Peran Konselor ASI dalam Keberhasilan Menyusui Eksklusif

Setiap tanggal 1–7 Agustus, dunia memperingati Pekan Menyusui Sedunia atau World Breastfeeding Week. Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan global terhadap praktik menyusui yang terbukti memberi manfaat besar bagi kesehatan ibu dan bayi.

Kampanye ini diinisiasi oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) dengan dukungan dari World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Selama satu minggu, fokus global diarahkan pada pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) serta dorongan untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung ibu menyusui, baik di rumah, tempat kerja, maupun fasilitas kesehatan. Tujuan utama kampanye Pekan Menyusui Sedunia adalah memudahkan para ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya.

Menyusui terdengar alami dan mudah, tapi kenyataannya tak sedikit ibu yang merasa kewalahan saat melakukannya. Mulai dari bayi yang sulit menyusu, ASI terasa tidak keluar, hingga rasa sakit di puting—semua itu bisa membuat ibu merasa frustasi, bahkan ingin menyerah. Di sinilah peran konselor ASI jadi sangat penting.

Konselor ASI bukan sekadar “teman curhat” ibu menyusui. Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat pelatihan khusus untuk mendampingi ibu mulai dari hari pertama menyusui. Konselor ini paham betul tentang anatomi menyusui, teknik pelekatan yang benar, cara meningkatkan produksi ASI, hingga dukungan psikologis agar ibu tetap semangat.

Salah satu masalah paling umum yang dialami ibu baru adalah kekhawatiran soal “ASI cukup atau nggak, ya?” Padahal, banyak yang belum tahu bahwa produksi ASI itu bekerja sesuai prinsip permintaan dan penawaran—semakin sering disusui, maka semakin banyak ASI yang keluar. Nah, konselor ASI akan membantu ibu memahami hal ini dengan cara yang sederhana, tanpa menghakimi.

Bukan cuma teori, konselor ASI juga turun langsung memberi panduan praktis. Mereka bisa menunjukkan posisi menyusui yang nyaman, cara menyendawakan bayi, atau mengatasi masalah seperti puting lecet dan bengkak payudara. Bahkan, banyak ibu yang baru bisa menyusui dengan lancar setelah sekali dua kali didampingi oleh konselor.

Yang tak kalah penting, mereka juga jadi penyemangat saat ibu merasa stres, sedih, atau kehilangan kepercayaan diri. Karena masa awal menyusui bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Dengan dukungan yang hangat dan empatik, banyak ibu merasa lebih tenang dan yakin bahwa mereka mampu memberikan ASI eksklusif.

Menariknya, konselor ASI juga sering mengajak suami dan anggota keluarga lainnya untuk ikut belajar. Karena keberhasilan menyusui bukan cuma tugas ibu, tapi juga butuh dukungan penuh dari lingkungan terdekat. Edukasi ke keluarga ini penting agar ibu nggak merasa berjuang sendiri.

Jadi, apabila ada orang terdekat sedang menyusui dan mengalami kesulitan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor ASI. Dukungan dari mereka bisa jadi kunci suksesnya pemberian ASI eksklusif. Karena menyusui bukan soal insting semata—tapi juga soal ilmu, latihan dan dukungan yang tepat.

dr. Hayin Naila

Konselor Laktasi dan Praktisi Akupunktur Medis

Bantu Ibu Menyusui, dr. Hayin Naila Hadirkan Layanan Konseling Laktasi di Kendal

Menyusui seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi ibu, terutama yang baru melahirkan. Menjawab kebutuhan tersebut, dr. Hayin Naila menghadirkan layanan konseling laktasi di Desa Tanjungmojo, Dukuh Gambiran, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal untuk mendampingi ibu menyusui secara profesional.

Peran konselor ASI sangat penting dalam keberhasilan menyusui eksklusif, karena tidak semua ibu memiliki informasi dan dukungan yang cukup,” kata dr. Hayin Naila di Kendal, Jawa Tengah, Jumat (25/07/2025).

