PTPN I Jalankan Instruksi Kepala BP BUMN, Kakek Mujiran Bebas dari Tuntutan

​LAMPUNG — Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) secara resmi mengumumkan bahwa kasus hukum yang menjerat Kakek Mujiran di Lampung telah dihentikan secara total. Melalui mekanisme restorative justice (keadilan restoratif), penyelesaian kekeluargaan telah tercapai sehingga Kakek Mujiran kini telah bebas dari tuntutan hukum.

​Langkah ini diambil sebagai bentuk reorientasi tata kelola perusahaan agar lebih adaptif dan humanis, sekaligus menegaskan komitmen penuh PTPN dalam mengimplementasikan arah kebijakan strategis dari Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang menekankan esensi BUMN sebagai entitas dari, oleh, dan untuk rakyat.

​Manajemen PTPN I pun menjadikan momen kebebasan ini untuk menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan mengambil tanggung jawab moral atas polemik yang sempat terjadi di ruang publik.

“Melalui mekanisme restorative justice, kami bersyukur saat ini Kakek Mujiran telah bebas dan segera berkumpul bersama keluarganya. Mewakili seluruh jajaran manajemen PTPN, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Kakek Mujiran, keluarga, serta masyarakat luas. Meskipun itikad penyelesaian secara kekeluargaan ini telah diinisiasi sejak awal oleh induk perusahaan, PTPN I, kami mengakui bahwa dinamika informasi bergerak sangat cepat. Kami memetik pelajaran berharga bahwa respons petugas di lapangan harus jauh lebih peka, tanggap, dan mutlak mengedepankan nilai kemanusiaan,” jelas Manajemen PTPN dalam keterangan resminya, Senin (25/5).

PTPN I mengatakan, sejak awal pendekatan restorative justice menjadi opsi dalam menangangi sengketa dengan masyarakat sekitar. Ini termasuk dalam kaitannya dengan kakek Mujiran. Proses restorative justice pun berjalan bersamaan dengan derasnya berita yang lebih dulu tersebar.

​PTPN I memandang pokok-pokok arahan dari Kepala BP BUMN dan Danantara Asset Management bukan sekadar instruksi administratif, melainkan momentum krusial untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap standar operasional pengamanan aset perusahaan. Sebagai perpanjangan tangan negara, perlindungan aset tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab sosial dan empati terhadap kondisi masyarakat sekitar.

​Sebagai wujud nyata dari komitmen dan selaras dengan instruksi tindak lanjut dari BP BUMN, PTPN saat ini sedang merealisasikan program asistensi berkelanjutan untuk Kakek Mujiran. Selain penyaluran bantuan pemenuhan kebutuhan pokok, manajemen juga tengah memproses penyediaan peluang kerja yang adaptif dengan kapasitas fisik beliau atau anggota keluarganya.

​Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran PTPN di tengah masyarakat tidak sekadar sebagai entitas bisnis, melainkan sebagai instrumen negara yang hadir memberikan solusi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala BP BUMN Kecam Keras Kriminalisasi Kakek Mujiran, Beri Teguran Keras PTPN dan Instruksikan Pemberian Bantuan Pekerjaan

​JAKARTA — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melayangkan teguran keras kepada manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menyusul ramainya kasus kriminalisasi terhadap Kakek Mujiran di Lampung. Kasus ini mencuat setelah Kakek Mujiran diproses hukum akibat mengambil sisa getah karet di area perkebunan milik PTPN.

​Dony Oskaria secara tegas mengecam tindakan penyelesaian masalah yang mengesampingkan nilai kemanusiaan tersebut dan mengingatkan seluruh jajaran BUMN mengenai hakikat berdirinya perusahaan negara.

