Populasi Gemak Loreng Masih Ada di Desa Tanjungmojo Kendal

Keberadaan satwa liar di pedesaan sering kali luput dari perhatian masyarakat. Namun, sebuah temuan menarik di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, menunjukkan bahwa populasi gemak loreng masih dapat dijumpai di wilayah tersebut. Burung yang dikenal memiliki gerakan cepat dan sangat waspada terhadap kehadiran manusia ini ditemukan di sebuah kebun pada malam hari setelah berhasil ditangkap oleh seekor kucing.

Gemak loreng merupakan salah satu jenis burung darat yang lebih sering beraktivitas di permukaan tanah dibandingkan bertengger di pepohonan. Ciri khasnya terlihat dari pola bulu loreng hitam-putih pada bagian dada dan leher, dipadukan dengan warna cokelat pada punggungnya. Kamuflase alami ini membuatnya sulit dikenali ketika berada di antara rerumputan, semak, maupun lahan pertanian. Tidak heran jika keberadaannya jarang terpantau meskipun sebenarnya masih hidup di sekitar lingkungan pedesaan.

Warga setempat mengaku jarang melihat burung ini secara langsung karena sifatnya yang pemalu dan sangat gesit. Ketika merasa terganggu, gemak loreng biasanya akan berlari dengan cepat atau bersembunyi di balik vegetasi rapat. Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa burung ini relatif sulit ditangkap manusia. Bahkan bagi para pemburu burung sekalipun, menemukan gemak loreng sering kali lebih mudah daripada berhasil menangkapnya.

Temuan individu gemak loreng di kebun Desa Tanjungmojo menjadi indikasi bahwa habitat di kawasan tersebut masih mampu mendukung kehidupan satwa liar. Keberadaan area persawahan, kebun, semak-semak, serta lahan terbuka kemungkinan menyediakan sumber pakan dan tempat berlindung yang cukup bagi spesies ini. Meski demikian, ancaman dari predator alami maupun hewan peliharaan seperti kucing tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup populasi burung tersebut.

Lebih dari sekadar penemuan seekor burung, keberadaan gemak loreng di Desa Tanjungmojo merupakan pengingat bahwa keanekaragaman hayati masih bertahan di tengah aktivitas masyarakat pedesaan. Dokumentasi dan pengamatan sederhana oleh warga dapat menjadi sumber informasi berharga untuk mengetahui kondisi satwa liar di sekitar lingkungan mereka. Dengan menjaga habitat alami dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi, masyarakat dapat turut berperan dalam memastikan bahwa suara dan jejak gemak loreng tetap menghiasi alam pedesaan Kendal di masa mendatang.

Perkuat Tata Kelola, Sinergi Pemerintah Kawal Akuntabilitas Program Hunian Rakyat

JAKARTA – BP BUMN dan Danantara terus memperkuat tata kelola dalam pelaksanaan program hunian rakyat guna memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan program prioritas dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada 22 Juni 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri pertemuan di Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola, pendampingan pengawasan, serta percepatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung pelaksanaan program hunian rakyat. Sinergi ini diarahkan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan, memiliki kepastian hukum yang kuat, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dukungan pengawasan yang kuat menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap berbagai program strategis pemerintah. Dengan tata kelola yang baik, proses perencanaan hingga pelaksanaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan terukur.

Dony Oskaria menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam pelaksanaannya.

“Kami tentu mendukung penuh program ini. Tinggal bagaimana kita memastikan seluruh pihak bergerak bersama, sehingga program ini bisa berjalan lebih cepat, akuntabel, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Dony.

Melalui penguatan sinergi ini, pemerintah berharap percepatan penyediaan hunian yang layak dan terjangkau dapat terus dilakukan, sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pemerataan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.