Menurut dr. Hayin, bahwa bimbingan yang tepat sejak awal dapat mencegah masalah menyusui seperti misalnya pelekatan yang salah, nyeri puting, hingga bayi yang tidak mau menyusu. Layanan ini dirancang untuk memberikan edukasi, dukungan emosional dan teknik praktis menyusui secara langsung. Baik ibu baru maupun ibu dengan riwayat gagal menyusui sebelumnya dapat mengikuti sesi konsultasi secara personal.

“Banyak ibu yang merasa bersalah saat gagal memberikan ASI, padahal mereka hanya kurang mendapatkan pendampingan yang benar. Dengan adanya konselor laktasi, ibu akan merasa lebih percaya diri dan mampu menghadapi tantangan menyusui dengan tenang,” imbuh dr. Hayin.

Layanan ini juga terbuka untuk suami atau anggota keluarga yang ingin belajar mendukung ibu menyusui. dr. Hayin menekankan bahwa keberhasilan ASI eksklusif bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga sistem pendukung di sekitarnya.

Konseling laktasi ini bisa diakses langsung ke klinik dr. Hayin di Desa Tanjungmojo, Kendal. Dengan hadirnya layanan konseling menyusui ini, diharapkan angka keberhasilan ASI eksklusif di Kendal semakin meningkat. dr. Hayin berharap agar setiap ibu memiliki kesempatan yang sama untuk menyusui dengan tenang, sehat dan didampingi secara profesional.

Ketua Bidang X HIPMI Kendal: Odong-Odong Memacu Geliat Pariwisata Daerah Tapi Harus Prioritaskan Aspek Keselamatan

Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kabupaten Kendal banyak tersedia ragam destinasi wisata yang tersebar dari kawasan pegunungan hingga wilayah pantai. Keindahan alam yang dimiliki oleh Kendal tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Mulai dari wisata alam seperti Air Terjun Curug Sewu, Kebun Teh Medini, hingga wisata bahari seperti Pantai Indah Kemangi dan Pantai Ngebum, yang semuanya menawarkan pengalaman menarik nan potensial untuk dikembangkan.

Namun, tantangan utama yang masih dihadapi adalah aksesibilitas menuju lokasi-lokasi wisata tersebut. Berdasarkan observasi di lapangan, saat ini sebagian besar pengunjung ke lokasi wisata menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil, bahkan ada pula yang memilih bersepeda. Hal ini menunjukkan minimnya pilihan transportasi umum yang tersedia dan dapat diandalkan oleh wisatawan, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Kondisi ini bisa saja menjadi faktor penghambat pertumbuhan sektor pariwisata di Kendal.

Padahal, berdasarkan penelitian ilmiah di jurnal bereputasi, pusat-pusat rekreasi dan wisata memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Keberadaan wisatawan akan mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) seperti warung makan, penyedia jasa penginapan hingga pedagang oleh-oleh khas daerah. Tanpa dukungan transportasi umum yang memadai, peluang-peluang ekonomi tersebut bisa terhambat karena keterbatasan kunjungan.

Berdasarkan latar belakang ini, pemerintah daerah perlu melihat kondisi ini sebagai peluang besar dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata memang penting, tetapi tidak cukup tanpa adanya sarana transportasi publik yang mudah diakses, aman dan ramah di kantong. Penambahan rute angkutan umum ke destinasi wisata serta penyediaan mobil angkutan wisata bisa menjadi langkah awal yang strategis.

Tentunya, dengan adanya transportasi umum yang layak, pariwisata Kendal semakin dikenal. Pariwisata ini nantinya akan lebih terbuka bagi semua kalangan, termasuk pelajar, backpacker, maupun wisatawan dari luar daerah. Di balik geliat sektor wisata ini, terdapat moda transportasi sederhana namun penting yang kerap dimanfaatkan warga ke lokasi wisata, yaitu odong-odong. Kendaraan panjang bercorak meriah, beroda empat atau lebih ini sudah menjadi hiburan keliling di kampung. Saat musim liburan tiba, odong-odong begitu laris manis di kalangan masyarakat. Keberadaan odong-odong menjelma menjadi transportasi alternatif untuk mengantarkan pengunjung ke lokasi wisata terdekat.