​”Saya mengecam keras tindakan pelaporan dan kriminalisasi terhadap rakyat kecil, terlebih lagi kepada seorang lansia seperti Kakek Mujiran. BUMN ini adalah milik rakyat, dibangun dengan uang rakyat, dan diamanatkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Tidak boleh ada sedikit pun ruang bagi BUMN untuk bersikap arogan dan memperlakukan rakyat seperti itu,” tegas Dony Oskaria di Jakarta, Minggu (24/5).

​Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa pendekatan hukum pidana terhadap warga miskin yang sekadar berusaha bertahan hidup sangat mencederai muruah BUMN. Sebagai langkah tindak lanjut, BP BUMN dan Danantara telah mengeluarkan tiga instruksi tegas kepada Direksi PTPN.

​Pertama penghentian Proses Hukum. PTPN diinstruksikan untuk segera mencabut laporan dan menghentikan segala bentuk proses hukum atau intimidasi terhadap Kakek Mujiran.

Dony menyampaikan ​permintaan maaf langsung sebagai Kepala BP BUMN atas peristiwa yang mencederai rasa keadilan itu. Dony juga meminta PTPN, khususnya pimpinan wilayah setempat, diwajibkan turun langsung menemui Kakek Mujiran dan keluarganya untuk menyampaikan permohonan maaf secara institusi.

“Sebagai Kepala BP BUMN saya meminta maaf kepada Kakek Mujiran dan keluarga. Saya tegaskan sekali lagi bahwa BUMN adalah milik rakyat dan dibangun dengan uang rakyat,” kata Dony.

​Instruksi lain adalah pemberian bantuan dan pekerjaan. PTPN akan memberikan bantuan sosial yang memadai kepada Kakek Mujiran. Selain itu, PTPN harus merangkul beliau dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi fisiknya, atau memberikan pekerjaan kepada anggota keluarga Kakek Mujiran agar mereka memiliki sumber penghasilan yang layak.

​”Kita harus memutus masalah kesejahteraan dengan pembinaan, bukan pemidanaan. Saya sudah memerintahkan agar Kakek Mujiran atau keluarganya diberikan pekerjaan di lingkungan PTPN. BUMN harus hadir sebagai solusi untuk mengayomi, bukan menjadi alat yang memenjarakan rakyat yang sedang kesulitan,” tambah Dony.

​Ke depan, BP BUMN dan Danantara akan menjadikan kasus ini sebagai peringatan keras (red flag) bagi seluruh Direksi BUMN di Indonesia. Evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan aset perusahaan akan dilakukan agar pendekatan yang lebih humanis dan restoratif (restorative justice) selalu dikedepankan. “​BUMN harus menjalankan fungsi sesuai khitahnya. Hadir untuk rakyat, bekerja untuk rakyat,” kata Dony tegas.

Klinik HA-Medika Kendal Buka Layanan Sport Massage

Klinik HA-Medika Kendal mengikuti pelatihan sport massage dan reposisi sendi di Semarang pada Sabtu-Minggu (23-24 Mei 2026) sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan nonfarmakologis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi langkah pengembangan layanan terapi pemulihan cedera dan kebugaran tubuh yang kini semakin dibutuhkan oleh masyarakat umum maupun pelaku olahraga.

Pelatihan itu menjadi bagian dari pengembangan keterampilan praktis di bidang terapi pemulihan cedera, kebugaran tubuh, serta penanganan gangguan muskuloskeletal ringan yang sering dialami masyarakat maupun atlet. Pada Selasa (26/05/2026), HA-Medika Kendal resmi membuka layanan sport massage dengan nama “DANI SPORT MASSAGE” yang berlokasi di Klinik HA-Medika, Desa Tanjungmojo RT 1 RW 3 Dusun Gambiran, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal.

“Tentunya ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya karena menjadi langkah awal untuk mengembangkan pelayanan sport massage yang profesional di Kendal. Pelatihan tersebut telah membuka wawasan baru mengenai pentingnya terapi pemulihan otot dan penanganan cedera secara aman serta terukur,” kata terapis (masseur) sport massage, Dani Satria, M.Kes., di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (26/05/2026).