Alumni MPK UNDIP Terbitkan Buku “Bertaruh Napas di Sel Padat”

KENDAL – Alumni Magister Promosi Kesehatan (MPK) Universitas Diponegoro (UNDIP), Hardiat Dani Satria, M.Kes., menerbitkan buku berjudul “Bertaruh Napas di Sel Padat: Kisah Nyata Wabah Senyap di Lembaga Pemasyarakatan”. Buku ini mengangkat isu yang selama ini jarang mendapat perhatian publik, yakni hubungan antara kondisi overkapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan meningkatnya risiko penyakit pernapasan pada warga binaan.

Sebagai peneliti kesehatan masyarakat, Hardiat Dani Satria menyoroti bahwa persoalan kesehatan di lapas bukan semata-mata masalah medis, melainkan juga berkaitan erat dengan tata kelola kebijakan publik, sistem peradilan, serta kualitas pelayanan negara terhadap kelompok rentan. Melalui buku ini, Hardiat berupaya menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai dampak kepadatan hunian terhadap kualitas udara, sanitasi, perilaku kesehatan, hingga penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di lingkungan lapas.

“Buku ini lahir dari pengalaman penelitian lapangan yang saya lakukan di lembaga pemasyarakatan. Temuan-temuan yang disajikan menunjukkan bahwa kondisi sel yang padat, ventilasi yang terbatas, serta tingginya interaksi antar warga binaan dapat menciptakan lingkungan yang rentan terhadap penyebaran penyakit pernapasan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kondisi ini menjadi tantangan serius karena penyakit tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh lingkungan tempat seseorang hidup dan beraktivitas,” kata Alumni MPK UNDIP yang juga peneliti kesehatan masyarakatHardiat Dani Satria, M.Kes., di Kendal, Jawa Tengah, Senin (22/06/2026).

Dalam pengantar dan isi bukunya, Hardiat mengajak pembaca untuk melihat lapas dari sudut pandang kemanusiaan. Selama bertahun-tahun, kebijakan publik dan birokrasi peradilan seringkali dipahami hanya sebagai instrumen penegakan hukum dan pemberian sanksi. Padahal, di balik tembok-tembok penjara terdapat hak-hak dasar yang tetap melekat pada setiap manusia, termasuk hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan lingkungan hidup yang layak. Menurutnya, membiarkan warga binaan hidup dalam kondisi yang mengancam kesehatan berarti mengabaikan prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia yang menjadi tanggung jawab negara.

Lebih jauh, buku Bertaruh Napas di Sel Padat tidak hanya memaparkan masalah, tetapi juga menawarkan berbagai gagasan perbaikan. Hardiat mendorong adanya reformasi kebijakan yang mencakup pengurangan overkapasitas lapas, peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, perbaikan desain bangunan yang lebih mendukung sirkulasi udara, serta penguatan program promosi kesehatan bagi warga binaan. 

Karya ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kata pengantar buku ditulis oleh Prof. Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Selain itu, buku ini juga memuat pandangan dari sejumlah tokoh yang menilai bahwa kesehatan warga binaan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

“Sebagai lulusan Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro, saya berharap buku ini dapat menjadi jembatan antara dunia akademik, pembuat kebijakan, praktisi pemasyarakatan dan masyarakat umum. Saya ingin mendorong lahirnya diskusi yang lebih luas mengenai kesehatan di lembaga pemasyarakatan, sekaligus mengingatkan bahwa kualitas suatu sistem hukum tidak hanya diukur dari kemampuannya menghukum, tetapi juga dari kemampuannya menjaga martabat dan kesehatan setiap manusia yang berada di dalamnya,” imbuh Hardiat.

Melalui Bertaruh Napas di Sel Padat, Hardiat Dani Satria menghadirkan sebuah refleksi bahwa isu kesehatan warga binaan bukanlah persoalan yang berada di balik jeruji semata. Ia merupakan cerminan sejauh mana negara dan masyarakat bersedia memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang masa lalunya, tetap memiliki hak untuk hidup sehat dan bernapas dengan layak. Buku ini sekaligus menjadi kontribusi akademik sekaligus sosial dalam mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih sehat, manusiawi dan berorientasi pada pemulihan.