Berdasarkan pengamatan, banyak warga desa di sekitar kawasan wisata memanfaatkan odong-odong untuk mengangkut keluarga dan rombongan anak-anak ke area wisata. Selain ongkosnya yang relatif murah, kesan santai dan khas membuat odong-odong menjadi pilihan unik yang memperkaya pengalaman perjalanan. Bagi wisatawan lokal, naik odong-odong menuju lokasi wisata memberi kesan tersendiri yang lebih meriah dan menyenangkan.

Kehadiran odong-odong juga mendukung roda perekonomian lokal. Pengemudinya mayoritas adalah warga setempat yang menggantungkan penghasilan harian dari jasa angkutan ini. Semakin ramai kunjungan wisata, semakin banyak pula kesempatan bagi pengemudi odong-odong untuk mendapatkan penumpang. Di balik keceriaan yang ditawarkan, ada persoalan yang cukup serius yang tidak boleh diabaikan yaitu aspek keselamatan penumpangnya. Sebagian besar odong-odong merupakan hasil modifikasi dari kendaraan tua seperti mobil pick-upminibus atau bahkan bajaj. Modifikasi ini terkadang dilakukan tanpa melalui standarisasi teknis yang memadai, sehingga aspek keamanan menjadi sangat minim.

Terkadang, struktur bagian dari odong-odong ini ditambah tempat duduk di bagian bak belakang, kemudian atap dari rangka ringan dan diberi batasan besi di sisi luarnya. Akan tetapi, semua pemasangan tersebut dilakukan seadanya tanpa mempertimbangkan stabilitas kendaraan, distribusi berat, maupun perlindungan penumpang jika terjadi kecelakaan. Tentu saja perlu kajian mendalam tentang aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk memperkuat argumen ini.

Bila diamati dari luar, odong-odong tidak terlalu dilengkapi dengan sabuk keselamatan, sisi kiri-kanan tempat duduk terbuka tanpa pelindung serta anak-anak terkadang dibiarkan duduk bebas di area bak terbuka atau tertutup. Beberapa odong-odong juga bahkan masih menggunakan rangka lama tanpa perkuatan struktur tambahan. Tentu saja kondisi ini bisa rusak atau patah saat terjadi benturan. Hal ini jelas menempatkan penumpang, khususnya anak-anak dalam risiko keselamatan. Odong-odong ini sejatinya tidak didesain untuk mengangkut orang secara massal dan aman. Maka dari itu, potensi kecelakaan yang ditimbulkan oleh odong-odong tidak boleh dianggap sebelah mata.

Pemerintah daerah perlu segera menetapkan regulasi dan standar keamanan minimal untuk odong-odong. Ini termasuk kewajiban pemasangan sabuk pengaman, pagar pelindung di sisi tempat duduk, serta pemeriksaan berkala terhadap kelayakan kendaraan. Edukasi bagi pengemudi dan pemilik odong-odong juga penting, agar mereka memahami risiko dan bisa ikut menjaga keselamatan penumpang. Dengan langkah-langkah ini, odong-odong bisa tetap menjadi hiburan yang aman dan menyenangkan bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Kolaborasi Kementerian BUMN dan Pemprov Jawa Barat untuk Optimalkan Aset dan Dukung Pembangunan Berkelanjutan

BANDUNG, 14 Juli 2025 — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (14/7). Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama antara Kementerian BUMN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Erick Thohir menyampaikan bahwa Kementerian BUMN terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemprov Jawa Barat, dalam mengelola aset strategis BUMN seperti lahan milik Perhutani dan PTPN. Optimalisasi ini ditujukan untuk mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, membuka lapangan kerja, dan menekan angka kemiskinan.

“Kami berkoordinasi dan berkolaborasi mengenai aset-aset BUMN seperti Perhutani dan PTPN untuk memastikan bahwa program pemerintah dapat melindungi rakyat, membuka lapangan pekerjaan, dan mengentaskan kemiskinan,” ujar Erick.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Erick juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengembalikan fungsi lahan Perhutani yang telah mengalami alih fungsi menjadi hutan produksi dan hutan lindung. Tercatat sekitar 6.000 hektare kawasan hutan produksi telah beralih fungsi menjadi vila dan permukiman liar. Aktivitas ini menimbulkan kerusakan ekosistem hutan, meningkatkan emisi karbon, serta memperbesar risiko bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor.