Dalam pelatihan tersebut, Dani Satria, M.Kes mendapatkan materi mengenai teknik dasar sport massage, anatomi otot, penanganan cedera olahraga, hingga teknik reposisi sendi secara bertahap dan terukur. Kegiatan itu tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta memahami teknik yang efektif, aman dan sesuai prosedur medis dasar. Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi dan simulasi penanganan kasus cedera.

“Sport massage bukan hanya pijat biasa, tetapi juga bagian dari terapi pemulihan yang membantu relaksasi otot, memperbaiki sirkulasi darah, hingga mendukung kebugaran tubuh seseorang. Semoga layanan dari HA-Medika ini dapat menjadi alternatif terapi kesehatan nonfarmakologis yang mudah dijangkau masyarakat Kendal dan sekitarnya,” imbuh Dani.

Perwakilan dari HA-Medika Kendal tersebut menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam mendukung pelayanan terapi yang lebih profesional. Sport massage dinilai memiliki manfaat besar dalam membantu mempercepat pemulihan setelah aktivitas fisik, mengurangi ketegangan otot serta membantu menurunkan risiko cedera dalam aktivitas olahraga maupun pekerjaan sehari-hari.

Selain mendapatkan ilmu dari instruktur, peserta pelatihan juga merasakan suasana belajar yang suportif antar sesama peserta. Materi reposisi sendi memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kehati-hatian dan ketepatan teknik dalam membantu penanganan gangguan persendian ringan agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pasien.

Melalui pembukaan layanan “DANI SPORT MASSAGE”, HA-Medika Kendal berharap dapat terus mengembangkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, kemampuan di bidang sport massage dan reposisi sendi diharapkan menjadi salah satu layanan unggulan untuk membantu masyarakat menjaga kebugaran, mempercepat pemulihan cedera dan meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

Panggil Nama Dony Oskaria, Prabowo Percayakan Pengelolaan Aset BUMN

KEBUMEN — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pengelolaan aset BUMN dan Danantara secara hati-hati, profesional, serta penuh tanggung jawab. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam kegiatan Panen Raya Udang di kawasan BUBK Kebumen, Jawa Tengah. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, turut menghadiri undangan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyebut langsung Dony Oskaria dan menekankan besarnya mandat pengelolaan kekayaan negara yang saat ini berada di bawah BUMN dan Danantara. Presiden juga menjelaskan bahwa Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia yang berperan mengelola kekayaan bangsa untuk masa depan generasi berikutnya.

“Danantara itu adalah Dana Kedaulatan kita. Danantara itu singkatan dari Daya Anagata Nusantara,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan, Daya berarti energi atau kekuatan, sementara Anagata berarti masa depan. Karena itu, pengelolaan Danantara harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian karena menyangkut kekayaan bangsa dan kepentingan anak cucu Indonesia.

Presiden juga menegaskan bahwa pengelolaan BUMN bukan mandat yang kecil. Terdapat lebih dari 1.000 BUMN dengan nilai aset yang sangat besar, sehingga dibutuhkan tata kelola yang kuat, transparan, dan akuntabel agar kekayaan negara benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

“Jadi harus diurus baik-baik ya Pak Dony sama semua stafnya. Jangan bocor, jangan menguap. Itu uang rakyat,” tegas Presiden Prabowo.

Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa transformasi BUMN dan pengelolaan aset negara harus dilakukan secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa. BP BUMN bersama Danantara memastikan komitmennya untuk menjaga amanah tersebut melalui penguatan tata kelola dan optimalisasi aset negara demi masa depan Indonesia.