Dari SimCity 3000 ke HIPMI Kendal: Ketika Mimpi Membangun Kota Menjadi Nyata

Tahun 2002, di depan sebuah komputer tabung yang hari ini mungkin sudah lebih cocok menjadi koleksi museum teknologi, saya menghabiskan banyak waktu memainkan SimCity 3000. Pada masa itu, saya tidak pernah membayangkan bahwa permainan tersebut suatu hari akan memberikan cara pandang yang berbeda terhadap pembangunan daerah. Sebagai seorang anak, saya hanya menikmati sensasi menjadi “wali kota” yang bisa membangun jalan, mengatur jaringan listrik, menyediakan layanan publik, hingga melihat kota virtual berkembang dari kawasan kosong menjadi pusat aktivitas yang ramai. Tentu saja tidak semua berjalan mulus. Kadang kota yang saya bangun dihantam kemacetan, kebakaran, krisis anggaran, bahkan serangan UFO yang muncul secara tiba-tiba dan menghancurkan hasil kerja keras berjam-jam. Saat itu saya menganggap semua itu hanyalah bagian dari permainan. Namun bertahun-tahun kemudian, ketika dipercaya menjadi Ketua Bidang Infrastruktur, Tata Ruang, Properti, dan Perhubungan BPC HIPMI Kendal, saya mulai menyadari bahwa banyak pelajaran sederhana dari game tersebut ternyata memiliki relevansi yang cukup menarik dengan dunia nyata.

Salah satu hal yang paling saya ingat dari SimCity adalah kenyataan bahwa pembangunan tidak pernah berdiri sendiri. Ketika pemain membangun kawasan industri tanpa akses jalan yang memadai, kawasan tersebut sulit berkembang. Ketika listrik tidak tersedia atau layanan publik tidak berjalan baik, masyarakat virtual di dalam permainan akan mulai mengeluh dan meninggalkan kota. Pada akhirnya saya belajar bahwa setiap elemen saling terhubung dan memengaruhi satu sama lain. Dalam kehidupan nyata, prinsip tersebut ternyata tidak jauh berbeda. Sebuah daerah membutuhkan infrastruktur yang memadai agar aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara sehat. Jalan, jembatan, pelabuhan, transportasi, tata ruang, hingga fasilitas publik bukanlah proyek yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan bagian dari sebuah ekosistem pembangunan yang saling mendukung.

Sebagai seorang pengusaha, saya semakin memahami bahwa infrastruktur memiliki hubungan yang sangat erat dengan iklim usaha. Jalan yang baik akan mempercepat distribusi barang dan menurunkan biaya logistik. Sistem transportasi yang terintegrasi membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Penataan ruang yang jelas memberikan kepastian bagi investor yang ingin menanamkan modalnya. Bahkan dalam banyak kasus, keputusan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi pasar, tetapi juga oleh kualitas konektivitas suatu wilayah. Karena itu, infrastruktur tidak boleh dipandang semata-mata sebagai pembangunan fisik berupa beton, aspal, atau bangunan. Lebih dari itu, infrastruktur adalah fondasi yang memungkinkan roda ekonomi bergerak lebih efisien. Daerah yang memiliki konektivitas baik umumnya memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelajaran lain yang saya dapatkan dari SimCity adalah pentingnya berpikir jangka panjang. Dalam permainan tersebut, keputusan yang terlihat sederhana sering kali menghasilkan konsekuensi besar di masa depan. Membangun terlalu cepat tanpa perencanaan dapat menyebabkan krisis anggaran. Mengabaikan kebutuhan transportasi dapat menimbulkan kemacetan yang menghambat pertumbuhan kota. Dunia nyata tentu jauh lebih kompleks dibandingkan sebuah game komputer, tetapi prinsip dasarnya tetap sama. Pembangunan daerah membutuhkan visi yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan tantangan masa depan. Di tengah perubahan ekonomi global, kemajuan teknologi, serta persaingan antardaerah yang semakin ketat, setiap kebijakan pembangunan harus dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan daya saing jangka panjang.