“Kementerian BUMN bersama Danantara mendukung upaya KDM mendorong pengembalian lahan-lahan Perhutani maupun PTPN ke fungsi semula. Hal ini selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto,” kata Erick.

Kementerian BUMN juga menyatakan kesiapan mendukung relokasi masyarakat terdampak bencana melalui pemanfaatan lahan Perhutani secara tepat guna dan berkelanjutan. Erick menilai pendekatan ini penting agar penanganan pascabencana tidak bersifat sementara, melainkan terintegrasi dengan upaya pembangunan jangka panjang.

“Komitmen kami adalah mendukung pemanfaatan aset BUMN untuk kepentingan masyarakat, Relokasi bukan hanya soal tempat tinggal, tapi soal keadilan pascabencana. Pemanfaatan lahan BUMN harus kembali ke rakyat dan dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih layak,” tambah Erick

Menteri Erick menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pemprov Jabar dalam pengelolaan sampah berbasis energi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, isu pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan yang inovatif dan efisien.

“Kita mendukung pengelolaan sampah berbasis energi sebagai bagian dari Solusi atas tantangan lingkungan yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Erick.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, pada tanggal 21 Juli 2025 akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kerangka kerja sama strategis pengelolaan aset dan pembangunan daerah. Selain itu, akan dibentuk pula Forum Strategis Pemda Jabar–Kementerian BUMN yang berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan pusat dan daerah, termasuk menyangkut pengelolaan aset BUMN, penanganan bencana, dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Menteri BUMN juga mengapresiasi rencana Gubernur Dedi Mulyadi untuk menggulirkan kompetisi antar sekolah sepak bola (SSB) di Jawa Barat, dimulai dari Kota Depok. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun karakter generasi muda melalui olahraga. “Kami mengapresiasi rencana KDM yang akan menggulirkan kompetisi antar SSB. Ini langkah yang bagus untuk membina generasi muda,” tambah Erick.

Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar aset BUMN benar-benar kembali menjadi milik rakyat dan mendukung kemajuan daerah secara berkelanjutan. Kementerian BUMN mengajak seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat untuk bersinergi menjadikan aset BUMN sebagai katalis pembangunan daerah, demi terciptanya kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Lomba Analisa Usaha Ketahanan Pangan Desa

Dalam rangka HUT ke-5 Bumdes Sejahtera Tanjungmojo, digelar Lomba Analisa Usaha Ketahanan Pangan Desa. Acara ini akan berlangsung pada 27 Juli 2025 mulai pukul 08.00 pagi di Balai Desa Tanjungmojo.

Lomba ini dibuka untuk umum dengan pendaftaran gratis dan hadiah menarik untuk para pemenang. Juara 1 akan mendapat Rp 700.000, juara 2 Rp 500.000, dan juara 3 Rp 300.000 beserta sertifikat dan piala.

Peserta diwajibkan berdomisili di Tanjungmojo dan mengisi formulir pendaftaran di kantor Bumdes. Pendaftaran dibuka pada 1–19 Juli 2025 dengan teknikal meeting pada 20 Juli 2025.

Adapun ketentuan lomba adalah membuat ide gagasan usaha dalam bentuk PowerPoint. Informasi lebih lanjut bisa didapat dengan menghubungi panitia di nomor +62 895-2571-1567.

Prabowo Resmikan Groundbreaking Pabrik Baterai; Erick Thohir Tegaskan Komitmen BUMN untuk Hilirisasi Energi Hijau

KARAWANG, 29 Juni 2025 — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, proyek strategis ini merupakan pengembangan industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir yang dikembangkan bersama antara Kementerian BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), serta konsorsium CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).