Alumni MPK UNDIP Bangun Klinik Kesehatan HA-Medika di Dusun Pesisir Kendal

Seorang alumni Magister Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro (MPK FKM UNDIP), Dani Satria, M.Kes., menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat dengan membangun sebuah klinik kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Kendal. Klinik ini bernama HA-Medika yang berlokasi di Desa Tanjungmojo, RT 1 RW 3, Dusun Gambiran, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Inisiatif ini lahir dari terbatasnya akses layanan kesehatan di daerah pesisir, khususnya bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis dasar. Klinik HA-Medika Kendal, melayani pemeriksaan dokter, akupunktur medis, konseling laktasi, nebulizer (terapi uap), cek gula, asam urat, kolesterol, rekam jantung (EKG), injeksi dan infus, suntik KB dan perawatan luka serta bedah minor.

“Kami berharap HA-Medika dapat menjadi solusi atas kebutuhan layanan kesehatan yang cepat, terjangkau dan berkualitas di dusun pesisir di Kendal. Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, klinik ini menyediakan layanan pemeriksaan umum, konsultasi kesehatan, hingga pemeriksaan penunjang seperti cek jantung menggunakan EKG. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam mendekatkan akses deteksi dini penyakit, terutama bagi masyarakat dengan risiko penyakit tidak menular,” kata Dani Satria, M.Kes., di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (22/05/2026).

Dani yang pernah bekerja sebagai cleaning service di restoran cepat saji ini, mengatakan bahwa latar belakang pendirian fasilitas kesehatan di dusun ini tidak lepas dari pengalaman langsung melihat kondisi masyarakat pesisir yang kerap terlambat mendapatkan penanganan medis. Dani menilai bahwa pendekatan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga harus mengedepankan upaya pencegahan melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan yang berkesinambungan.

“Klinik ini juga mengusung konsep layanan berbasis promotif dan preventif, sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional yang mendorong deteksi dini dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Program edukasi, skrining kesehatan, serta pendampingan bagi kelompok rentan menjadi bagian dari layanan yang terus dikembangkan oleh HA-Medika,” imbuh Dani yang pernah bekerja sebagai cleaning service tersebut.

Dani menambahkan, kehadiran klinik ini mendapatkan respons positif dari masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan akses layanan kesehatan yang lebih dekat. Warga tidak lagi harus pergi ke pusat kota untuk melakukan pemeriksaan dasar, sehingga waktu dan biaya yang dikeluarkan menjadi lebih efisien. Selain itu, keberadaan klinik juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ratusan Anak Usaha Dipangkas, Ekonom UI: Tingkatkan Efisiensi dan Efektivitas BUMN

JAKARTA-Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto mendukung pemangkasan puluhan anak usaha BUMN. Toto menyebut perampingan anak usaha bertujuan agar perusahaan pelat merah lebih fokus pada bisnis inti atau core business.

“Diharapkan kinerja mereka bisa meningkat karena proses ini bisa meningkatkan efisiensi dan potensi sinergi BUMN yang lebih besar,” ujar Toto di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Toto, pemangkasan 47 anak usaha PTPN, 28 anak usaha SIG, hingga 17 anak usaha Pelindo dapat mendongkrak laju kinerja perusahaan. Namun demikian, Toto mengingatkan bahwa tantangan utama dari proses konsolidasi BUMN terletak pada tahap implementasi pasca-merger.

“Tentu perlu kerja keras di proses eksekusi karena biasanya value creation gagal tercipta di BUMN karena kegagalan dalam implementasi post merger integration-nya,” ucap Toto.

Oleh karena itu, Toto menekankan pentingnya keberadaan Project Management Office (PMO) yang kuat untuk mengawal proses transformasi dan integrasi perusahaan. Menurut dia, pengurangan jumlah BUMN tidak boleh hanya berfokus pada penurunan angka perusahaan, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi BUMN ke depan.

“Intinya pengurangan jumlah BUMN bukan sekedar di angka saja, tapi yang lebih hakiki harus mampu menumbukan value yang lebih besar bagi BUMN tersebut,” kata Toto.