Tantangan yang dihadapi saat ini memang berbeda dengan tantangan yang muncul di layar komputer dua puluh tahun lalu. Tidak ada serangan alien yang menghancurkan gedung-gedung kota. Namun kita menghadapi tantangan yang tidak kalah besar, mulai dari perubahan pola investasi, transformasi digital, kebutuhan energi yang terus meningkat, hingga tuntutan pembangunan yang ramah lingkungan. Daerah yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Sebaliknya, daerah yang tertinggal dalam hal infrastruktur dan konektivitas berisiko kehilangan momentum pertumbuhan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi semakin penting dalam merancang arah pembangunan yang tepat.

Dalam konteks HIPMI Kendal, saya melihat bahwa organisasi pengusaha tidak hanya berperan sebagai wadah berhimpunnya pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong kemajuan daerah. Pengusaha memiliki sudut pandang yang unik karena mereka merasakan secara langsung bagaimana kualitas infrastruktur memengaruhi aktivitas ekonomi. Dari pengalaman tersebut, lahir berbagai gagasan yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi pembangunan daerah. Ketika dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya mampu bekerja bersama, maka peluang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif akan semakin besar.

Kini, setiap kali terlibat dalam diskusi mengenai infrastruktur, tata ruang, properti, maupun perhubungan di Kabupaten Kendal, ingatan saya sering kembali pada masa kecil di depan komputer tabung itu. Tentu saja membangun daerah tidak sesederhana mengklik mouse atau menekan tombol seperti dalam SimCity. Ada proses panjang, perencanaan yang matang, koordinasi berbagai pihak, serta tantangan yang jauh lebih kompleks. Namun ada satu hal yang tetap sama hingga hari ini: setiap kemajuan selalu diawali oleh keberanian untuk membayangkan masa depan yang lebih baik. Mungkin dahulu saya hanya seorang anak yang membangun kota virtual di layar komputer. Tetapi hari ini saya percaya bahwa setiap generasi memiliki kesempatan yang sama untuk ikut membangun “kota” yang sesungguhnya—bukan hanya melalui bangunan dan infrastruktur, tetapi juga melalui gagasan, kerja keras, dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai.

Siapa bilang sport massage hanya untuk atlet?

💆‍♂️ Siapa bilang sport massage hanya untuk atlet?

Sport massage cocok untuk siapa saja yang sering mengalami pegal, otot tegang, atau kelelahan setelah beraktivitas.

✅ Rutin berolahraga
🚴 Hobi bersepeda atau lari
🏋️ Aktif fitness atau gym
💻 Sering duduk lama di depan komputer
👷 Memiliki aktivitas fisik yang padat
😌 Ingin tubuh lebih rileks dan nyaman

Sport massage dapat membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan fleksibilitas tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta mendukung proses pemulihan setelah aktivitas sehari-hari.

💰 Sport Massage Rp100.000 / 60 menit

🏠 Tersedia layanan Home Care
💰 Rp100.000/sesi + biaya transport menyesuaikan jarak

Karena tubuh yang bekerja keras juga membutuhkan waktu untuk pulih. Berikan tubuh Anda perawatan yang tepat agar tetap nyaman dan siap beraktivitas kembali. 💙

📞 Reservasi sekarang di HA-Medika.