Turut hadir bersama dengan Menteri BUMN dalam groundbreaking tersebut di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) – Bapak Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian – Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman – Bapak Maruarar Sirait, Gubernur Provinsi Jawa Barat – Bapak Dedi Mulyadi.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memotivasi dan terus mendorong agar BUMN mengambil peran strategis dalam hilirisasi industri, serta mendukung penuh transformasi menuju industri hijau, khususnya dalam industri baterai terintegrasi,” ujar Erick saat menghadiri groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBCCBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

Erick menjelaskan, konsorsium BUMN yang berada di bawah naungan Danantara tersebut akan berfokus pada pengelolaan investasi dan operasionalisasi berkesinambungan. Erick lebih lanjut
menekankan bahwa Kementerian BUMN akan terus menjalankan pengawasan dan penugasan pemerintah, berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi melalui swasembada energi.

“Indonesia tidak lagi sekadar menambang dan mengekspor bahan mentah, melainkan membangun industri bernilai tambah hingga produk akhir seperti baterai kendaraan listrik,” ucap Erick.

Proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi sebesar 5,9 miliar dolar Amerika Serikat. Erick menambahkan, proyek ini akan menciptakan rantai nilai industri dalam negeri yang kuat, mulai dari penambangan nikel hingga produksi baterai berstandar global.

Erick menyebut, proyek pabrik baterai di Karawang tidak hanya akan memasok kebutuhan kendaraan listrik nasional, tetapi juga menargetkan ekspor baterai berkualitas tinggi ke pasar global. Di Karawang, pabrik sel baterai berkapasitas awal 6,9 GWh tengah dibangun dan akan dikembangkan hingga 15 GWh dalam lima tahun. Pabrik ini ditargetkan beroperasi pada 2026 guna melayani pasar kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baik domestik maupun ekspor.

Erick Thohir menegaskan bahwa manfaat dari proyek strategis ini tidak hanya akan dirasakan oleh sektor industri, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar. “Kita berbicara tentang 8.000 tenaga kerja langsung dan ribuan lapangan kerja lain secara tidak langsung, termasuk dari sektor pendukung seperti katering dan transportasi,” ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa proyek ini juga memiliki dampak sosial ekonomi yang signifikan. “Dengan melibatkan UMKM lokal, proyek ini akan mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru, khususnya di wilayah Karawang dan Halmahera Timur,” tambahnya.

Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa keterlibatan mitra global seperti CATL, Brunp dan Lygend dalam proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok internasional. Menurut Erick, proyek ini bersifat strategis dan akan menjadi lompatan besar dalam meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Erick mengatakan BUMN bertekad mengikis peran Indonesia yang selama ini kerap menjadi sekadar pasar bagi produk luar negeri. Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem baterai ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga langkah nyata menuju transisi energi yang berkelanjutan.

“Lewat ekosistem baterai kendaraan listrik ini, Indonesia akan memimpin rantai pasok global dan menjadi pusat industri hijau dunia,” ujar Erick.

Dengan terbangunnya ekosistem industri baterai kendaraan listrik ini, Erick berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu pusat produksi dan inovasi teknologi hijau di kawasan Asia dan dunia.

“BUMN dan ESDM adalah tulang punggung negara untuk mendorong hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Melalui proyek ini, Saya bersama Pak Bahlil menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius menjadi pemain utama kendaraan listrik global, bukan hanya sebagai penonton, sesuai arahan serta visi Bapak Presiden Prabowo menjadikan bangsa Indonesia besar dan mandiri” kata Erick.

UNNES CAREER EXPO TAHUN 2025

📢[UNNES CAREER EXPO TAHUN 2025]📢

Pusat Layanan Bahasa, Pelatihan Pendidikan, Karier, Bimbingan Konseling, dan Disabilitas LPPP Universitas Negeri Semarang proudly present :

Job Fair Terbesar di UNNES!🔥
“Temukan Passion, Maksimalkan Potensi, Wujudkan Karir Impian!”