Kepala BP BUMN “Spill” Syarat jadi Direksi BUMN

JAKARTA — Direksi BUMN dituntut tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tetapi juga kemampuan strategis dalam menghadapi dinamika bisnis dan tantangan global yang semakin kompleks. Kemampuan leadership, strategic thinking, project management, hingga memastikan implementasi strategi berjalan efektif menjadi syarat penting bagi para pemimpin perusahaan negara.

Selain kompetensi bisnis dan manajerial, direksi BUMN juga dituntut memiliki integritas, akuntabilitas, ketahanan mental, serta kemampuan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan agar transformasi perusahaan dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan syarat ideal menjadi direksi BUMN tersebut dalam kegiatan Director Onboarding Program pada Kamis (21/05). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sekaligus penyelarasan arah kepemimpinan BUMN ke depan.

“Direksi BUMN harus memiliki kepemimpinan yang kuat, integritas, dan kemampuan mengeksekusi strategi secara disiplin,” ujar Dony.

Dalam kegiatan tersebut, ditekankan bahwa menjadi seorang direktur bukan sekadar jabatan, melainkan standar kepemimpinan yang harus dijaga dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Para direksi didorong mampu mengambil keputusan strategis secara etis di bawah tekanan, memperkuat transparansi dan tata kelola perusahaan, serta memastikan transformasi berjalan terukur dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Director Onboarding Program juga menjadi ruang penguatan perspektif kepemimpinan agar para direksi memiliki visi yang selaras dalam mendorong daya saing BUMN. Penguatan tata kelola, disiplin eksekusi, dan orientasi terhadap keberlanjutan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kinerja perusahaan negara di tengah perubahan ekonomi global.

Melalui program tersebut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong hadirnya pemimpin-pemimpin BUMN yang profesional, adaptif, dan visioner agar mampu membawa perusahaan negara menjadi lebih kompetitif serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

BP BUMN dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Pastikan Lindungi Pekerja di Tengah Transformasi BUMN

JAKARTA — BP BUMN bersama Kementerian Ketenagakerjaan mendorong penguatan sinergi melalui rencana kerja sama strategis guna memastikan proses transformasi BUMN berjalan dengan prinsip no one left behind serta tetap menjamin tidak adanya pengurangan hak pegawai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transformasi BUMN tetap berjalan sehat, profesional, dan berkelanjutan dengan mengedepankan perlindungan terhadap seluruh insan perusahaan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Kamis (21/05), untuk membahas penguatan hubungan industrial serta perlindungan hak pegawai dalam proses transformasi BUMN.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas kelembagaan agar transformasi yang dijalankan BUMN tetap berpihak pada keberlanjutan tenaga kerja dan stabilitas hubungan industrial.

“Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony.

Dalam pembahasan itu, masing-masing BUMN juga didorong membentuk Lembaga Kerja Sama Bipartit guna memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja serta meminimalisir potensi permasalahan hubungan industrial di lingkungan perusahaan.

Selain itu, penguatan kompetensi sumber daya manusia BUMN melalui sertifikasi profesional juga menjadi perhatian, seiring kebutuhan pengelolaan hubungan industrial yang semakin dinamis. Tata kelola transformasi pun terus didorong agar berjalan secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, BP BUMN bersama Danantara menegaskan komitmennya untuk memastikan transformasi BUMN tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga tetap memberikan perlindungan dan kepastian bagi para pegawai.

BP BUMN Kawal Transformasi SIG, Jumlah Anak Usaha Dipangkas dari 40 Menjadi 12 Entitas

JAKARTA — Semen Indonesia Group (SIG) terus mempercepat langkah transformasi korporasi melalui program streamlining entitas usaha secara besar-besaran. Dalam proses tersebut, jumlah entitas usaha SIG dirampingkan dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama sebagai bagian dari strategi memperkuat efisiensi bisnis, mempertajam fokus pada lini usaha strategis, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri global.

