasi berbagai pihak.

Pada Selasa (9/6), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN, Hambra, untuk membahas kesiapan operasional dan pemanfaatan hunian yang telah selesai dibangun di wilayah Senen.

Pembahasan difokuskan pada penyelesaian tahapan akhir sebelum hunian ditempati, termasuk kesiapan fasilitas pendukung, pengelolaan kawasan, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna memastikan proses relokasi dan pemanfaatan hunian dapat berjalan dengan baik. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat penerima manfaat dapat segera menempati hunian baru yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas hidup.

Selain menyediakan tempat tinggal yang lebih layak, kawasan hunian tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, antara lain masjid, taman bermain anak, toilet, dapur komunal, fasilitas umum, serta tandon air. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, nyaman, dan mendukung aktivitas sosial warga.

Dony menegaskan bahwa program penyediaan hunian ini merupakan wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan yang lebih baik.

“Yang terpenting adalah masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Dony.

Melalui penyelesaian pembangunan 324 unit hunian ini, pemerintah berharap masyarakat yang sebelumnya tinggal di kawasan bantaran rel dapat memperoleh lingkungan hunian yang lebih layak dan aman. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan di sepanjang jalur rel kereta api sekaligus mendukung terciptanya kawasan perkotaan yang lebih tertata, inklusif, dan berkelanjutan.