Unnes Career Expo hadir sebagai acara untuk memfasilitasi para alumni serta masyarakat umum agar mendapatkan pekerjaan dan menjembatani lulusan perguruan tinggi, khususnya Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam memasuki dunia kerja. Acara ini akan dihadiri oleh 40+ perusahaan dengan beragam lowongan pekerjaan serta akan disediakan Pojok Karier dan Pojok Konseling untuk pengunjung yang sudah mendaftar✨

UCE 2025 ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM pada:
📌 2-3 Juli 2025
🏛 Auditorium Prof. Wuryanto UNNES

Link pendaftaran:
https://sites.unnes.ac.id/uce

Catat tanggalnya dan jangan lewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan karir impianmu melalui UNNES Career Expo 2025! 🔥

✍🏻Jangan lupa bawa tiketnya untuk ditunjukkan ke panitia ya dan persiapkan CV terbaikmu. We’re waiting for your enthusiasm. See you😉✨👋🏻
_____________
Untuk informasi terbaru dan cp :
085179510121 [ Pusat Karier dan BK UNNES ]
085729998766 [Gina]
085860510750 [Regeng]
Instagram : @karierunnes
Email : uce@mail.unnes.ac.id

#UNNES#karierunnes#karierunnes2025#karier#wisudaunnes#UCE#UCE2025#jobfair#jobfairUNNES#loker#dinasketenagakerjaan#dinasketenagakerjaanjawatengah#UnnesCareerExpo2025#Jobvacancy#jobfairsemarang#Jobfair#LokerIndonesia#LokerSemarang#LokerDemak#LokerKudus#LokerKendal#LokerSolo#LokerSalatiga#LokerJogja#LokerSurabaya#LokerBandung#wisudaunnes

Dani Satria Dukung Pembangunan KEK Kesehatan di Kendal

Dani Satria, Ketua Bidang X yang membawahi bidang infrastruktur, tata ruang, properti dan perhubungan, di Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal, menyatakan dukungannya pada rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Kabupaten Kendal. Dani menilai bahwa pembangunan KEK Kesehatan akan menjadi langkah strategis dan visioner untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Kendal, Jawa Tengah.

“Menurut saya, Kabupaten Kendal merupakan wilayah yang sangat potensial apabila dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus kesehatan. Hal ini dikarenakan lokasi Kendal sangat strategis dari sisi transportasi dan tata ruang, karena berbatasan langsung dengan ibukota provinsi, dilalui jalur pantura, jalan tol, serta memiliki stasiun kereta api dan dekat dengan bandara,” kata Ketua Bidang X BPC HIPMI Kendal, Dani Satria di Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (28/06/2025).

Dani juga menekankan pentingnya rencana kesiapan infrastruktur untuk mendukung investasi di sektor kesehatan tersebut. Menurut Dani, keberhasilan pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) dapat dijadikan tolok ukur dalam membangun KEK Kesehatan yang tentunya mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian.

“Pengalaman membangun kawasan industri yang sukses membuktikan Kendal siap menampung investasi berskala besar, seperti KEK Kesehatan ini,” imbuh Dani.

Seperti diketahui, pengembangan KEK Kesehatan nasional mengacu pada kesuksesan KEK Sanur di Bali yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Juni 2025. KEK Sanur menjadi model layanan medis modern terpadu dengan wellness kelas dunia, sekaligus mengurangi devisa negara yang terkuras akibat warga berobat ke luar negeri.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan replikasi model KEK Kesehatan ke berbagai wilayah lain di Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut KEK Kesehatan sebagai solusi konkrit untuk kemandirian pelayanan kesehatan, menarik investasi besar dan mempu menyerap banyak tenaga kerja.

Presiden Prabowo Resmikan KEK Sanur: Lompatan Besar dalam Layanan Kesehatan Terpadu Kelas Dunia, Langkah Strategis Selamatkan Devisa Negara

Sanur, 25 Juni 2025 — Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, kawasan kesehatan pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan medis modern dan wellness kelas dunia dalam satu ekosistem terpadu.

Peresmian ini menandai tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan nasional dan memperkuat posisi Sanur sebagai destinasi unggulan health tourism internasional.

KEK Sanur kini resmi beroperasi dengan Bali International Hospital sebagai pusat layanan kesehatan utama, didukung oleh fasilitas akomodasi premium seperti The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel – The Heritage Collection. Kawasan ini dirancang untuk memadukan teknologi medis canggih, kenyamanan akomodasi berstandar internasional, dan pendekatan pemulihan holistik yang selaras dengan budaya Bali.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa pengembangan KEK Sanur merupakan bagian dari transformasi peran Kementerian BUMN sebagai Mission-Driven Regulator pasca disahkannya UU No. 1 Tahun 2025.