#HAmedika #sportmassage #recovery #pemulihanotot #pijatolahraga #healthylifestyle #olahragasehat #kesehatantubuh #homecare #massagetherapy #HAmedikacare #recoveryday #sportmassagekendal #klinikkendal #homecaresportmassage #dokterhayin #hhhayin #hayin #danisportmassage #danisportmassagekendal #sportmassagetherapist #pijatolahragakendal #pijatsehatkendal

Kinerja BUMN di Bawah Danantara Lampaui Target 2025

JAKARTA – Sejak pembentukan Danantara pada 2025, kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Secara akumulatif, capaian kinerja seluruh BUMN berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pada tahun tersebut, mencerminkan penguatan tata kelola, peningkatan efektivitas bisnis, serta arah transformasi yang mulai memberikan hasil nyata.

Tren positif tersebut juga mulai terlihat dari kinerja sejumlah BUMN hingga Mei 2026. Berdasarkan laporan kinerja unaudited, Pelindo membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,01 triliun atau meningkat 94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Pupuk Indonesia Group mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,70 triliun atau melonjak 230% secara tahunan.

Capaian positif ini menjadi perhatian dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan sejumlah jajaran direksi BUMN di Wisma Danantara Indonesia, Jumat (19/6/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan kinerja BUMN serta penguatan koordinasi untuk memastikan transformasi perusahaan negara berjalan semakin terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Peningkatan kinerja BUMN ini sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara dalam mendorong pengelolaan BUMN yang lebih akuntabel, berbasis data, serta sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Laporan capaian kinerja disusun dengan mengedepankan akurasi informasi, sehingga publik dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.

Dony menilai, capaian kinerja BUMN yang melampaui target pada 2025 serta berlanjutnya tren positif pada 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi yang dijalankan telah berada pada arah yang tepat dan perlu terus diperkuat secara konsisten.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” ujar Dony.

Informasi mengenai kinerja BUMN akan terus disampaikan kepada publik melalui berbagai saluran komunikasi resmi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BP BUMN dan Danantara untuk menjaga transparansi informasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses transformasi BUMN yang sedang berjalan.

PIHC Catat Lonjakan Laba 230% Berkat Transformasi Bisnis

JAKARTA – BP BUMN dan Danantara terus mendorong PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk memperkuat kinerja bisnis sekaligus menjaga perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya transformasi yang dijalankan perusahaan menunjukkan hasil positif, tercermin dari pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan hingga Mei 2026.

Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan year-to-date (YTD) sebesar Rp47,71 triliun atau tumbuh 49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja operasional yang semakin kuat turut mendorong EBITDA mencapai Rp11,36 triliun atau meningkat 132%, sementara laba bersih tercatat sebesar Rp6,70 triliun atau melonjak 230% secara tahunan.

Pada 19 Juni 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk membahas perkembangan bisnis perusahaan serta berbagai isu strategis yang memengaruhi industri pupuk nasional.

Pembahasan difokuskan pada dinamika bisnis dan pasar pupuk, pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga komoditas (marked-to-market), antisipasi perubahan skema subsidi, serta penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar semakin tepat sasaran. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan sekaligus memastikan dukungan sektor pupuk terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Dony menilai capaian kinerja yang diraih Pupuk Indonesia menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat dan perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Transformasinya sudah mulai nunjukin hasil. Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan,” ujar Dony.

Melalui penguatan transformasi, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta tata kelola distribusi yang semakin baik, Pupuk Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Himbara Bernilai Rp1.100 Triliun, Presiden Dorong Manfaat Lebih Besar untuk Rakyat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Dengan kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau setara kurang lebih 10 persen dari total nilai perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia, Himbara diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pada 18 Juni 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menghadiri pertemuan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran komisaris utama dan direktur utama bank-bank anggota Himbara di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut turut dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa kekuatan dan skala bisnis yang dimiliki Himbara harus diiringi dengan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat. Himbara didorong untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan sektor produktif, serta dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah.

Pembahasan dalam pertemuan juga mencakup upaya peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor komersial, dan korporasi guna mendorong aktivitas ekonomi yang lebih kuat di berbagai daerah. Selain itu, Presiden menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme, tata kelola yang baik, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan industri perbankan.