Langkah transformasi tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, didampingi Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, bersama jajaran Direksi SIG pada Rabu (20/05). Pertemuan tersebut menyoroti perkembangan pelaksanaan program streamlining yang kini telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II tahun 2026, termasuk berbagai langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan.

Dalam arahannya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi dan streamlining BUMN merupakan bagian penting dalam membangun perusahaan negara yang lebih sehat, agile, dan kompetitif di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

“Transformasi BUMN harus diarahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien, fokus pada core business, serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.

Dalam proses transformasi tersebut, SIG menjalankan sejumlah agenda strategis, mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih ramping, efektif, dan mampu mendukung pengambilan keputusan bisnis secara lebih cepat dan terukur.

Selain fokus pada efisiensi operasional, SIG juga memastikan seluruh tahapan transformasi berjalan secara prudent dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan terus berkoordinasi dengan advisor independen, auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta melaksanakan proses due diligence guna memastikan setiap langkah strategis dilakukan secara akuntabel dan transparan.

Melalui langkah transformasi yang terukur dan berkelanjutan, SIG diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur nasional ke depan, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia.

Bersihkan Buku BUMN, Laporan Keuangan Danantara Tunggu Proses ‘Impairment’

JAKARTA — Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola dan transparansi laporan keuangan seluruh perusahaan pelat merah. Langkah ini krusial dilakukan seiring dengan proses pembersihan buku-buku keuangan BUMN serta penyelesaian proses impairment (penurunan nilai aset) yang bermasalah sebelum laporan keuangan Danantara difinalisasi dan dipublikasikan pada pertengahan tahun ini.

​”Kita sedang bereskan buku-buku semua. Impairment kita rapihkan dulu,” pungkasnya kepada wartawan,” ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, saat ditanya wartawan soal laporan keuangan Danantara disela kunjungannya ke BEI, Selasa (19/5/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Dony menegaskan bahwa transformasi total di tubuh BUMN menjadi harga mati agar pengelolaan aset negara menjadi lebih transparan dan akuntabel. Menurutnya, akar masalah dari beban keuangan yang terjadi selama ini bersumber dari tata kelola yang tidak baik.

​”BUMN harus berubah, harus bertransformasi menjadi lebih transparan dikelola menjadi lebih baik,” ujar Dony menegaskan komitmen bersih-bersih tersebut.

​Dony membeberkan bahwa karut-marut laporan keuangan BUMN sering kali dipicu oleh praktik manipulasi atau rekayasa keuangan demi memoles kinerja di permukaan. Akibatnya, negara dan perusahaan harus menanggung kerugian besar, baik karena faktor kelalaian manajemen maupun tindakan melanggar hukum.
​”Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam memanage atau rugi karena fraud,” kata Dony blak-blakan.

​Dampak dari lemahnya tata kelola tersebut tercermin nyata pada lonjakan nilai impairment aset BUMN yang menyentuh angka fantastis. Inilah yang kini diperbaiki pada tahun ini. Tak hanya itu, sektor dana pensiun (dapen) BUMN juga menjadi sorotan tajam karena menyimpan bom waktu berupa potensi gagal bayar (potential default) yang sangat besar.

​”Anda bisa bayangkan pada tahun ini saja Impairment hampir Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola,” ungkap Dony. “Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure kita dana pensiun kurang lebih Rp50 triliun.”

​Mengingat skala persoalan yang masif, manajemen Danantara dan BP BUMN memilih untuk mengambil langkah terukur. Laporan keuangan Danantara baru akan diselesaikan setelah seluruh pos keuangan BUMN yang bermasalah ditertibkan dan dihitung ulang secara objektif.

​Dony memastikan bahwa saat ini fokus utama timnya adalah melakukan audit mendalam dan merapikan pencatatan aset agar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Melalui konsolidasi dan pembersihan buku ini, Danantara diharapkan dapat memulai langkahnya di atas fondasi keuangan yang sehat, bersih dari beban masa lalu, serta menerapkan standar transparansi berkelas global.