“Bapak Presiden selalu mengingatkan bahwa kita adalah bangsa besar, bangsa yang harus berdiri di atas kaki sendiri. Namun kenyataannya, tiap tahun sekitar 2 juta warga kita berobat ke luar negeri, menguras devisa hampir Rp150 triliun. Ini tantangan besar yang harus dijawab secara sistemik dan KEK Sanur adalah salah satu jawabannya,” ujar Erick dalam peresmian di Bali Convention Center.

Sebagai regulator yang kini berfokus pada penciptaan nilai publik dan transformasi sektor strategis, Kementerian BUMN mengarahkan sinergi BUMN untuk menjawab masalah struktural bangsa. Dalam hal ini, melalui KEK Sanur, sektor kesehatan dan pariwisata diarahkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus instrumen penguatan ketahanan nasional.

“Pemerintah pusat bekerja dalam sinergi lintas sektor. Dukungan Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto) mempercepat perizinan. Pak Menkes (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) mempercepat proses akreditasi dokter dan alat medis. Ibu Menteri Pariwisata (Widiyanti Putri Wardhana) memperkuat sisi health tourism. Dan tentu saja, peran Danantara sebagai pengelola kawasan di bawah koordinasi Pak Rosan, menjamin keberlanjutan dan profesionalisme operasional,” tambah Erick.

Danantara, sebagai entitas pengelola BUMN strategis, memainkan peran sentral dalam memastikan tata kelola KEK Sanur berjalan profesional dan berorientasi jangka panjang. Dengan kepemimpinan Rosan Roeslani sebagai CEO dan Dony Oskaria sebagai COO, Danantara ditugaskan untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.

Kehadiran fasilitas akomodasi unggulan seperti The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel semakin memperkuat ekosistem kawasan. Dirancang dengan pendekatan wellness yang harmonis dengan
budaya Bali dan kenyamanan modern, keduanya mendukung proses pemulihan fisik, mental, dan spiritual bagi pasien dan wisatawan. Erick juga menyampaikan optimismenya bahwa model KEK Sanur dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Dengan kolaborasi seperti ini, kita bisa memperluas cakupan dan memperkuat ketahanan sistem layanan kesehatan nasional. Bahkan lebih dari itu, Indonesia bisa menjadi pemain utama di industri layanan kesehatan global,” pungkasnya.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM dan CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana,
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan para pimpinan BUMN lintas sektor.

Menteri BUMN, Erick Thohir Siap Wujudkan Arahan Presiden Prabowo Subianto: KEK Kesehatan Akan Diperluas ke Wilayah Lain

JAKARTA, 26 Juni 2025 — Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di berbagai wilayah Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan kesiapan penuh Kementerian BUMN untuk merealisasikan visi besar tersebut.

Setelah suksesnya peresmian KEK Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital (BIH) di Denpasar, Bali, pada Rabu, 25 Juni 2025, yang menjadi tonggak sejarah dalam transformasi layanan kesehatan nasional, Kementerian BUMN kini tengah menyusun rencana strategis untuk memperluas model serupa di daerah lain di Indonesia.

“Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas: negara harus hadir dan menjadi pelopor dalam menjamin kesehatan rakyat. KEK Kesehatan adalah jawaban konkret atas tantangan itu,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (26/6)

“Dua juta masyarakat Indonesia berobat keluar negeri. Ini kurang lebih menghabiskan hampir Rp150 triliun per tahun. Jadi demi menjawab tantangan akan kemandirian kesehatan di masa depan, kami akan melibatkan BUMN di sektor kesehatan dan farmasi, serta berkolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat realisasi KEK Kesehatan di wilayah lain,” tambahnya.

Presiden Prabowo sebelumnya menekankan bahwa KEK Kesehatan tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan luar negeri, tetapi juga sebagai wahana pemerataan kesejahteraan dan kemandirian bangsa. Dengan target menarik investasi triliunan rupiah dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja, pengembangan KEK Kesehatan di berbagai daerah diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis kesehatan dan pariwisata medis.