“Arahan Presiden menjadi dorongan bagi kami untuk memastikan Himbara tidak hanya tumbuh kuat, tetapi juga semakin bermanfaat bagi rakyat,” ujar Dony.

Melalui penguatan peran tersebut, Himbara diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional, memperluas akses layanan keuangan, serta mendukung terciptanya perekonomian Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Langkah Transformasi BUMN, SIG Catat Pertumbuhan Laba 380% di 2026

JAKARTA – BP BUMN dan Danantara terus mendorong penguatan kinerja dan daya saing BUMN melalui transformasi bisnis. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), yang berhasil mencatatkan perbaikan kinerja secara signifikan sepanjang tahun 2026.

Pada Mei 2026, SIG membukukan laba bersih sebesar Rp46 miliar atau tumbuh 380% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10 miliar. Secara kumulatif hingga Mei 2026 (year-to-date/YTD), SIG mencatatkan laba bersih sebesar Rp152 miliar setelah pada periode yang sama tahun lalu masih membukukan kerugian. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan berbagai langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, pada 18 Juni 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra, guna membahas perkembangan kinerja perusahaan serta berbagai inisiatif strategis yang tengah dijalankan untuk memperkuat posisi SIG di industri bahan bangunan nasional.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan transformasi model bisnis yang telah dijalankan sejak Juli 2025, termasuk berbagai upaya peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi proses bisnis, penguatan fundamental perusahaan, serta langkah-langkah strategis untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.

“Perbaikannya sudah terlihat. Tinggal bagaimana langkah-langkah transformasi yang sudah berjalan ini terus dikawal agar kinerja perusahaan semakin kuat ke depan,” ujar Dony.

Perbaikan kinerja yang dicapai menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan dampak nyata terhadap kesehatan keuangan dan operasional perusahaan. Selain memperkuat profitabilitas, langkah-langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan bisnis serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

BP BUMN dan Danantara akan terus mengawal agenda transformasi di lingkungan BUMN guna memastikan setiap perusahaan mampu meningkatkan kinerja, memperkuat daya saing, serta memberikan kontribusi yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian SIG menjadi salah satu contoh implementasi transformasi yang berhasil mendorong perbaikan fundamental dan menghasilkan kinerja yang lebih sehat.

Panselnas Sesuaikan Ketentuan Seleksi SDM KDKMP dan KNMP Tahun 2026

JAKARTA – Panitia Seleksi Nasional atau Panselnas melakukan penyesuaian ketentuan dalam Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari penyempurnaan berkelanjutan agar proses seleksi tetap berjalan terbuka, akuntabel, dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa untuk berkontribusi dalam program prioritas pemerintah.

Melalui Pengumuman Nomor 09 Tahun 2026, Panselnas mencabut dan menyatakan tidak berlaku ketentuan konsekuensi finansial berupa penalti sebesar Rp100 juta sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Surat Pernyataan Poin 13.

“Dengan demikian, setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan pembinaan SDM dengan lebih leluasa dan berfokus penuh pada pengembangan kapasitas diri,” demikian disampaikan dalam pengumuman resmi Panselnas.

Dalam pengumuman tersebut, Panselnas juga menegaskan harapan agar seluruh peserta yang dinyatakan lulus tetap mengedepankan komitmen, kesungguhan, dan dedikasi penuh dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tahapan program sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi peserta lulus yang sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri terkait ketentuan tersebut, Panselnas membuka kesempatan untuk kembali menyampaikan konfirmasi kesediaan mengikuti tahapan pelatihan dan pembinaan SDM melalui portal resmi Panselnas pada 17–23 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.

Penyesuaian ini menegaskan komitmen Panselnas untuk menjalankan proses seleksi yang berintegritas, akuntabel, dan responsif terhadap masukan publik, sekaligus memastikan kebutuhan SDM bagi KDKMP dan KNMP dapat terpenuhi secara optimal guna mendukung keberhasilan program prioritas pembangunan.